Terjerat Cinta Mafia Kejam

Terjerat Cinta Mafia Kejam
Berasa jadi tuan rumah


__ADS_3

Carlin menuruni tangga dengan perasaan kesalnya, wajahnya sejak tadi masih cemberut. Ia benar-benar kesal terhadap axel yang selalu saja mengambil kesempatan dalam kesempitan padanya.


Saat menuruni tangga terakhir, matanya melihat ke seluruh penjuru ruangan. Ia bertanya-tanya kemana perginya pria gila itu, kenapa tak terlihat batang hidungnya sama sekali.


Ia berjalan menuju ruang keluarga, di sana pak rudy masih asik duduk di sofa. Carlin berjalan menghampiri pria paruh baya itu, untuk menanyakan pria gila atau axel. Karena ia belum tahu siapa nama pria itu.


"Pak rudy, pria itu kemana?....kok gak keliatan?"tanya carlin dengan pandangan yang mengedar keseluruh ruangan.


"Maksud anda, Tuan axell nona?" tanya pak rudy membenarkan pertanyaan carlin.


"Iya, saya belum tahu namanya...." jawab carlin seraya tersenyum lebar. oh.....jadi nama si pria gila itu Axell batin carlin.


"Tuan, sudah pergi beberapa menit yang lalu....." jawab pak rudy dengan santai, sedangkan carlin yang mendengarnya membelalakan mata terkejut. Bagaimana bisa axel meninggalkannya, lalu untuk apa ia berdandan seperti ini.


"Apa.....terus saya bagaimana pak?"tanya carlin seraya menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi bingung.


"Anda tunggu saja, sampai tuan pulang nanti" jawab pak rudy.


ck,dasar pria gila sialan, umpat carlin yang tentunya hanya dalam hati. Bagaimana bisa ia mengumpat secara langsung pada axel di rumahnya sendiri, bisa-bisa ia langsung di usir dari sini oleh para pelayan juga pejaga berbadan kekar di depan sana.


"Memangnya dia selalu pulang jam berapa?"tanya carlin, agar ia tahu sampai kapan ia harus menunggu kepulang axel.


"Saya tidak terlalu tahu,nona. Tapi,tuan biasanya pulang lewat jam 7 malam....." jawab pak rudy.


"Lewat jam 7 malam?"tanya carlin dengan tatapan terkejutnya.


"Iya,nona. Itupun bisa lebih, sampai larut malam mungkin tuan baru pulang...." jawab pak rudy membuat carlin semakin terkejut. Lalu kapan pria itu akan membantunya untuk mencarikan tempat tinggal.


"Lalu, kapan dia bisa membantuku?"tanya carlin

__ADS_1


"Saya tidak tahu, nona..."jawab pak rudy seraya menggelengkan kepala.


"Kalau anda butuh sesuatu, anda bisa memanggil pelayan disini..."ucap pak rudy sebelum melangkah pergi meninggalkan carlin di ruang keluarga.


"Ck,dasar pria gila. Sebenarnya dia itu mau atau tidak membantuku......."gerutu carlin seraya menjatuhkan badannya di atas sofa.


"Kalau tidak, ya bilang langsung. Kenapa harus memberi harapan palsu sih...."


"Tidak apa-apa lah, mungkin beberapa hari aku bisa tinggal disini. Selama pria itu belum membantuku mencari tempat tinggal, lumayan aku bisa tinggal di mansion mewah yang nyaman seperti di rumah." ucap carlin pasrah, ia dengan manja merebahkan tubuhnya di sofa panjang, dengan salah satu kaki yang di letakan di atas kaki lain yang di tekuk. Saat ini ia sama sekali tak terlihat anggun, ia lebih terlihat seperti wanita tomboy.


"Di lihat-lihat, mansion ini benar-benar megah. Bahkan luasnya sepertinya melebihi rumahku...." gumam carlin melihat sekeliling, ia melihat langit langit ruang keluarga. Dimana tergantung sebuah lampu yang tampak indah di atasnya, interior ruangan pun tampak sangat mewah dan carlin bisa menebak barang-barang itu harganya selangit.


"Permisi nona,....."ucap seorang pelayan wanita dengan membawa nampan berisi cemilan dan minuman di atasnya.


Sontak membuat carlin langsung beranjak dan duduk dengan benar, ia berdehem pelan untuk menghilangkan kecanggungan karena kelakuannya.


"Ya, ada apa?"tanya carlin menoleh pada pelayan yang masih berdiri tak jauh dari tempatnya duduk sekarang.


Carlin mengernyit kening bingung,seingatnya ia tak meminta semua ini.


"Tapi, saya tak memintanya...."ucap carlin melihat pelayan itu yang tengah berdiri di hadapannya setelah meletakan nampan di atas meja.


"Tadi, pak rudy yang menyuruh saya nona...."jawab pelayan itu.


"oh, kalau begitu terima kasih...."ucap carlin seraya tersenyum tipis.


"Sama-sama nona, saya pamit kebelakang lagi...." jawab pelayan itu di angguki oleh carlin.


"Berasa jadi tuan rumah,heheheh....."gumam carlin seraya terkekeh, melihat cemilan juga minuman di hadapannya.

__ADS_1


Ia mengambil gelas berisi jus jeruk di atas meja, meneguknya sedikit. Lalu carlin berdiri dari duduknya, ia ingin berkeliling untuk melihat lihat mansion ini.


Carlin berjalan hingga sampai di halaman belakang, dimana suasananya terlihat sangat asri. Rumput-rumput kecil yang menjadi lantai untuk halaman belakang yang luas ini, pohon pohon dengan ukurannya yang tak terlalu tinggi, juga beberapa kursi dan meja untuk tempat bersantai.Di hadapannya di suguhkan dengan kolam renang yang besar dan lebar dengan airnya yang jernih.


Carlin berjalan dengan mata yang melihat sekitarnya, tempat yang masih asing baginya.Setelah beberapa menit berjalan tanpa sadar ia telah sampai di sebuah kolam renang yang luas dengan tempat duduk untuk bersantai di pinggirnya. Ia menatap kagum tempat itu, tampak sangat menyegarkan mata. Apalagi di sekitar kolam berdiri pohon pohon pendek yang tampak rindang.


Ia berjalan menuju salah satu kursi, meletakan gelas jusnya di atas meja. Ia duduk berselonjor kaki seraya bersandar di kursi itu.


Menikmati angin yang berhembus pelas menerpa wajahnya, ia berbaring di atas kursi dengan kedua tangan yang menjadi bantalannya.


"Suasananya tenang banget....."gumam carlin, ia memejamkan matanya menikmati semilar angin yang tertiup menerpa tubuhnya.


Menikmati suasana pagi dimana matahari belum terbit, namun cuaca sangat cerah, langit tampak biru di sertai awan yang putih di atas sana.


Di dalam mansion, rupanya ada seseorang yang datang. Para pelayan membungkuk hormat padanya begitupun pak rudy.


Seorang pria berpakaian santai, menggunakan sweater di padukan dengan celana pendek selutut. Dan sepatu sneaker berwarna putih juga topi bertuliskan badboy di kepalanya, benar-benar terlihat seperti seorang anak muda jaman sekarang.


"Pak, dimana dia?"tanya pria itu dengan mata yang melihat sekitarnya.


"Tuan axell, sudah pergi kerja. Tuan Rian...."jawab pak rudy dengan berjalan di belakang pria itu.


"Oh,iya. Aku baru ingat, dia pasti sudah pergi dari tadi...."ucap pria yang bernama rian itu.


Dia adalah adik laki-laki axel, Riordan Brian ivander nama lengkap pria itu.


Usianya 23 tahun, hanya berbeda 2 tahun dengan axel. Dia merupakan pria yang mandiri sama seperti kakaknya. semenjak berumur 20 tahun, ia sudah tinggal seorang diri di apartemennya. Pergi dari kediaman ivander, dan tak tinggal bersama kedua orang tuanya lagi. Hal itu bukan semata-mata ingin mandiri saja, namun ada alasan lain yang membuatnya memilih untuk tidak tinggal lagi di kediaman ivander, semenjak ibunya meninggal dunia.


Alasan pertama adalah karena merasa kecewa pada ayahnya yang kembali menikah setelah ibunya meninggal, dan alasan kedua adalah karena ia tidak menyukai ibu tirinya.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2