Terjerat Penjara Cinta Sang Mafia

Terjerat Penjara Cinta Sang Mafia
CHAPTER 16


__ADS_3

terlihat di Koridor sekolah kiara sedang di hadang beberapa murid laki laki


"lepasin gak." ucap kiara dengan tatapan dingin


"aku gak akan lepasin sebelum kamu mau ikut denganku jalan jalan." ucap murid laki laki itu pada kiara


"uh…baiklah…tapi lepaskan tanganmu dariku." ucap kiara pada murid laki laki itu


"oh…maafkan aku." ucap murid laki laki itu kemudian pergi jalan jalan bersama dengan kiara di sampingnya


"kenlin nama aku Leo, siapa namamu?" tanya Leo pada kiara


"namaku kiara." ketus kiara pada Leo


"kita ke sana yuk." ucap Leo sambil menarik tangan kiara


terlihat mereka berdua sedang membeli es krim dan setelahnya masuk ke kelas masing masing


tak di rasa jam pulang sekolah telah tiba dan mobil penjemput kiara telah terlihat di depan gerbang sekolah


kiara yang melihat hal tersebut terkejut dan melihat sekelilingnya kemudian langsung berlari dengan cepat dan masuk ke mobil


"siapa laki laki yang bersamamu tadi." ucap seseorang yang juga ada di dalam mobil


seseorang itu tak lain tak bukan adalah haiden


"itu bukan urusanmu."Ucap kiara pada haiden


"bukan urusanku? dia mendekati wanitaku jadi tentu saja itu urusanku." Ucap haiden pada kiara


"biar Kuberitahu sekali lagi, kau selamanya adalah wanitaku dan wanita yang akan ku nikahi hanyalah kau." ucap haiden pada kiara


kiara yang mendengar kata kata yang keluar dari mulut haiden terkejut dan seketika merona dan membalikkan wajahnya ke arah lain


tapi haiden yang kurang paham kalau kiara sedang marah dengannya dan tidak mau melihat dirinya


haiden menggerakkan giginya dan memaksa kiara menatap ke arahnya kemudian ia mengambil kesempatan tersebut dan mencium kiara


"um…lepaskan…"berontak kiara pada haiden yang tak berhenti menciumnya

__ADS_1


perlahan haiden turun ke bawah dan mencium bagian bagian tubuhnya


"tidak…aku tidak mau…lepaskan…" ucap kiara yang kini menangis


haiden yang menyadari hal tersebut terkejut dan langsung berhenti


setelahnya haiden memeluk Kiara dan membiarkannya tidur di pangkuannya


"kau tidurlah dulu." ucap haiden pada kiara


kiara tak menggubrisnya dan hanya menutup matanya dan berakhir tertidur


tak Lama kemudian mereka sampai di rumah


"tuan, kita sudah sampai." Ucap supir haiden


"kau ingin membangunkannya? pelankan suaramu." Ucap haiden pada supir tersebut


supir tersebut sedikit terkejut dan langsung mengangguk anggukkan kepalanya dan pergi dari sana


sedangkan haiden yang melihat Kiara tertidur di pangkuannya merasa sedikit bersalah pada kiara


setelahnya haiden menggendong kiara dan masuk ke rumah kemudian naik ke kamar dan membaringkan kiara


malam harinya kiara terbangun dan melihat haiden di hadapannya yang sedang tertidur dan memeluk tubuhnya


kiara mencoba memberontak dan keluar dari pelukan haiden tapi sia sia


"tidurlah sebentar lagi." Ucap haiden pada kiara


"ugh…" kiara terpaksa menuruti kemauan haiden dan berdiam diri di dalam pelukan haiden


akhirnya mereka tertidur lagi hingga hampir tengah malam


kruyuk…


suara perut Kiara yang kelaparan


"hei…bangunlah, aku kelaparan ini." ucap Kiara pada haiden

__ADS_1


haiden yang mendengar apa yang Kiara katakan padanya langsung bangun dan menarik tangan Kiara pergi ke luar dan turun ke ruang makan


"kau mau makan apa biar aku buatkan untukmu." ucap haiden pada Kiara


"kau… bisa memasak?" tanya Kiara dengan sedikit ragu ragu pada haiden


"kau meragukanku? cepat katakan, apa yang ingin kau makan?" ucap haiden pada Kiara


"kau mau makan steak, mie rebus, tumis udang, tempe goreng, dan paha ayam panggang." Ucap Kiara pada haiden


"kau ini babi atau apa? makanan yang ini kau makan banyak juga." Ucap haiden pada Kiara


"sudah, masak saja, aku tunggu di meja makan." ucap Kiara kemudian duduk menunggu di ruang makan


setengah jam berlalu dan kini telihat haiden yang mendorong troli makanan ke meja Kiara


"makanlah semuanya, habiskan juga kalau bisa." ucap haiden pada Kiara


Kiara tak membalas perkataan haiden dan langsung menyantap makanannya dengan sangat rakus


dan dalam beberapa menit saja semua makanan yang dihidangkan di hadapannya habis tak tersisa


"apa?! kau menghabiskan semuanya dan tak menyisakan sedikit untukku?" tanya Haiden pada Kiara


"ups…baiklah aku akan membuakanmu masakan kesukaanku." ucap Kiara pada haiden kemudian beralih ke dapur dan langsung memasak


sedangkan haiden yang baru pertama kali di masakkan makanan oleh Kiara terkejut dan langsung merapikan bajunya dan duduk dengan anggun menunggu masakan Kiara selesai


tak lama setelahnya terlihat Kiara yang keluar dengan semangkuk sup hangat di loyan


"makanlah ini, ini sangat baik untuk menghangatkan lambungmu." Ucap Kiara pada haiden


"hm…baiklah." ucap haiden kemudian memakan sup buatan kiara dengan penuh perhitungan dan menghabiskannya dalam sekali makan


hal tersebut terlihat oleh Kiara dan membuat kiara terkekeh dan naik ke kamar nya


"baiklah, setelah selesai makan cuci semua piring kemudian naik tidur." ucap Kiara kemudian masuk ke dalam kamarnya dan tidur tanpa menunggu haiden


sedangkan haiden yang melihat Kiara yang sangat suka memerintahkan dirinya menggeleng gelengkan kepalanya dan kemudian mencuci piring

__ADS_1


setelahnya haiden naik dan masuk ke dalam kamarnya Kiara dan tidur di samping Kiara


see you


__ADS_2