
di dalam sebuah ruangan yang bernuansa gelap terlihat dua orang laki laki yang sedang berbincang
satunya tertawa dan satunya lagi bermuka kesal melihat temannya yang menertawakan dirinya
"kenapa kau tertawa? apanya yang lucu?" ucap haiden pada arga yang tak henti hentinya tertawa
"tidak ada apa apa, hanya merasa lucu mendengar penjelasanmu barusan." ucap arga pada haiden
"memangnya apa yang lucu dari penjelasanku barusan?" ucap Haiden yang bingung
"haih…dasar anak polos, kau itu sedang jatuh cinta namanya dan kau hanya tidak ingin mengakuinya saja." ucap arga pada haiden
"jatuh cinta? padanya? itu tidak mungkin." ucap haiden pada arga dengan penolakan yang terang terangan
"aih…dasar keras Kepala, dengar ini dengan jelas, apa kau merasakan perasaan yang aneh ketika dekat dengannya maupun melihatnya dari jauh?" ucap arga pada haiden
haiden mengangguk anggukkan kepalanya menjawab pertanyaan dari arga
"apa kau pernah ingin melakukan itu padanya? dan apa kau tidak ingin jauh dengannya?" ucap arga lagi pada haiden
"semua pertanyaanmu itu kenapa selalu aku rasakan? aku juga sering ingin melakukan itu padanya juga tiba tiba Muncul perasaan yang tidak ingin kehilangan dirinya." ucap haiden pada arga
"hehehe…terakhir apa kau tidak ingin melepaskan dia pergi bersama dengan pria lain selain dirimu?" ucap arga dengan tatapan aneh
haiden tak berbicara sepatah katapun karena semua pertanyaan dari arga sangat tepat sasaran padanya dan hanya mengangguk anggukkan kepalanya saja
"hahahahaha…kan, itu tandanya orang lagi jatuh cinta, lebih baik kau jaga istri kecilmu itu, jangan sampai ada seseorang yang memasuki hatinya selain dirimu." ucap arga pada haiden
"dan lagi, wanita itu tidak suka laki laki yang begitu kasar padanya dan membatasi kebebasannya, mungkin suatu hari nanti wanitamu itu akan pergi dengan laki laki lain karena dirimu sendiri." ucap arga lagi pada haiden
"terakhir, jika kau ingin dia selalu bersamamu selamanya kau bisa mengurungnya di rumahmu atau Dikamarnya agar dia tidak bisa kemana mana dan hanya tinggal disisimu selamnya." ucap arga lagi pada haiden
haiden mengatakan semua hal tersebut untuk menghasut haiden apakah haiden mencintai Kiara atau tidak
jika iya maka haiden akan mengurung Kiara dan tidak membiarkan Kiara berdekatan dengan laki laki lain selain dirinya
dan terlihat wajah haiden yang begitu serius menanggapi semua perkataan dari arga
"sebaiknya kau menjaga wanitamu teman, didunia ini tidak banyak wanita yang baik seperti dirinya." ucap arga kemudian pergi dari sana meninggalkan haiden sendiri di dalam ruangan bernuansa gelap itu
__ADS_1
haiden terdiam dan terus menerus memikirkan apa yang arga katakan padanya
Haiden terus berjalan bolak balik dan memikirkan setiap perkataan dari arga
tak berselang lama haiden memutuskan untuk mengurung Kiara didalam kamarnya agar dia tidak kemana mana
dan hanya membiarkan Kiara pergi bekerja di perusahaannya dan hanya membiarkan Kiara berada di sisinya
sedangkan orang yang dibicarakan terlihat sedang tidur nyenyak di kamanrya dan bermimpi Indah bersama dengan kedua orang tuanya
brak!
terdengar suara dobrakan pintu yang menggelegar di kamar Kiara
Kiara yang mendengar suara tersebut terbangun dengan terkejut dan melihat pintu kamanrya yang di dobrak oleh haiden
"apa yang kau lakukan? kau merusak pintu kamar ku!"ucap Kiara dengan terkejut
haiden menatap Kiara dan langsung berjalan dan menarik tangan Kiara dan mengeluarkan Kiara dari kamar
setelahnya menarik Kiara ke dalam kamarnya dan menjatuhkan Kiara di atas kasurnya
haiden tak menjawab pertanyaan dari Kiara dan segera naik ke atas kasur
setelahnya haiden tak melakukan apa apa dan berbaring di samping Kiara sambil memeluk kiara dan menyelimuti dirinya dan diri Kiara
Kiara yang melihat kejadian tersebut bingung dan tak bisa berkata apa apa
Kiara meronta ronta dalam pelukan haiden agar Haiden melepaskannya akan tetapi hal tersebut gagal
haiden tidak peduli dan tetap memeluk Kiara dan tidur dengan posisi seperti itu
Kiara terpaksa tidur dalam pelukan haiden karena besok ia harus bangun pagi dan pergi bekerja
keesokan paginya Kiara terbangun dan melihat haiden yang telah tidak ada di sampingnya kemudian langsung mandi dan menggunakan baju kerja yang haiden berikan pandanya di atas meja
sesudahnya Kiara turun ke bawa dan melihat haiden yang telah menunggunya di ruang makan
Kiara yang melihat banyak makanan enak langsung berlari menuruni tangga dan makan tanpa menghiraukan haiden
__ADS_1
sedangkan haiden yang melihat kelakuan Kiara ketika makan terkekeh kecil dan makan
setelahnya mereka berdua berangkat bekerja bersama di dalam mobil yang sama
sesampainya di perusahaan haiden Kiara melihat banyak karyawan dan pegawai yang sibuk bekerja
dalam perjalanan menuju ke kantor haiden Kiara tak henti hentinya di tatap oleh sekelompok karyawan penggosip
Kiara menatap haiden sejenak dan menundukkan kepalanya sambil jalan dengan haiden menuju ke ruangan haiden
"biarkan saja para penggosip itu." bisik haiden pada Kiara sambil memegang tangan Kiara
semua karyawan yang melihat haiden yang memegang tangan Kiara terkeju dan ingin tahu lebih dalam hubungan Kiara dengan haiden
sedangkan haiden yang mengetahui maksud tersembunyi karyawannya segera menarik tangan Kiara menuju ke lift yang ada di depan sana
Kiara yang ditarik paksa terkejut dan hanya bisa mengikuti kemauan haiden mau kemana
di dalam lift terlihat haiden dan Kiara yang hanya berduaan dalam suasana canggung
haiden yang sudah bosan dengan suasana canggung di sana langsung menghadang Kiara dan menatap mata Kiara dalam dalam
"Kiara…" ucao haiden seraya mendekati wajah Kiara dengan tujuan ingin mencium Kiara
sedangkan Kiara yang tahu maksud tersebut mencoba untuk melarikan diri
dan diwaktu yang bersamaan lift telah sampai di lantai tempat kantor haiden dan terlihat para karyawan yang menatap ke arah keduanya
seketika keduanya merona malu dan segera pergi ke dalam kantor haiden bersama
di dalam sana lagi lagi menaj suasana canggung di antara keduanya
haiden tak berbicara sepatah kata pun dan langsung berjalan ke mejanya
haiden duduk dengan menawan dan mulai bekerja
sedangkan Kiara yang melihat haiden bekerja dengan serius seketika merona malu dan segera mengalihkan penglihatannya
haiden yang menyadari hal tersebut terkekeh kecil sambil mengerjakan pekerjaannya
__ADS_1
see you