
"kau tidak perlu meminta maaf karena apapun, aku yang harusnya meminta maaf padamu karena membuatmu seperti ini." ucap kiara pada Haiden
sebenarnya kiara tidak tahu apa yang diucapkan dirinya saat ini pada Haiden dan hanya bisa mengikuti alurnya saja
"hm…tidak, aku memang salah…seharusnya aku tidak mengurungmu dan menyakitimu…dan sekarang aku juga telah menghisap darahmu." ucsp Haiden dengan linglung pada Kiara
Kiara menggeleng gelengkan kepalanya kemudian mengangkat Haiden yang kini tidak sadarkan diri naik ke kamar Haiden
disana Kiara langsung membaringkan Haiden dan menjaga Haiden disamping Haiden semalaman dan akhirnya tertidur
keesokan harinya Haiden bangun lebih dulu dan melihat Kiara yang tertidur di sampingnya
"kau merawatku lagi…tanpa mempedulikan aku yang selalu menyakitimu…dasar gadis bodoh." ucap Haiden pada Kiara yang tertidur
Haiden setelahnya bangun dan mengangkat Kiara naik ke kasurnya dan menyelimuti Kiara dengan lembut kemudian pergi mandi
two berselang lama Kiara terbangun dan melihat sekelilingnya yang agak asing
"oh iya…aku membawa Haiden tidur ke kamarnya dan lupa untuk pulang ke kamar sendiri dan tidur." ucap Kiara pada dirinya sendiri
"oh iya…Haiden sepertinya kemarin malam bilang kalau dia mengalami menyakit yang semacam vampir…dan kemarin tanggal lima belas…berarti penyakit haiden akan kambuh setiap tanggal lima belas?" ucap Kiara pada dirinya sendiri
"wanitaku ternyata sangat cerdas, mengetahui dengan cepat kapan penyakitku kambuh tanpa diberitahukan." ucao haiden yang keluar dari kamar mandi
Kiara yang melihat haiden yang baru selesai mandi dan melihat otot otot tubuh haiden terkejut dan langsung menutup matanya
"Ka-kau…bisakah kau mengenakan pakaian dulu baru berbicara denganku?" ucap Kiara dengan panik sambil menutup matanya dan tidak berani menatap haiden
haiden yang melihat Kiara tidak ingin melihatnya setengah telanjang tersenyum kecil kemudian mendekati Kiara
__ADS_1
"apa nona kecil ingin…melihat otot otot tubuhku?" ucso haiden seraya menarik kedua tangan Kiara yang menutup kedua tangan Kiara
Kiara yang langsung melihat otot otot tangan tubuh haiden terkejut dan merona merah
"kau…menjauh dariku, dan lagi cepat pergi pakai pakaianmu sekarang juga." ical Kiara pada Haiden
"baik nona kecil yang manis." ucap haiden kemudian pergi menggunakan pakaiannya kemudian kembali lagi ke Kiara
"sekarang apakah sudah boleh?"ucap haiden pada Kiara seraya menunjukkan dirintis yang telah berpakaian rapih
"hm…boleh apa?" ucap Kiara dengan bingung pada haiden
"ck! boleh ini sekarang?" ucap haiden seraya menunjuk ke arah pipinya dengan tatapan memelas pada Kiara
Kiara yang mengetahui kemauan haiden terkekeh kecil dan menolak permintaan dari haiden dengan sangat cepat
"ugh…", ragu ragu kiara
setelah keragu raguan tersebut Kiara perlahan mencium pipi haiden dengan singkat dan cepat
"apakah begini boleh?" ucap Kiara pada haiden
haiden menatap Kiara kemudian tersenyum kecil dan langsung mencium Kiara tanpa persetujuan Kiara
sedangkan Kiara yang tiba tiba di cium paksa terkejut dan langsung meronta ronta dalam pelukan haiden
"uh…lepaskan…aku…" ucap Kiara yang sudah mulai kehabisan napas karena terus berciuman dengan haiden
haiden yang merasa kaira akan kehabisan napas langsung berhenti mencium Kiara dan berdiri menatap Kiara
__ADS_1
"teknik ciumanmu terlalu payah, kau harus dilatih dengan baik nanti." ucsp haiden pada Kiara
"kau…kau…kau mengambil…ciuman pertamaku…begitu saja? aku tidak Terima! dasar brengsek kurang hajar!" ucap Kiara seraya melemparkan sebuah bantal ke arah haiden
haiden terkekeh kecil kemudian perlari turun ke bawah Dan Langsung menuju ke ruang makan
disana terlihat banyak makanan kesukaan Kiara yang disajikan disana
"Kiara! ayo, turun ke bawah sini! lihat, semua makanan kesukaanmu ini!" ucso haiden yang sedikit berteriak pada Kiara yang masih ada di kamar haiden
Kiara mendengar panggilan dari haiden dan langsung turun ke bawah dan melihat apa yang terjadi
"cepat turun sini, lihat aku menyiapkan semua makanan kesukaanmu." ucap haiden pada Kiara
Kiara menatap haiden sejenak kemudian duduk dan menikmati makanan kesukaannya
"hm…kenapa ya? desas desus mengatakan kalau kau itu orangnya dingin, kejam, dan menakutkan…tapi kenapa pas aku liha dan perhatikan…kau sepertinya tidak dingin, kejam, dan menakutkan, kenapa ya?" ucap Kiara pada haiden dengan bingung
"itu karena…aku mencintaimu…dan aku tidak akan bersikap dingin padamu ataupun terlalu kejam padamu juga tidak akan menakut nakutimu." ucap haiden pada kiara sambil makan
Kiara hanya Mendengarkan perkataan dari haiden dan terus makan
setelahnya Kiara kembali ke kamarnya dan mandi dan ditemani dengan beberapa pelayan yang ada di samping kanan dan kiri Kiara
"Kiara! kau jangan keluar rumah ya! jika kau mau jalan jalan diluar minta saja pada pelayan untuk menemanimu jalan jalan ditaman atau di depan sana! aku pergi dulu ya!" ucap haiden yang sedikit berteriak pada Kiara yang ada di dalam kamarnya
Kiara tak membalas perkataan dari haiden dan hanya diam di dalam kamarnya seharian penuh tanpa melakukan apapun
see you
__ADS_1