Terjerat Cinta Mafia Kejam

Terjerat Cinta Mafia Kejam
Kesalah pahaman


__ADS_3

Axell berbaring menyamping dengan kepala yang berpangku pada tangan,memerhatikan carlin yang tengah mencari posisi yang nyaman untuk tidur.


Ternyata gadis yang ia culik ini memiliki sifat yang unik,membuatnya semakin tertarik dan penasaran dengan gadis ini.


Saat carlin sedang membenarkan posisi bantalnya, tanpa sengaja matanya menangkap sosok axell yang tengah memerhatikannya.


"Apaaa....?" tanya carlin mengangkat salah satu alisnya, menatap heran pada axel.


"Apakah, kau tidak takut berada bersama orang asing sepertiku. Kau terlihat biasa-biasa saja?" tanya axel,bagaimana bisa seorang gadis yang tidak tahu sekarang dia ada dimana bisa bersikap setenang itu,bahkan gadis ini ingin pergi tidur.Sungguh gadis yang unik pikir axell.


"Aku tahu kau orang baik,kau juga kan yang menyelamatkanku dari orang yang ingin menculikku"ucap carlin, axel yang mendengarnya hanya tersenyum menyeringai. Padahal penculik yang carlin maksud adalah dirinya sendiri.


"Apa kau yakin, kalau aku yang menyelamatkanmu?" tanya axel


"Ya......"jawab carlin seraya mengangguk.


"Buktinya sekarang aku berada disini,tidak berada di gudang atau bangunan yang sudah terbengkalai"jawab carlin dengan enteng.


Axell yang mendengarnya di buat tersenyum,rupanya gadis ini benar-benar menarik.Apakah menurutnya jika seseorang di culik akan di tempatkan di tempat kumuh dan terbengkalai seperti apa yang di katakan carlin, tidak semua penculik melakukan itu, buktinya ia membawa gadis itu kemansionnya yang mewah dan megah ini.


"Maksudku,apa kau tidak takut berada bersama seorang pria asing.....di dalam kamar"ucap axel sengaja menekankan kalimat terakhirnya.


Hal itu sontak membuat carlin langsung terduduk,gadis itu menatap waspada pada axel yang kini tersenyum menyeringai.Sontak saja carlin langsung memeluk tubuhnya sendiri.


Tapi.....tunggu,carlin sontak langsung menurunkan pandangannya. Ia memeriksa pakaiannya yang tampak berbeda dengan pakaian yang semula ia pakai. Kenapa sekarang ia sudah berganti menggunakan baju tidur,seingatnya ia tadi tak mengenakan pakaian ini.


Seketika carlin langsung mendongak menatap tajam kearah axel yang masih memerhatikannya dengan tersenyum.


"Kau....kau..."carlin tak bisa lagi berkata-kata,ia benar-benar marah sekarang.


"Apa....?"Axel dengan santai bertanya.


"Apa yang telah kau lakukan kepadaku hah....." pekik kesal carlin, menatap sengit pada axel yang tampak masih bersikap biasa-biasa saja.

__ADS_1


"Menurutmu.....?"tanya axel yang sontak mengundang amarah carlin.


"Dasar brengsek....." umpat carlin menatap tajam axel, namun di matanya sudah timbul embun-embun yang siap menetes, carlin menatap axel dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Hey........apa sebenarnya yang kau pikirkan, kenapa kau sampai menangis seperti itu"tanya axel beranjak dari baringnya, ia mendudukan tubuhnya seraya bersandar di kepala ranjang.


"Kenapa pakaian ku berubah, aku tadi tidak memakai ini?" tanya carlin.


"Memangnya aku akan tega membiarkanmu terbaring dengan pakaian yang kotor" jawab axel seraya bersedekap dada.


"Lalu siapa yang menggantikan pakaianku" tanya carlin, Axel tak menjawab. Ia malah tersenyum menyeringai.


"Heii.....kenapa kau tersenyum aneh seperti itu, jawab pertanyaanku"teriak carlin sudah benar-benar kehilangan kesabarannya.


"Atau jangan-jangan kau yang melakukannya"tebak carlin seraya menutupi dadanya menggunakan kedua tangannya.


"Kalau yang kau katakan benar, bagaimana.....?"tanya axel seraya mengangkat salah satu sudut bibirnya.


"A-apa,jadi benar-benar kau yang melakukannya"ucap carlin terkejut, ia tak menyangka ternyata pria di hadapannya tidak sebaik yang ia kira. Pria itu malah mengambil kesempatan untuk berbuat mesum disaat ia masih tak sadarkan diri.


"Aku ingin pergi dari sini....." ucap carlin dengan berjalan cepat menuju pintu,ia ingin segera pergi dan menjauh dari pria seperti axel ini, yang menurutnya pria gila yang telah berani beraninya mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Ia menekan handel pintu, tapi pintu tak juga kunjung terbuka. Ia terus berusaha membuka pintu, tapi usahanya seolah benar benar tak berguna karena axel telah mengunci pintu kamarnya tadi.


Carlin membalikan badannya, menata sengit pada pria yang masih santai duduk bersandar di atas tempat tidur seraya memerhatikannya.


"Buka pintunya....." suruh carlin dengan tegas, tapi tak di hiraukan oleh axel.


"Aku bilang buka pintunya...."pekik carlin kesal.


"Hei, tenang lah. Bukan aku yang menggantikan pakaianmu, tapi pelayan wanita di rumah ku...." ucap axel dengan enteng, tak membuat carlin percaya.


"Aku tak percaya,....." ketus carlin, sama sekali tak percaya dengan apa yang di katakan axel barusan.

__ADS_1


Axel mengambil ponselnya yang berada di atas nakas, setelah mengirimkan pesan pada seseorang. Ia kembali meletakan ponselnya pada tempat semula.


Lalu tak berselang lama, pintu kamar di ketuk oleh seseorang dari luar. Membuat carlin langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu.


"Masuk...." Suruh axel, lalu pintu pun terbuka. Membuat carlin mengernyitkan kening bingung, Kenapa saat ia dari tadi berusaha membuka pintu, pintu ini tak kunjung terbuka. Tapi tiba tiba saja seseorang dari luar bisa membuka pintu dengan begitu mudahnya, saat mendengar axel yang menyuruhnya masuk.


Terlihat seorang pria paruh baya di depan pintu, tersenyum tipis pada carlin yang berdiri di hadapannya.


"Tuan....." ucap pria itu membungkuk hormat pada axel yang berada diatas tempat tidur.


"Panggilkan kedua pelayan tadi...." suruh axel di angguki pria paruh baya itu, lalu pria itu melangkah pergi untuk menjalankan perintah tuannya.


"Tunggu di sana,....." suruh axel pada carlin yang masih berdiri di depan pintu yang kini sudah terbuka lebar.


Ia hanya bisa bertanya-tanya, apa yang akan di lakukan pria gila itu.


Tak berselang lama pria paruh baya itu kembali, bersama dua orang pelayan wanita yang tadi menggantikan pakaian carlin.


Mereka berdua tampak masih mengantuk, terlihat jelas kalau mereka baru saja bangun tidur.


Jelas saja, karena waktu masih sangatlah larut sekarang.


"Katakan pada gadis itu, siapa tadi yang menggantikan pakaiannya...." suruh axel seraya bersedekap dada, memerhatikan orang-orang yang kini tengah berdiri di ambang pintu kamarnya.


"Kami yang tadi menggantikan pakaian anda nona..."ucap salah satu dari kedua pelayan wanita itu mengambil suara


"Apakah kau mengatakan yang sebenarnya, kau tidak berbohongkan" tanya carlin masih belum percaya.


"Iya, nona. kami yang tadi menggantikan pakaian anda" jawab salah satu pelayan itu ikut ambil suara.


"Benar kah....." tanya carlin ia masih sedikit ragu. Bagaimana jika kedua pelayan itu berbohong,bagaimana jika mereke di suruh berbohong oleh pria gila yang tengah duduk santai di sana itu, bisa saja kan dugaannya itu benar.


"Kalau anda tidak percaya, anda bisa melihat cctv nona...." ucap pria paruh baya ikut menimpali, seraya menunjuk ke arah sudut kamar yang tenyata terpasang cctv.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2