
Tok! Tok! Tok!
suara ketukan pintu
"masuk." ucap haiden sambil bekerja
kriek!
suara pintu dibuka
"Presdi, ini dokumen yang harus anda tanda tangani." ucap karyawan perempuan tersebut pada haiden
"taruh saja disitu." ucap haiden yang mengabaikan karyawan perempuan seksi itu
sang karyawan yang merasa terabaikan mengerutkan dahinya dan mendekati haiden yang tengah sibuk bekerja
"Presdir~jika kau kelelahan bekerja, biarkan aku memijatmu sebentar." ucap karyawan perempuan itu pada haiden seraya memperlihatkan belahan dadanya pada haiden
haiden tak menghiraukan karyawan perempuan itu dan terus mengetik
"ck! baiklah kau duduk di sofa sana dan aku tanda tangani dokumen ini." ucap haiden yang muak terus digoda
karyawan perempuan itu merasa telah setengah jalan dalam menaklukkan haiden akan tetapi dia salah
ketika dia menoleh ke arah sofa yang haiden tunjukkan pada dirinya karyawan perempuan itu melihat Kiara yang sedang enakan tidur menggunakan baju jas haiden sebagai selimut hangat
karyawan perempuan itu terkejut dan berhenti berjalan dan menoleh ke arah haiden yang sedang menanda tangani dokumen
"permisi presdir…kalau boleh tahu siapa wanita yang tidur di sofa presdir?" ucap karyawan perempuan itu pada haiden
"dia adalah istriku, tolong jangan ganggu tidurnya atau kau kupecat." ucap haiden dengan nada ancaman yang disertai oleh Aura membunuh di sekiranya
karyawan perempuan itu terkejut dan langsung mendekati haiden dengan baju terbukanya
"ambil dokumen ini dan pergi dari sini sekarang." ucap haiden dengan tatapan membunuh pada karyawan perempuan itu
karyawan perempuan itu terkejut dan ketakutan dan segera mengambil dokumen tersebut dan pergi dari sana
'dasar! siapa lagi wanita itu? beraninya mendekati presdir ku! presdir hanya bisa denganku yaitu kesya Argantara.'Gumam kesya dalam hatinya sambil memaki Kiara dalam hatinya
sedangkan orang yang dimaki langsung bangun dari tidurnya dan bersin
haiden yang terkeju dengan Kiara yang bersin seketika menatap Kiara
__ADS_1
"ada apa denganmu?" ucap haiden pada Kiara
"aku juga tidak tahu…mungkin ada seseorang yang sedang memakiku." ucap Kiara pada haiden
haiden meng oh kan perkataan dari Kiara dan lanjut bekerja
sedangkan Kiara yang sudah tidak bisa tidur langsung berdiri dan pergi ke meja kerjanya
Sesampainya Kiara di sana terlihat semua dokumen yang harus Kiara kerjakan sudah selesai dibuat dan tersusun rapi di atas mejanya
"apa kau yang mengerjakannya?" ucap Kiara pada haiden
haiden mengangguk anggukkan kepalanya menanggapi perkataan dari Kiara
Kiara yang melihat jawaban dari haiden sungguh tak menyangka dan menganga
"kau sungguh mengerjakannya untukku? sangat tidak normal dan agak aneh…tapi sudahlah yang penting sekarang semua pekerjaannku sudah selesai." ucap Kiara dengan senang seraya berjalan menuju Ke sofa dan duduk
"siapa bilang pekerjaanmu belum selesai, sini pijat aku, kau sangat tidak peka ya, lihat aku kelelahan mengerjakan dia tugas sekaligus dan sebagai gantinya kau memijatku." ucap haiden pada Kiara yang baru saja duduk
"tapi kan…aku baru bangun dan menstabilkan diriku setelah bangun." ucap Kiara dengan tatapan memelas pada haiden
"tidak ada tapi tapian, kesini sekarang dan pijat aku." ucap haiden dengan nada memerintah pada Kiara
Kiara yang mendengar kata gaji tambahan segera dengan terpaksa berdiri dan berjalan menuju haiden dan memijat haiden
suasana disana kini menjadi suasana Canggung di antara keduanya
tak berselang lama telpon kantor haiden berbunyi dan berhasil membuyarkan suasana canggung itu
kring! kring! kring!
bunyi telpon
haiden meraih telpon tersebut dan Mengsngkatnya,"halo ada apa?" ketus haiden
'tuan…ada sebuah geng yang menyerang Markas, mereka memaksa kami untuk menelepon anda dan meminta anda kemari segera.' bisik seseorang yang menelepon haiden
setelah mendengar perkataan yang berasal dari telpon tersebut haiden segera menutup telponnya dan berdiri mengambil jasnya dan pergi dari sana
"aku ada urusan sebentar, kau tunggulah aku disini, jika ada pekerjaan tolong kerjakan untukku jika kau tidak tahu taruh saja." ucap haiden pada kiara kemudian langusng pergi
Kiara yang langsung ditinggal dengan tugas yang berat langsung mematung dan melihat kepergian haiden
__ADS_1
"ada apa ini? aku ada diman? aku siapa?" ucap Kiara pada dirinya sendiri
sedangkan haiden yang kini ada di dalam mobilnya langsung mengegas mobilnya dengan kecepatan penuh dan langsung menuju ke markasnya
tak berselang lama haiden tiba di Markas dan melihat beberapa bawahannya telah mamak belur dan geng yang mengganggu di markasnya
"apa kau yang melakukan itu pada anak buah ku?"ucao haiden dengan tatapan membunuh pada ketua geng tersebut
"heh! memangnya kenapa kalau aku menghajar anak buahmu? kau mau apa? menghajarku?" ucap ketua geng tersebut pada haiden
haiden yang kini amarahnya memuncak langsung meninju perut ketua geng tersebut di depan para anggotanya
seketika semua anggota geng itu menyerang haiden dengan sekali serangan
haiden yang dikepung melepaskan jasnya dan mulai berkelahi dengan semua anggota geng itu
dan den cepat dapat haider bersihkan semua anggota anggota geng tersebut yang menyerangnya
terlihat ketua geng itu ketakutan dan mundur lalu berlari kembali
"kalian baik baik saja kan?" ucap haiden pada anak buahnya yang babak belur
"Ketua…akhirnya anda datang juga! kami, sangat mengkhawatirkan anda dalam perjalanan menuju kemari."ucap salah satu anggota haiden yang babak belur
"hm…tapi…kapan Ketua akan memiliki pasangan? kebanyakan dari kami sudah punya pasangan loh, dan sebagian lagi sudah punya anak dan istri yang cantik dan imut." ucap salah satu anggota haiden yang babak belur pada haiden
"eh…aku sudah punya pasangan kok, dia sangat cantik dan lucu, namanya…rahasia." ucP haiden pada anak buahnya
"apa?! ketua Sudah punya pasangan? kenapa kami tidak tahu?" serentak semuanya secara bersamaan dengan ekspresi terkejut
"kapan Ketua membawa pasangan ketua?" ucap salah satunya lagi pada haiden
"ck! kalian ini! dengar dulu…aku tidak ingin membuat pasanganku dalam bahaya karenaku, dan aku tidak ingin pasanganku terlibat dalam masalah politik yang seperti ini." ucap haiden pada semua anggotanya
seketika semua anggota haiden menatap haiden dengan mata berbinar binar
"ketua benar benar…sangat sempurna, wanita yang ketua jadikan pasangan pasti sangat beruntung." ucap salah satunya lagi pada haiden
haiden yang telah menyelesaikan tugasnya di markasnya langsung pergi dan meninggalkan Markasnya yang kacau belau dengan beberapa anggota yang babak belur
sedangkan disisi lain terlihat Kiara yang mendapatkan masalah besar di kantor haiden
terlihat kiara yang sedang berusaha menyayingi Ketiga wanita yang sedang mencari masalah dengannya
__ADS_1
see you