Terjerat Penjara Cinta Sang Mafia

Terjerat Penjara Cinta Sang Mafia
EP 8 mimpi buruk dimulai


__ADS_3

Dalam perjalanan terlihat haiden yang mengemudikan mobil sangat kesal dengan kejadian tadi di restoran


"susah aku katakan kalau kau tidak diperbolehkan untuk dekat dekat dengan laki laki lain selain diriku tapi kau tetap melanggarnya." ucap haiden dengan kesal pada Kiara


"tapi aku hanya menganggapnya teman dan tidak lebih." ucap Kiara pada haiden


haiden yang kesal karena Kiara langsung mengegas mobilnya dengan kecepatan penuh dan menuju ke kantor sipil dan membuat Akta nikah dengan Kiara


Kiara yang terkejut dengan hal yang haiden lakukan sungguh tak percaya


"apa apaan ini? kenapa kau memaksaku menikah denganmu?" ucap Kiara yang tidak mengerti pada haiden


"ini akan menandakan kalau kita saling mencintai dan tidak ada yang boleh mengambilmu dariku." ucap haiden pada Kiara


"apa? tanda kita saling mencintai? tapi aku tidak mencitaimu sama sekali!" bentak Kiara pada haiden


haiden yang muak dengan perkataan Kiara terhadap dirinya langsung kembali ke mobil dan menarik Kiara ke dalam mobil


"masuk dan kita kembali ke rumah." ucap haiden pada Kiara


Kiara yang ditarik paksa merasakan sakitnya dan terus meronta untuk di lepaskan


haiden yang kini marah mengabaikan perkataan dari Kiara dan terus menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh menujucke rumahnya


"haiden! dasar brengsek!" ucap Kiara dari belakang haiden


tak berselang lama haiden dan Kiara masuk ke dalam rumah


terlihat haiden yang menarik Kiara masuk ke dalam kamarnya


"Kiara! apa kau tahu? aku mencintaimu dan tidak ada yang berhak mencintaimu selain diriku, mengerti." ucap haiden pada Kiara


"mulai sekarang kau tidak diperbolehkan untuk keluar rumah lagi, kau tidak perlu pergi bekerja lagi." ucap haiden pada Kiara


"what? apa? tunggu tunggu, kau melarang aku keluar rumah dan bekerja? tapi atas dasar apa?" ucap Kiara pada haiden

__ADS_1


"karena kalau kau keluar kau akan dekat dekat dengan laki laki lain dan kau akan meninggalkanku dan pergi dengan laki laki itu." ucap haiden dengan kesal pada Kiara


haiden yang kini marah seperti hewan Buas dan langsung merobek pakaian yang dikenakan Kiara


Kiara yang pakaiannya langsung dirobek tanpa persetujuannya terkejut dan langsung menutuoi seluruh tubuhnya menggunakan tangannya


"akh! apa yang kau lakukan? cepat berhenti!" ucap Kiara pada Haiden


haiden tak membalas perkataan dari haiden dan terus merobek pakaian kiara dan menindih tubuh Kiara


"kau selamanya adalah milikku, dan hanya milikku seorang." ucap haiden pada Kiara


secara perlahan haiden mencium kiara dengan sangat brutal dan kedua tangannya yang terus meraba tubuh kiara


Kiara yang mendapatkan perlakuan seperti itu merasa tidak Terima dan mencoba untuk melepaskan diri dari jeratan haiden akan tetapi hal tersebut hanya sia sia saja


"lepaskan aku…berhenti…hiks…" ucap Kiara yang kini menangis


terlihat banyak butiran butiran air bening yang keluar dari pelupuk mata Kiara


"i-ini…aku…minta Maaf, aku telah kelewatan padamu." ucao haiden dengan rasa bersalah pada Kiara seraya berbaring di samping Kiara sambil memeluk Kiara


Kiara yang melihat haiden langsung tertidur sambil memeluk dirinya mengalah dan ikut tidur walau terpaksa


keesokan harinya haiden bangun lebih dulu dan melihat Kiara yang masih tertidur dalam pelukannya


"hm…wanita, sebenarnya apa yang telah kau perbuat padaku hingga aku begitu tergila gila padamu hari demi hari." ucap haiden pada Kiara yang masih tertidur


haiden mengelus gelus wajah cantik putih Kiara yang beralih ke bibir lembut dan empuk Kiara


"setelah dipikir pikir…bibir Kiara juga…sedikit lembut dan empuk, rasanya aku ingin menciumnya lagi dan lagi."ucap haiden pada dirinya sendiri


sedangkan Kiara yang terlihat sedang bermimpi buruk tak bisa bangun dan hanya bisa bernapas dengan cepat seperti sesak napas


haiden yang menyadari Kiara yang tak kunjung bangun dan seluruh tubuhnya yang panas dan berkeringat dingin serta terlihat sesak napas langsung bangun dan mengecek keadaan Kiara

__ADS_1


"apa yang terjadi padamu? hei, bangun cepat." ucap haiden yang mencoba menggoyang goyangkan tubuh Kiara


Kiara yang digerakkan seperti itu langsung membuka matanya dan bangun dengan terkejut


"akh! hah…hah…hah…aku bangun juga." ucap Kiara pada dirinya sendiri yang kini semakin berkeringat dingin


"apa yang terjadi? seluruh tubuhmu berkeringat dingin dan kau seakan akan sesak napas tadi." ucap haiden pada Kiara


"aku…tidak bisa keluar dari mimpiku tadi…anu sudah bangun tapi aku masih melihat mimpiku, aku mau memanggilmu tapi mulutku seakan akan ditutup rapat dan aku hanya bisa bernapas dengan sangat cepat agar kau bangun dan menolongku." ucap Kiara pada haiden


"dalam mimpiku aku merasakan dicekik dibagian leher oleh seseorang." ucap Kiara pda haiden yang masih dalam keadaan terkejut


"sudah berhenti berbicara, ini minum air dulu." ucap haiden pada Kiara sambil memberikan kiara segelas air putih


Kiara langsung mengambil air tersebut dan meminumnya dalam sekali tegukan


"Terima kasih…" ucap Kiara pada haiden


haiden tersenyum menanggapi ucapan terima kasih dari Kiara


"sudah, sana pergi mandi dan turun ke bawah makan, bibi pelayanmu telah menyiapkan semua makanan kesukaanmu."ucap haiden pada Kiara


Kiara mengangguk pelan kepalanya kemudian turun dari kasur dan pergi mandi


setelah mandi Kiara menggunakan baju yang haiden telah Siapkan untuknya


sesudahnya. Kiara turun dan melihat haiden yang sedang menunggu dirinya di meja makan


terlihat semua makanan yang disajikan di atas meja adalah makanan kesukaan Kiara


Kiara turun dengan menuruni anak tangga dan langsung duduk di kursinya dan makan tanpa menghiraukan haiden


haiden yang diabaikan bisa mengerti dan ikut makan tanpa berbicara pada Kiara sedikitpun


see you

__ADS_1


__ADS_2