Terjerat Penjara Cinta Sang Mafia

Terjerat Penjara Cinta Sang Mafia
CHAPTER 17


__ADS_3

Sedangkan haiden yang melihat Kiara yang sangat suka memerintahkan dirinya menggeleng gelengkan kepalanya dan kemudian mencuci piring


setelahnya haiden naik dan masuk ke dalam kamarnya Kiara dan tidur di samping Kiara


......................


keesokan harinya kiara terbangun dengan melihat haiden yang lagi lagi tertidur di sampingnya


dan bagi kiara itu adalah hal tersebut


setelahnya kiara bangun dan mandi setelahnya mengenakan bajunya dan kemudian turun ke bawah dan memasak sesuatu untuk dia bawa ke kampusnya


tak lupa juga dengan sarapan untuk haiden bawa ke kantornya


"bibi, nanti kalau haiden mau ke kantor katakan padanya kalau aku ada menyiapkan bekal untuk haiden sebagai tanda Terima kasihku padanya." ucap Kiara pada seseorang kepala pelayan yang ada di sampingnya


tak lama setelahnya Kiara naik lagi ke kamarnya dan mempersiapkan buku yang akan dia bawa ke kampus


dan di saat yang bersamaan haiden terbangun karena mendengar kebisingan yang Kiara ciptakan


"hm…kau sudah mau berangkat?" tanya haiden pada Kiara


"iya, kau tidak perlu mengantarku ke kampus, aku bisa berangkat sendiri." ucap Kiara kemudian turun ke bawah dan berangkat duluan ke kampus


sedangkan tak lama setelah kepergian Kiara haiden turun ke bawah dengan lengkap dan siap pergi ke kantornya


"eh? Tuan, nyonya berpesan pada saya kalau nanti tuan turun berikan bekal ini pada tuan sebagai tanda Terima kasihnya pada anda." ucap kepala pelayan tersebut pada haiden

__ADS_1


haiden yang mendengar apa yang pelayannya katakan terkejut dan segera mendekat dan mengambil bekal yang ada di tangan kepala pelayan tersebut


"baik aku ambil, kau pergilah lanjutkan kerjaanmu." ucap haiden pada kepala pelayan tersebut sambil terus memandangi kotak bekal yang Kiara siapkan untuknya dengan penuh perasaan


"tak di sangka dia membuatkanku sebuah bekal, aku akan memakannya jika waktu jam makan siang tiba nanti." ucap haiden kemudian pergi ke kantor dengan full senyuman


semua karyawan yang melihat hal tersebut terkejut dan menganga


"ini…apakah dia adalah CEO kita?" tanya salah satu karyawan pada karyawan lainnya


"kayaknya iya, tapi apa yang membuat CEO dingin itu luluh dan tersenyum lebar begitu?" ucap karyawan lainnya


"um…lebih baik kita urusi urusan kita aja dari pada berurusan dengan CEO, kita dapat di pecat kapan saja jika mengganggu masa bahagia CEO." ucap karyawan lainnya kemudian lanjut bekerja lagi


"entah siapa yang telah menunggu CEO tersenyum lebar begitu, siapapun dirimu aku ucapakan Terima kasih." ucap karyawan lainnya kemudian juga ikut bekerja bersama dengan yang lainnya


semua laki laki Yang melihat Kiara bersin langsung bergerak cepat dan memberikan Kiara tisu


"i-ini…" ucap Kiara yang tidak tahu apa yang akan dia katakan


"kalian bisa gk menyingkir? kalian menghalangi jalan saja." ucap Kiara pada semua laki laki itu dengan tatapan tajam


"ekh…baik baik, nona manis silahkan lewat sini." ucap semuanya secara bersamaan pada Kiara


Kiara tak menggubris apa yang semuanya katakan padanya


Kiara hanya mengurusi apa urusannya di rumah dan di kampus dan tidak ingin dekat dekat dengan laki laki lain

__ADS_1


karena kalau tidak mungkin dia akan terjebak dengan hukuman dari haiden dan incaran para wanita yang tertarik pada semua laki laki itu


dan yang benar saja kini terlihat banyak wanita yang iri pada Kiara dan menatap benci pada Kiara


Kiara yang mengetahui hal tersebut berpura-pura mengabaikannya dan duduk di kursinya dan mulai mempelajari apa yang akan dia pelajari pada jam pelajaran pertama


kring! kring! kring!


suara bell berbunyi


"waktunya masuk, anak anak hari ini kita akan ujian." ucap guru mata pelajaran yang tiba tiba memasuki ruang kelas Kiara


Kiara yang mendengarnya santai dan slow karena dia telah belajar sebentar sebagai jaga jaga


"untung aku belajar." ucap Kiara sambil mengambil kertas ujiannya


"baiklah anak anak, kerjakan dengan jujur dan berikan jika selesai." ucap guru tersebut kemudian kembali ke mejanya dan menunggu


Kiara yang mengetahui semua jawabannya dalam sekali lihat tersenyum menyeringai dan mengerjakannya dengan kecepatan penuh


dalam seperempat jam telah berlalu dan terlihat Kiara yang telah selesai mengerjakan ujiannya dan pergi memberikan guru mata pelajaran tersebut hasil ujiannya


"ini kertas ujian saya bu, bisa kah saya keluar sebentar? saya mau ke toilet." ucap Kiara pada guru mata pelajaran tersebut


"boleh, silahkan pergi." ucap guru mata pelajaran tersebut dengan lembut pada Kiara


sedangkan murid murid lain yang melihat Kiara selesai dengan cepat terkejut dan menjadi semakin iri pada Kiara

__ADS_1


see you


__ADS_2