
"hm…kau pergi buatkan aku kopi." ucap haiden pada Kiara
Kiara yang baru duduk di kursinya bingung sambil menatap haiden
"kau tidak lihat aku baru duduk? dasar laki laki tak berperasaan." ketus Kiara pada haiden kemudian pergi dari sana dan menuju ke tempat dimana merupakan tempat menyeduh kopi
disana terlihat banyak karyawan laki laki yang sedang menyeduh kopi
Kiara berjalan melewati beberapa karyawan laki laki itu dan mulai menyeduh kopinya
salah satu karyawan melihat tubuh Kiara dari atas sampai bawah dan mendekati Kiara
"permisi? apakah kita bisa kenalan?" ucap karyawan laki laki itu pada Kiara
Kiara tak menoleh sedikitpun mendengar perkataan dari karyawan laki laki itu
"namaku adalah Kiara Oktavia, asisten persedir Algerian." ucap Kiara dengan ekspresi dingin dan datar
"oh, namaku Ares Argantara salam kenal." ucap Ares pada Kiara
Kiara tak menggubris perkataan dari Ares dan terus menyeduh kopinya
Ares yang melihat ekspresi Kiara yang dingin dan darar membuatnya semakin tertarik dengan kiara
sedangkan Kiara yang merasa merinding dan sedikit takut pada Ares segera mengambil kopinya dan berniat pergi ke sana
akan tetapi Ares dan teman temannya menghalangi jalan Kiara
Kiara yang melihat kelakuan Ares dan teman temannya terhadap dirinya terkejut dan mundur beberapa langkah ke belakang
"kalian mau apa? cepat menyingkir dari jalanku." ucap Kiara pada ketiga orang tersebut
"hm? menyingkir? untuk apa? tubuhmu ini kelihatan lumayan bagus, bagaiamana jika menemaniku sebentar?" ucap teman Ares pada Kiara
Kiara yang mendengar kata kata itu seketika terkejut dan ketakutan
prang!
__ADS_1
"ayo ikut denganku pergi." ucap teman Ares lagi pada Kiara sambil menarik tangan Kiara
Kiara yang tidak ingin ikut berusaha meronta dan melepaskan pegangan tangan teman Ares padanya akan tetapi gagal karena tenaganya terlalu sedikit dan kecil
"lepaskan aku, tolong! siapapun tolong aku! aku tidak ingin pergi denganmu! cepat lepaskan aku!" Pekik Kiara yang mencoba melepaskan tangannya dari pegangan teman Ares
semua karyawan di sana melihat Kiara ditarik paksa oleh teman Ares akan tetapi mereka tidak berani mencampuri urusan mereka karena takut akan dipecat
sedangkan haiden yang merasa Kiara dalam bahaya langsung bergerak dengan cepat dan menyusul Kiara yang telah dibawa keluar oleh teman Ares
di luar perusahaan terlihat Kiara yang dibawa masuk ke dalam mobil dan membawa Kiara ke tempat sepi
dan haiden yang berhasil menyusul mobil mereka dan menghadang jalannya
teman Ares bersama dengan Ares keluar dari dalam mobil dan meninggalkan Kiara yang telah diikat di dalam mobil
"lepaskan orangku." ucap haiden dengan tatapan tajam dan membunuh
"eh? kawan, apa yang kau lakukan disini? apa kau mengikuti kami?" tanya Ares pada haiden
"aku bilang lepaskan orangku." ucap haiden dengan tatapan tajam nan membunuh
"sekarang bisa lepaskan kami kan?" ucap Ares kemudian langsung masuk ke dalam mobil bersama teman temannya kemudian pergi dari sana
dan Kiara yang akhirnya bebas tak tahan lagi dan menangis keras sambil berlari memeluk haiden
haiden yang langsung dipeluk oleh Kiara terkejut sejenak kemudian membalas pelukan dari Kiara sambil mengelus kepala Kiara
"sudah, jangan menangis lagi ada aku disini, mereka tidak akan berani menyentuhmu." ucO haiden sambil mencoba untuk membuat Kiara berhenti menangis
Kiara yang terkejut karena telah memeluk haiden Secara tak sengaja dan menangis di bajunya segera melepaskan pelukannya dengan merona malu
"itu…maafkan aku, aku tidak sengaja." ucao Kiara sambil menundukkan kepalanya ke bawah dan merona malu
sedangkan haiden yang melihat Kiara yang begitu lucu karena malu terkekeh kecil dan langsung membawa Kiara masuk ke dalam mobilnya setelahnya mereka kembali ke kantor bersama
sesampainya di perusahaan semua orang yang melihat kedatangan Kiara dan haiden membuat seluruh kantor terkejut dan menatap Kiara tanpa henti
__ADS_1
Kiara berjalan dengan kaki menuju ke lift dan langsung menutup liftnya dengan cepat
sesampainya di dalam kantor haiden Kiara berjalan dengan kesal dan duduk di kursinya
"lain kali jika kau menyuruhku untuk membuatkanmu kopi aku tidak akan mau lagi." ucap Kiara dengan kesal pada haiden
haiden yang melihat Kiara kesal terlihat sangat lucu dan menggemaskan dan membuat haiden tertawa
"apa yang kau tertawakan hah? mau aku hajar ya?" ucap Kiara dengan kesal pada haiden
"baiklah baiklah nyonya, silahkan kerjakan tuga nyonya yang ada di meja dan ketika sudah selesai berikan padaku." ucO haiden kemudian ke mejanya dan duduk
sedangkan Kiara yang mulai bekerja terlihat begitu fokus mengerjakan dokumen dokumen yang haiden taruh di atas mejanya
haiden yang melihat Kiara begitu fokus bekerja tanpa sengaja melamun dan membayangkan Kiara
"andaikan saja Kiara mau menurut dan tinggal bersamaku selamanya." Gumam haiden dalam hatinya sambil menatap Kiara
Kiara yang merasa terus ditatap seperti itu merasa gelisah dan mencoba untuk Terus fokus pada kerjaannya
"ugh…Tuan haiden Algerian yang terhormat, bisakah tuan tidak menatap bawahan ini terus menerus?" ucao Kiara yang muak terus ditatap
haiden yang terkejut langsung mengubah posisi duduknya dan membaca bukunya secara terbalik
Kiara yang melihat haiden bergerak kocar kacir dan membaca buku secara terbalik tertawakan kecil
"aku sungguh tidak menyangka bahwa kau bisa membaca buku secara terbalik, hahaha…" ucao Kiara seraya tertawa
haiden yang melihat kiara tertawa untuk pertama kalinya merasa malu dan mengalihkan pandangannya dan memperbaiki posisi bacanya
tak berselang lama kiara telah selesai mengerjakan tugas pertamanya dan langsung beristirahat di sofa yang ada di dalam kantor haiden
tak terasa kiara yang terlalu kelelahan mengetik tertidur di sofa sambil duduk
haiden yang melihat gaya tidur kiara terkekeh kecil dan kemudian memperbaiki posisi tidur kiara dan menyelimutinya
tak punya pilihan lain, haiden akhirnya mengerjakan tugas Kiara dengan tugasnya juga secara bergantian
__ADS_1
sedangkan Kiara yang sedang asik asikan tidur di sofa sendiri dengan selimut hangat dari haiden
see you