
sesampainya di rumah Kiara langsung saja masuk dan membawa sayuran yang dia bawa ke dapur kemudian mengerjakan tugas lainnya yang diberikan oleh Haiden
"ck! tak disangka malah dipekerjakan seperti seorang pelayan di rumah ini." ucap Kiara pada dirinya sendiri dengan kesal sambil bekerja
sedangkan Haiden yang mengawasi Kiara tersenyum menyeringai dan terus mengawasi gerak gerik Kiara
"aku menyesal sekali…aku harap aku bisa segera keluar dari rumah ini dan memulai hidup baruku di luar sana dan terbang bebas seperti burung." ucap Kiara pada dirinya sendiri
"heh! terbang bebas seperti burung? lelucon yang sangat lucu." ucap Haiden sambil menuruni tangga dan menghampiri Kiara yang sedang bekerja
"ada satu hal yang perlu kau tahu Kiara Oktavia, yaitu kau tidak akan pernah keluar dari rumah ini selamanya." ucap Haiden pada Kiara sambil mencekik leher Kiara
"k-kau…lepaskan aku, kau menyakitiku." ucap Kiara pada Haiden
Haiden mengeratkan cekikannya dileher Kiara kemudian melepaskannya
"kau harus ingat kalau kau itu wanitaku dan kau selamanya adalah orangku, tidak ada yang bisa menyentuhmu selain diriku." ucap Haiden pada Kiara dengan aura membunuh
Kiara yang melihat sisi menakutkan Haiden merinding ketakutan dan tak berani bersuara ataupun bergerak sedikitpun
'apakah ini sikap Haiden yang menakutkan dan kejam itu?'gumam Kiara dalam hatinya dengan ketakutan
'apakah seterusnya aku akan menjadi pelayannya dengan lakukan apapun yang diperintahkannya baik itu buruk atau tidak?'gumam Kiara dalam hatinya lagi seraya lanjut bekerja
pelayan yang melihat kejadian tersebut terdiam dan terus bekerja tanpa melihat Kiara
sedangkan Kiara yang telah melihat sisi kejam dan menakutkan Haiden seraya menjadi pendiam dan menuruti semua kemauan Haiden agar Haiden tidak membunuhnya maupun hal lainnya yang tidak diinginkan
hari hari kiara lalui dengan sedikit penyiksaan dari Haiden karena terkadang melakukan kesalahan kecil di dalam rumah Haiden
dan tak terasa hari ke tujuh Kiara ada di rumah Haiden telah tiba dan mata hari telah terbenam dan memperlihatkan malam yang begitu sunyi dengan cahaya bulan yang redup
terlihat Kiara yang mengurung dirinya di dalam kamarnya dan tidak ingin keluar
"Kiara Oktavia! keluar sekarang juga sebelum aku berubah pikiran dan menyakitimu." ucap Haiden dengan arua membunuh di luar kamar Kiara
Kiara yang mendengar suara Haiden seketika gemetaran dan ketakutan
Kiara berdiri dan naik ke kasurnya kemudian menyelimuti semua tubuhnya dan bersembunyi dari Haiden
Haiden yang sudah lama menunggu dibukakan pintu menjadi kesal dan mendobrak pintunya dan melihat Kiara yang bersembunyi di dalam selimut
__ADS_1
"Kiara Oktavia, beraninya kau bersembunyi dariku." ucap Haiden kesal seraya berjalan mendekati Kiara kemudian merebut selimutnya dan memperlihatkan Kiara yang ketakutan
"kau…kau mau apa? kau ingin menyakitiku lagi?" ucap Kiara dengan ketakutan di atas kasur
"sedari tadi aku memanggilmu untuk turun makan tapi kau tidak merepson jadi aku naik kesini dan kau tidak mau membukakan pintu untukku jadi aku dobrak pintunya." ucap Haiden pada Kiara
"kau jangan mendekat, aku akan segera turun makan." ucap Kiara yang masih gemetaran perlahan turun dari kasurnya
disaat yang bersamaan kaki Kiara keram dan tidak bisa digerakkan alhasil Kiara terjatuh
untungnya disana ada Haiden yang menolong Kiara dan menahan Kiara agar tidak terjatuh
"akh!" pekik Kiara
"maafkan aku, aku akan segera berdiri." ucap Kiara pada Haiden seraya perlahan berdiri dan berjalan selangkah demi selangkah
Haiden yang melihat Kiara seperti menjauh darinya bingung dan mencoba mendekati Kiara
"ada apa denganmu? kenapa sepertinya kau menjauhiku?" ucap Haiden dengan penasaran pada Kiara
Kiara tak bergeming dan terus berjalan sedikit demi sedikit menuju ke luar dan menghiraukan Haiden yang terus bertanya padanya
Kiara melihat tangga yang sangat panjang itu sejenak dan perlahan menuruni anak tangga satu persatu
tapi lagi lagi di tolong oleh Haiden dan sekali lagi Kiara menjauhu Haiden dan terus berusaha ke meja makan sendiri
Haiden yang melihat sikap Kiara terhadap dirinya bingung dan penasaran
"sebanaen kanapa kau begitu dingin Kiara? Kiara Oktavia! ada apa denganmu? apa otakmu kemasukan air atau apa?"kesal Haiden pada Kiara
Kiara mengabaikan perkataan Haiden dan duduk makan tanpa menunggu Haiden sampai
Haiden yang melihat hal itu tidak tahan lagi dan bergers cepat ke samping Kiara
"Kiara! beraninya kau memperlakukan aku seperti itu! apa kau tahu aku siapa?" bentak Haiden pad Kiara
Kiara tetap makan tanpa melihat haide sedikitpun kemudian berdiri dan membawa makannya pergi ke kamarnya
"aku tahu, kau adalah tuan rumah ini dan aku harus mematuhi setiap perintah darimu, tapi aku sudah muak dengan perintah darimu jadi aku tidak ingin mendengarkanmu lagi, jika kau tidak Terima maka kau bisa memukulku sepuasnya." ucap Kiara sambung menaiki tangga
Haiden Yang melihat perilaku Kiara padanya terus saja bingung ditambah dengan perkataan Kiara barusan padanya
__ADS_1
"Bibi Mei, ke ruanganku nanti setelah kau beres beres disitu." ucap Haiden pada Kepala pelayan Mei yang sedang bersih bersih bersama dengan pelayan lainnya
Kepala pelayan Mei mengangguk anggukkan kepalanya, "baik Tuan." ucp kepala pelayan Mei dengan sopan dan singkat
kemudian Haiden langsung pergi tanpa makan menuju ke ruangannya dan melihat dokumen dokumen dan membacanya
tak berselang lama Kepala pelayan Mei datang dan langsung masuk ke dalam ruangan Haiden
"ada apa Tuan mencari saya." ucal Kepala pelayan Mei pada Haiden yang sedang membaca dokumen
'aku tanyakan pada Bibi Mei atau tidak ya…' Gumam Haiden dalam hatinya
"em…tidak usah Bibi Mei aku sudah menemukannya." ucap Haiden pada Kepala pelayan Mei
kepala pelayan Mei menganggukkan kepalanya kemudian kembali ke dapur
"sebaiknya aku hubungi saja Arga." ucap Haiden kemudian mengambil ponselnya dan menelepon Arga
[Arga aditama adalah teman masa kecil Haiden
Arga aditama dan Haiden adalah sahabat dari kecil sampai sekarang
Arga aditama sering membantu Haiden ketika Haiden sedang dalam masa sulit waktu Haiden masih muda
ketika Haiden membutuhkan sesuatu Arga aditama langsung memberikan bantuan penuh untuk Haiden
Haiden merasa sangat bersyukur waktu itu karena memiliki sahabat yang sangat memperhatikan dirinya
sampai sekarang jika ada sesuatu yang tidak Haiden ketahui maka dia akan lansung menghubungi Arga aditama dan meminta penjelasan lebih lanjut]
beberapa menit kemudian Arga datang dan langsung naik ke ruangannya Haiden
disana terlihat Haiden yang bolak balik menunggu kedatangan sang sahabat
"yo, ada apa kau mencariku sobat? apa kau menemui masalah baru lagi dan butuh bantuanku untuk menyelesaikan masalahmu itu?" ucap Arga yang melihat Haiden bolak balik
Haiden yang menyadari kedatangan Arga langsung berbalik dan mendekati Arga
"begini…" ucap Haiden pada Arga aditama
Haiden perlahan lahan menjelaskan kejadian pertama kalinya Haiden membawa Kiara ke rumahnya dan mulai mempekerjakannya sampai pada hari ini ketika kaira bersikap cuek dan takut pada Haiden
__ADS_1
sedangkan Arga yang mendengarkan penjelasan Haiden tak tahan dan tertawa terbahak bahak
see you