Terjerat Penjara Cinta Sang Mafia

Terjerat Penjara Cinta Sang Mafia
CHAPTER 14 Kiara di kampus


__ADS_3

keesokan harinya Kiara bangun pagi pagi dan membantu para pelayan menyiapkan sarapan pagi


tak lama setelahnya haiden bangun dan turun ke bawah dan melihat Kiara yang sedang memasak


"apa yang kau lakukan? bukankah kau akan pergi kuliah hari ini?" ucap haiden pada Kiara


"aku…memasak sarapan pagi untuk di bawa ke kampus." ucap Kiara pada haiden


haiden yang mendengar Kiara memasak untuk dia bawa pergi ke kampus seketika mengerutkan keningnya dan turun ke bawah


"sudah aku katakan sebelumnya kan, aku yang akan membiayai kuliahmu jadi kau tidak perlu membawa bekal ke kampus, semua makanan di sana gratis untukmu." ucap haiden pada Kiara dengan sedikit kesal


Kiara yang mendengar perkataan haiden tak bergeming sedikitpun dan terus memasak kemudian menaruh masakannya di dalam bekal dan menaruhnya di atas meja


"kalau begitu bekal itu untukmu saja." ketus Kiara pada haiden sambil naik ke atas dan siap siap


haiden yang mendengar perkataan Kiara terkejut dan menatap bekal tersebut


'Kiara…memberikan bekalnya untuk ku bawa ke kantor.' gumam haiden dalam hatinya dengan senang dan tersenyum


"kau pakailah pakaian yang aku siapkan di atas kasurmu itu." ucap haiden yang ada di lantai bawah pada Kiara yang ada di lantai atas


sedangkan kini terlihat semua pelayan yang ada di sana termasuk pengurus rumah terkejut melihat haiden yang tiba tiba tersenyum sendiri


"apakah Tuan sudah kesurupan atau sakit? ini pertama kalinya aku melihat Tuan tersenyum begitu." bisik salah satu pelayan pada pelayan lainnya

__ADS_1


sedangkan Kiara yang telah bersiap siap turun ke bawah juga terlihat Kiara yang sangat cantik dengan pakaian yang haiden berikan padanya


haiden yang melihatnya terkejut dan seketika terpukau pada pesona Kiara yang sangat cantik


"kau…cantik sekali…" Gumam haiden yang tak sadar akan mengatakan hal tersebut


"ini…Terima kasih atas pujiannya, kita bisa berangkat sekarang?" ucap Kiara pada haiden


haiden mengangguk anggukkan kepalanya kemudian keluar dengan Kiara seraya membukakan pintu mobil untuk Kiara


Kiara yang diperlakukan dengan lembut oleh haiden merasa sediki tersentuh


"Terima kasih aku bisa melakukannya sendiri." ucap Kiara dengan dingin pada haiden


tak lama setelahnya Kiara dan haiden sampai di depan pintu gerbang kampus dan terlihat Kiara yang turun dulu dari mobil dan diikuti oleh haiden


"kita ke ruangan kepala sekolah dulu." ucap haiden pada Kiara


Kiara tak berbicara dan hanya mengangguk anggukkan kepalanya


mereka berdua masuk ke dalam kampus dan terlihat banyak mahasiswa yang menatap keduanya


Kiara yang tak terbiasa dengan tatapan tersebut merasa ketakutan dan memegang erat tangan haiden


haiden yang mengetahui kekhawatiran Kiara tersenyum kecil dan merangkul tangan Kiara dan pergi ke ruang kepala sekolah segera

__ADS_1


tak lama setelahnya mereka berdua tiba di ruangan Kepala sekolah


Kepala sekolah yang melihat kedatangan haiden dan Kiara terkejut dan langsung mempersilahkan Kiara dan Haiden masuk


"kepala sekolah kedatanganku kesini adalah untuk mengantar istriku Kiara ke kampus sekalian memperkenalkannya padamu agar kau tidak berani macam macam padanya dan juga jika ada yang berani menyakiti Kiara hubungi saja aku." ucap haiden pada kepala sekolah tersebut


"ba-baik presdir, saya pasti akan menjaga nyonya Kiara agar tidak ada yang menyakitinya di kampus kami ini."ucap kepala sekolah tersebut dengan keringat dingin yang bercucuran di keningnya


"bagus, tolong kepala sekolah bimbing istriku ini, karena dia sedikit bodoh." ucap haiden pada kepala sekolah tersebut


"kalau begitu kau pergi dulu ya Kiara, jaga dirimu baik baik, jika ada yang berani menyakitimu katakan saja padaku biar aku yang menanganinya." ucap haiden pada Kiara


Kiara tersenyum kecil pada haiden dan mengangguk anggukkan kepalanya


haiden yang melihat Kiara tersenyum padanya membalas Kiara dengan senyuman dan langsung pergi secepatnya karena merona malu karena Kiara


"ini…nyonya bisa ikuti saya ke kelas nyonya." ucap kepala sekolah tersebut pada kiara


"panggil saja Kiara." ucap Kiara dengan tatapan dingin pada kepala sekolah tersebut


Kepala sekolah itu yang mendapatkan tatapan dingin dari Kiara terkejut dan seketika berkeringat dingin lagi


'apakah menantu keluarga Algerian juga harus berdarah dingin?' gumam kepala sekolah tersebut dalam hatinya dengan sedikit gemetar ketakutan


see you

__ADS_1


__ADS_2