
malam hari telah tiba, di dalam sebuah ruangan yang gelap gulita terlihat seorang wanita yang duduk meja belajarnya dan termenung terus menerus
jendela ruangan terbuka lebar dan angin menerjang masuk ke dalam ruangan itu dan mengibaskan rambut wanita itu
akan terapi wanita itu terlihat tidak peduli dengan apa yang terjadi
wanita itu termenung terus dan termenung beberapa saat kemudian wanita itu berdiri dan menutup jendela ruangannya dan kembali duduk di meja belajarnya dan merenung kembali
"Kiara! aku pulang, lihat apa yang aku bawakan untukmu!" ucap haiden yang sedikit berteriak
benar wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Kiara Oktavia yang dikurung dalam ruangan yang gelap gulita tanpa alat penerang
ketika panggilan dan suara dari haiden terdengar di telinga Kiara yang ada di alam menungnya seketika terbangun dan keluar melihat haiden
"ada apa tuan?" ucap Kiara pada haiden dengan ucapan formal
haiden yang mendengar panggilan asing yang keluar dari mulut Kiara terkejut dan menatap Kiara terus
"kau…memanggilku Tuan? tapi kenapa?" gumam haiden sambil melihat Kiara yang ada di lantai atas
"turun kesini…aku memberikanmu sesuatu yang mungkin kau sukai." ucap haiden pada kaira dengan rasa sedikit sedih dan kecewa
Kiara tak membalas perkataan dari haiden dan langsung turun kebawah dan melihat apa yang haiden belikan untuknya
dalam kantong hitam tersebut terlihat banyak buku bacaan dan beberapa baju sehari hari yang khusus untuk Kiara
Kiara hanya melihatnya dan tidak mengambil satupun dari benda yang ia lihat di dalam kantong hitam tersebut
haiden yang melihat Kiara tidak mengambil apa apa merasa sedikit sedih dan memaksa Kiara untuk mengambil satu saja
"aku mohon…ambil satu saja tidak apa apa yang penting kau mengambil barang yang aku beli untukmu." ucap haiden pada Kiara
"Terima kasih Tuan, tapi saya tidak berhak menerima hadiah dari tuan ataupun menerima barang pemberian Tuan." ucap Kiara tanpa ekspresi sedikitpun
__ADS_1
setelahnya Kiara ke ruang makan dan makan makanan yang tersedia di atas meja makan sendiri
kemudian Kiara kembali naik ke atas dan masuk ke dalam kamarnya
sedangkan haiden yang merasa terabaikan merasa sedih dan kecewa pada dirinya sendiri
haiden menghela napas pasrahnya dan naik ke kamarnya juga sambil memikirkan apa lagi yang bisa dia lakukan untuk membujuk Kiara
dan tepat sesampainya di kamar haiden terpikirkan sebuah cara agar Kiara tidak terlalu marah padanya
haiden langsung keluar dari kamarnya lagi dan berjalan menuju ke kamar Kiara yang tak jauh dari kamarnya
tok! tok! tok!
suara ketukan pintu
"Kiara…apa aku boleh masuk?" ucap haiden dari luar kamar Kiara
tap! tap! tap!
kiek…
suara pintu dibuka
"masuklah Tuan…" ucap Kiara pada haiden dengan tatapan dingin
haiden dengan sedikit segan segan masuk ke dalam kamar Kiara
"begini…apakah kau mau melanjutkan kuliahmu yang sempat tertunda dulu?" ucap haiden pwda Kiara
"hah? melanjutkan kuliahku yang sempat tertunda dulu? bagaimana Tuan tahu? padahal aku telah memalsukan informasiku kalau aku belum kuliah menjadi sudah lulus kuliah?" ucap Kiara pada haiden dengan penasaran
"tidak usah tahu aku taunya dari mana, yang penting kau mau melanjutkan kuliahmu itu atau tidak?"ucap haiden pada Kiara
__ADS_1
"tentu saja aku mau…sedari dulu aku sudah memang ingin melanjutkan kuliahku rapi ayahku melarangku melanjutkan kuliahku." ucap Kiara
pada haiden
"kalau begitu…aku akan Mensponsorimu kuliah, uang sekolah, uang semester, uang untuk jajan, dan uang untuk keperluan lainnya aku yang tanggung, kau tidak perlu khawatir." ucap haiden pada Kiara
"kau tidak perlu merasa kalau kau berhutang budi padaku karena membiayai dirimu kuliah, aku melakukan ini karena kemauan ku sendiri dan demi istriku tercinta." ucap haiden pada Kiara lagi
'gawat! apa yang aku katakan ini? aku hanya tidak ingin Kiara marah padaku…kenapa malah mengatakan itu? ah! sudahlah yang penting Kiara tidak Marah padaku lagi.'gumam haiden dalam hatinya
'dia ingin membiayaiku kuliah? apa dia sudah gila?' Gumam Kiara dalam hatinya
dag! ding! dug!
suara detakan jantung
'tapi perasaan macam apa ini? aneh sekali.'Gumam Kiara dan haiden secara bersamaan sambil menyentuh dadanya seraya bertatapan mata beberapa saat
"ekhm…hm…baiklah akan aku pertimbangkan, aku akan memberitahukan Tuan besok." ucap Kiara pada haiden
"Kiara…bisakah kau memanggilku dengan namaku? panggilan Tuan terdengar sangat aneh di telingaku." ucap haiden pada Kiara
"tapi…Baiklah…haiden, sekarang keluar dari kamarku, aku mau tidur." ucap Kiara pada haiden
haiden mengangguk anggukkan kepalanya kemudian pergi dari sana
sedangkan Kiara yang terbaring di atas kasurnya dan mencoba untuk tidur meskipun dia masih tidak ingin tidur
"apa apaan dia tadi itu? dianamu membiayaiku kuliah? yang benar saja. tapi aku memang mau kuliah sih, tapi tidak punya uang…hm…aku Terima saja tawarannya." ucap Kiara pada dirinya sendiri kemudian tak terasa dia tertidur
keesokan paginya Kiara terbangun dengan pagi pagi sekali dan bersiap siap menemui haiden
terlihat Kiara yang telah berjalan menuju ke kamar haiden dengan langka perlahan
__ADS_1
see you