Terjerat Cinta Mafia Kejam

Terjerat Cinta Mafia Kejam
Adik laki laki Axell


__ADS_3

"Mansion ini masih tetap sama, sepi....." ucap rian memperhatikan sekitar di mana suasana mansion selalu sepi setiap kali ia pergi berkunjung ke sini.


Pak rudy hanya diam di tempatnya, tak berniat mengeluarkan suaranya untuk menimpali perkataan rian. Ia tahu memang selama bertahun-tahun tempat ini selalu terasa sepi, walaupun banyak para pelayan juga penjaga yang tinggal di sini. Namun rasa sunyi tetap mendominasi, tidak terdengar suara kegembiraan dan kebahagian suatu keluarga yang saling menyayangi, itulah yang membuat mansion ini terasa sangat sunyi.


"Kau bisa kembali pada pekerjaanmu, tidak perlu menemaniku disini...." ucap rian menoleh pada pak rudy yang masih berdiri di belakangnya.


Pak rudy mengangguk, lalu membungkukan badan hormat sebelum melangkah pergi meninggalkan adik majikannya itu.


Rian berjalan santai menuju ruang keluarga, ia melihat beberapa cemilan yang tampak belum tersentuh di atas meja. Keningnya berkerut bingung, apakah itu bekas kakaknya. Kenapa ada cemilan di sana, atau sempat ada tamu yang datang tadi.


Ia mengambil salah satu toples cemilan itu, tutupnya tampak masih tersegel rapi. Sepertinya memang belum tersentuh sama sekali.


Ia membuka tutup cemilan itu, lalu mengambil cemilan itu dan memakannya.


Ia menyalakan televisi berlayar lebar di hadapannya, lalu berjalan menuju sofa dan duduk santai di sana.


Tiba-tiba datang seorang pelayan wanita yang membawa nampan berisi minumam di atasnya, meletakannya di atas meja.


Membungkukan badan hormat sebelum berlalu pergi, namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara rian.


"Tunggu, dulu...."cegat rian menghentikan langkah pelayan itu.


"Ada apa tuan?"tanya pelayan itu.


"Kenapa di atas meja ada beberapa cemilan, apakah tadi ada tamu yang datang?" Tanya rian dengan memeluk toples cemilan yang sedang ia makan sekarang.


"Tidak, tuan...."jawab pelayan itu seraya menggelengkan kepalanya, karena setahunya carlin bukanlah tamu di mansion ini, dia adalah wanita majikannya.


"Lalu, ini semua kenapa ada di atas meja. Setahuku axel tidak terbiasa meletakan cemilan di atas meja" ucap rian


"Cemilan ini sengaja kami siapkan untuk nona carlin....."jawab pelayan itu.

__ADS_1


"Siapa?..."tanya rian memperjelas pendengarannya, apakah pelayan itu baru menyebutkan nama seorang wanita.


"Nona carlin,tuan......" jawab pelayan


"Carlin, siapa dia...."tanya rian dengan mulut yang masih asik mengunyah.


"Gadis yang semalam di bawa pulang oleh tuan axel, tuan...."jawab pelayan itu yang sontak membuat rian tersedak, dengan cepat rian meletakan toples cemilannya di atas meja lalu mengambil minuman yang tadi di bawa pelayan itu, meneguknya hingga tenggorokannya kembali lega.


"Apa....?"tanya rian tak percaya.


"Dia membawa pulang seorang wanita" tanya rian di angguki oleh pelayan itu.


"Lalu wanita itu ada dimana?"tanya rian mengedarkan pandangnnya mencari keberadaan gadis yang di maksud pelayan di hadapannya ini.


"Nona ada di halaman belakang, nona sedang berada di kolam renang tuan" jawab pelayan itu, rian langsung beranjak dari duduknya lalu berjalan tergesa-gesa menuju halaman belakang.


Ia tak percaya kalau kakaknya benar-benar membawa seorang wanita ke dalam mansion, seorang wanita! Ia benar benar tak percaya. Tidak mungkin kakaknya membawa wanita, setahunya selama ini kakaknya tidak pernah mau berdekatan dengan wanita. Oleh karena itu ia ingin memastikannya secara langsung, apakah yang di katakan pelayan itu benar.


oh,my god..... batinnya benar benar terkejut, jika kakaknya bisa berdekatan bersama seorang wanita. Ia kira kakaknya selama ini tidak normal, karena sangatlah anti dengan yang namanya perempuan. Namun semua dugaan itu kini hancur seketika, ketika melihat dengan jelas seorang wanita yang tengah berbaring santai di sana.


Bagai ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan di hatinya, ia tersenyum bahagia sekaligus haru. Rupanya kakaknya adalah pria normal yang juga menyukai lawan jenisnya.


Terima kasih tuhan, ternyata kakak ku itu masih normal.....batinnya sungguh bersyukur dengan kenyataan yang ia dapatkan hari ini.


Tapi sekarang ia harus menyelidiki terlebih dahulu apa hubungan kakaknya dengan gadis itu.


Ia berjalan perlahan menghampiri carlin, sengaja melangkah tanpa suara agar tak di ketahui oleh gadis itu. Ia berjalan mengendap-endap seperti anak kecil yang takut ketahuan oleh ibunya karena pulang dari bermain terlalu sore.


Ia berdiri tepat di samping kursi di mana carlin tengah berbaring santai menikmati angin yang berhembus.


Ia memperhatikan wajah carlin yang tengah memejamkan matanya, wajah cantiknya terlihat damai.

__ADS_1


Rian sempat terpaku melihat wajah gadis di hadapannya ini, menatap lekat wajah carlin yang di terpa angin sehingga beberapa helai rambutnya berterbangan.


"Ekhem...." dehem rian seketika membuat carlin membuka matanya, ia menoleh pada asal suara. Namun seketika ia langsung beranjak dan duduk dengan benar di atas kursi itu, ia benar-benar terkejut melihat ada pria asing di hadapannya.


"Siapa kau?"tanya rian dengan kedua tangan yang di masukan kedalam saku celana.


"Eum, itu....anu" ucap carlin dengan gugup, ia terkejut melihat ada pria asing di mansion ini. Dan lain ia kepergok tengah bersantai di tempat yang bukan miliknya sama sekali.


"Oh, jadi kau kekasih kakak ku. Perkenalkan namaku rian, namamu siapa dan juga umurmu berapa?"tiba tiba saja rian berbicara tanpa henti pada carlin, ia bahkan merangkul tubuh carlin hingga gadis itu terhuyung ke arahnya.


"agar aku bisa memanggilmu dengan sebutan kakak atau tidak...."sambung rian seraya menurunkan pandangannya pada carlin yang berada di rangkulannya.


"kenapa kau dari tadi hanya diam?"tanya rian melihat carlin yang masih menutup rapat mulutnya, sama sekali tak mengeluarkan suaranya.


"Na-nama ku Carlin, umurku 20 tahun......" jawab carlin dengan terbata, sekarang lehernya serasa tercekik. pria di dekatnya ini terlalu erat merangkul lehernya.


"Aha.....jadi kau lebih muda dari ku?"ucap rian seraya tersenyum.


"A-apakah kau bisa melepaskanku, leherku tercekik...."ucap carlin seraya mendongak, dengan cepat rian melepaskan rangkulannya dari leher carlin.


"heheheh.......maaf, aku terlalu bahagia." ucap rian seraya tersenyum cengengesan.


"oh, ya. sejak kapan kau menjalin hubungan dengan kakak ku...?"tanya rian


kening carlin berkerut, apa yang di maksud pria di hadapannya ini. Hubungan apa? dan siapa kakak yang di maksud pria ini pikir carlin.


"siapa, kakakmu.....?"tanya carlin.


"Tentu saja, Kakakku Axell.." jawab rian dengan cepat.


"Axel....." kini carlin ingat, axel adalah pria gila itu kan.

__ADS_1


"Iya, axell. Masa kau tak ingat nama pacarmu sendiri...." sahut rian, yang sontak membuat bola mata carlin membelalak terkejut.


__ADS_2