Terjerat Cinta Mafia Kejam

Terjerat Cinta Mafia Kejam
Ciuman pertama


__ADS_3

"Se-sejak kapan kau ada di sini?" Tanya carlin gugup dengan detak jantung yang sudah berdetak cepat.


"Saat kau masih di dalam kamar mandi...." ucap axel dengan santainya, dengan wajah datarnya menjawab. Yang membuat carlin salah tingkah, melihat sikap pria di hadapannya yang biasa biasa saja.


"A-apa, kau me-....." ucap carlin di potong oleh axel


"melihatmu memakai baju,maksudmu...." tanya axel dengan santainya, tanpa memperdulikan carlin yang wajahnya sudah bersemu merah menahan malu yang teramat.


"Ke-kenapa kau tak mengetuk pintu terlebih dahulu,...." tanya carlin membela diri, seolah kini ia yang telah di aniaya.


"Kau pasti tidak akan mendengarnya, dan lagi ini adalah kamarku. Jadi aku bebas keluar masuk dari sini... " jawab axel dengan enteng.


"Ta-tapikan, kau harusnya ingat.Kalau di kamarmu ada orang, ....." ucap carlin dengan terbata.


"Lalu,....terserah aku lah. Inikan kamarku" jawab axel seraya berjalan mendekat membuat carlin panik.


"Salah kau sendiri, ada kamar mandi kenapa memakai pakaian di sini." ucap axel bersikap seolah ia tidaklah bersalah, hal tadi murni kecerobohan yang di lakukan carlin, di sini ia hanyalah korban yang tertindas karena melihat pemandangan yang menyegarkan mata tadi.


"A-apa......" ucap carlin tak percaya, apakah pria di hadapannya melihat semuanya tadi.


"Ternyata kau memiliki tubuh yang bagus ya....."ucap axel berjalan perlahan menghampiri carlin dengan senyum menyeringainya.


Carlin sudah tak bisa lagi berkata-kata, ia benar-benar malu. bagaimana bisa seorang pria yang baru semalam ia kenal bisa melihat tubuh polosnya, oh......tidak, ini tidak mungkin, harga dirinya akan hilang di mata axel.


"Aku kira kau memiliki dada yang datar, tapi ternyata dugaanku salah ketika melihatnya secara langsung...." dengan gamblangnya axel mengatakan hal yang sangat memalukan untuk di bicarakan bersama seorang gadis seperti carlin.


"Kau.....ka-u, benar-benar keterlaluan...."sentak carlin seraya melangkah mundur, melihat axel yang terus melangkah mendekat padanya.


"Keterlaluan apanya, memangnya apa salahku. Itu semua murni kecerobohan mu" kilah axel seraya tersenyum menyeringai.


"Kau sendiri yang memperlihatkan tubuhmu sendiri padaku, apa salahku yang tak sengaja melihatnya...."ucap axel dengan wajah sendu, seolah memang ia yang tertindas di sini.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak memalingkan wajah,hah...."sentak carlin menatap tajam axel yang kini hanya berjarak beberapa langkah dari nya.


Carlin terus melangkah mundur hingga tubuhnya terbentur pada tembok, ia berencana untuk lari namun tangan axel dengan cepat menghalanginya di kedua sisi.


"Aku juga seorang pria normal, bagaimana bisa aku menyia nyiakan pemandangan indah yang tersuguh di depanku......" jawab axel menyudutkan carlin, ia merapatkan tubuh mereka hingga bersentuhan.


"Dasar pria mesum...." sarkas carlin memundurkan kepalanya, karena mereka benar-benar sudah tak berjarak lagi.


"Mesum...." axel mengulang kata yang di ucapkan carlin dengan mata yang menatap intens wajah carlin.


"Ya, kau benar-benar pria mesum. Kau memang suka mengambil kesempatan dalam kesempitan" sarkas carlin menatap mata cokelat axel yang tampak indah, ia benar benar menatap wajah tampan ini dari dekat.


"Benarkah....."tanya axel memerhatikan setiap inci wajah cantik carlin, hingga pandangannya berhenti pada bibir tipis merah muda carlin yang tampak menggoda, terlihat sangat manisĀ  apalagi bibir itu masih sedikit basah karena carlin yang baru saja selesai mandi.


"Apakah ini termasuk...." ucap axel tiba-tiba yang membuat carlin mengernyit kening bingung. Axel menarik pinggang ramping carlin agar lebih mendekat padanya.


Cup


Axel melepaskan pegangannya dari pinggang carlin, memundurkan langkahnya seraya menyunggingkan sudut bibirnya. Tersenyum menyeringai melihat carlin yang tampak terdiam, mungkin gadis itu masih merasa syok atas kejadian yang menimpanya beberapa detik yang lalu.


Ia melangkah mundur,berjalan menuju pintu. Ia memperhatikan carlin yang masih terdiam di tempatnya.


Cklek


pintu kamar di buka oleh axel, yang langsung menyadarkan carlin kembali. Sontak saja carlin langsung menatap kesal pada axel yang kini sudah berada di ambang pintu dengan salah satu tangan yang memegang handel pintu.


"Dasar, pria gilaaaaa......." teriak carlin sekencang-kencangnya, melampiaskan kekesalannya yanh tidak bisa langsung ia lampiaskan pada axel.


Axel buru-buru menutup pintu kamar, dengan wajah yang bahagia. Ia bahkan tertawa kecil mendengar carlin berteriak kesal dengan memanggilnya pria gila.


Ia berlari kecil menuruni anak tangga seraya tertawa kecil.Setelah di buat kesal oleh gavin, kini ia kembali di buat bahagia karena mengerjai carlin.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang kau lakukan pada gadis itu, kenapa dia selalu berteriak kesal....?" tanya gavin yang kebetulan telah keluar dari kamarnya.


"Kau tidak perlu tahu. Ayo, sekarang kita pergi....." ucap axell melangkah pergi menuju pintu masuk utama,di ikuti oleh gavin di belakangnya.


"Lalu, bagaimana dengan gadis itu?" tanya gavin membuka pintu mobil, lalu duduk di kursi pengemudi. Sedangkan axel sudah duduk di kursi penumpang.


"Biarkan saja, aku tidak akan mau menuruti perkataanya itu....." jawab axel dengan santai seraya duduk dengan bertumpang kaki.


"Memangnya apa yang di inginkan gadis itu?" tanya gavin mulai melajukan mobilnya, melaju pergi meninggalkan halaman mansion dan keluar dari gerbang yang di bukakan oleh penjaga yang bertugas menjaga gerbang.


Tin


Gavin menyalakan klakson pada penjaga itu yang membungkukan badannya hormat, lalu mobil keluar dari gerbang dan penjaga itu kembali menutup gerbang.


"Dia ingin aku membantunya untuk mencarikan tempat tinggal..." jawab axel


"Tempat tinggal?,memangnya gadis itu tidak punya tempat tinggal. Bukannya dia anak dari keluarga yang terpandang" ucap gavin seraya mengernyit kening heran.


"Sepertinya dia memiliki masalah dengan keluarganya, kau ingatkan saat kita mengikutinya,dia keluar lewat tembok belakang," tanya axel di angguki oleh gavin.


"jadi waktu itu dia ingin kabur dari rumahnya?" tanya gavin di angguki oleh axel yang duduk di belakang.


"bagaimana kalau nanti dia marah padamu, karena menganggap kau tak menepati janjimu?"tanya gavin dengan tetap fokus mengendarai mobilnya.


"Aku tak peduli dengan hal itu, yang terpenting adalah dia tidak boleh lari dariku......." jawab axel dengan santai seraya memainkan ponselnya.


"Tapi kau harus ingat, dia masih mempunyai keluarga. Kau tidak bisa mengambilnya dari mereka begitu saja....." ucap gavin memperingati bahwa tidak semua yang dia inginkan bisa dia miliki di dunia ini.


"Aku tak peduli...." jawab axel acuh, dengan tatapan yang masih fokus pada ponsel di hadapannya.


Gavin hanya bisa menghela napas panjang, bos nya ini memang sangatlah keras kepala. Dia tidak pernah memperdulikan orang lain, jika ada yang dia inginkan berarti harus dia miliki bagaimana pun caranya. Termasuk carlin sekalipun, gadis itu telah membuatnya tertarik, maka dengan cara apapun gadis itu harus menjadi miliknya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2