Terpaksa Menjadi Purel

Terpaksa Menjadi Purel
Calon menantu


__ADS_3

"Ibu calon mertua, aku adalah calon menantu ibu. Jadi bisakah Ibu memberikan aku restu?" tanya Rayhan yang membuat Abas menepuk dahinya sendiri.


"Bos, sebaiknya kita pergi."


Abas yang melihat Rayhan akan melakukan e gila, segera menariknya keluar dari ruangan ibu Jihan dan meminta maaf karena ada kesalahan teknis.


"Abas, apa kamu tidak tahu jika sebelum menikah, kamu harus memberi rasa kasih sayang yang sama antara orang tua sendiri dan mertua serta menganggap beliau seperti orang tua sendiri. Nah, berikut ini ada beberapa kata-kata doa untuk ibu mertua tercinta yang penuh makna mendalam. Yang sudah aku rangkai sejak semalam," lirih Rayhan.


"Apa maksud bos?" tanya Abas.


"Ketika kamu memperlakukan mertua dengan baik, maka ibu mertua kamu juga akan memperlakukan kamu dengan baik dan menyayangi kamu seperti anaknya sendiri. Ini juga salah satu cara untuk memikat hati ibu calon mertua."


"Ya Tuhan, kenapa aku mempunyai bos seperti ini," lirih Abas.


"Iya, kenapa kamu mempunyai bos seperti itu?" ucap Jihan yang menyusul mereka ke luar ruangan.


"Bos, nona Jihan saja tidak mencintai bos. Kenapa bos begitu ingin menikahi nya?"


"Karena dia sudah menerima benih kehidupan milikku," ucap Rayhan dengan santai membuat Abas dan Jihan saling berpandangan


"Minggir, aku ingin berbicara dengan ibu calon mertua ku."


Rayhan melewati Abas dan Jihan, kemudian mengunci pintu setelah berhasil masuk ke dalam ruangan. Membiarkan Abas dan Jihan berada di luar.


Rayhan mendekati Ibu Jihan, dan mulai mengeluarkan kata-kata yang sudah dia rangkai sejak semalam.


"Tidak ada cara untuk menjadi ibu mertua yang sempurna, tetapi ada jutaan cara untuk menjadi ibu mertua yang baik. Sehat selalu ibu mertua terbaikku!"


"Ketika kamu memiliki ibu mertua yang luar biasa yang memihak kamu dalam pertengkaran dengan putrinya sendiri - itu sesuatu yang sangat berharga!."


"Kata siapa?" tanya Ibu Jihan


"Loue Gehrig, hahaha."


Ibu Jihan melihat ke arah Santi, sementara Alika ikut tertawa seperti Rayhan.


Di luar sana Abas dan Jihan berusaha membuka pintu saat melihat Rayhan tertawa gila.


"Kamu berbeda dari ibuku, tetapi serupa dalam satu hal – cinta yang besar yang kamu miliki untuk putra dan keluargamu. Semoga Tuhan selalu melindungi ibu!"


"Aku bahagia setiap hari karena cara ibu membesarkan putri ibu – menjadi wanita paling menakjubkan yang pernah aku temui! Dan, bagaimana ibu menerima aku ke dalam keluarga ibu!"


"Kamu adalah bagian dari kehidupan kami sehari-hari ketika kami mengalami situasi yang paling sulit. Bantuan ibu sangat berharga. Semoga ibu selalu dalam lindungan Allah!"


"Ibu telah mengasuh putri ibu untuk menjadi orang yang penuh kasih dan bertanggung jawab. Sekarang aku akan mengajarkan hal yang sama kepada anak-anakku dan aku berterima kasih karena telah menjadi motivasi bagi kita semua. Sehat selalu ya, ibu mertuaku!"

__ADS_1


"Hei anak muda, maksud kamu apa?"


"Calon Ibu mertuaku. Dengarkan saja. Ini adalah kata yang tulus keluar dari dalam hatiku."


"Aku mencintai putri ibu. Aku menghargai kenyataan bahwa ibu adalah salah satu teman bermain favorit anak-anakku kelak dan bahwa ibu tidak lebih menyebalkan daripada ibuku sendiri. Selalu bahagia ya, bu!."


"Betapa diberkatinya kami, betapa beruntungnya kami bahwa ibu adalah ibunya kekasih ku dan juga temanku."


"Laki-laki yang memperlakukan wanitanya seperti seorang putri adalah bukti bahwa dia dibesarkan oleh seorang ratu. Apa kamu bisa menjadikan Jihan dan memperlakukan dia seperti seorang permaisuri?" tanya Ibu.


"Terima kasih telah menerimaku di keluargamu bu, aku mencintaimu!"


"Aku bertanya padamu, dandang hangus. Bukan merestui kamu masuk ke dalam keluarga ku," ketus Ibu.


"Pernah dikaruniai seorang ibu yang luar biasa; dua kali diberkati dengan ibu mertua aku. Terima kasih ibu mertuaku yang selalu menyayangiku seperti anak kandung ibu sendiri!"


"Di belakang setiap pria sukses terdapat istri yang bangga dan ibu mertua yang terkejut. Sehat selalu ibu mertua kebangganku!."


Bibik Santi mendekati Ibu Jihan dan berbisik.


"Hati hati, mungkin orang yang ada di hadapan kita saat ini sedikit gila."


Aku berubah dari membenci ibu mertua menjadi menerimanya, akhirnya menjadi menghargainya. Apa yang tampak sebagai ketidakpercayaannya ketika aku pertama kali menikah, sekarang aku hargai sebagai ketenangan.


Merasa senang mengatakan bahwa ibu mertua adalah pusat dari sebuah keluarga


Penghargaan seorang ibu mertua untuk menantu perempuannya tidak kurang dari sebuah hadiah. Sehat selalu ya, ibu mertua tercantikku!


Tidak ada yang lebih baik dari istri yang kaya dan ibu mertua yang murah hati.


Aku berjanji akan membuat Jihan seperti ratu di antara ratu. Jika perlu aku akan menjadikannya ratu.


Semua kata kata itu, di ucapkan dengan seksama dan penuh cinta oleh Rayhan.


Sementara di luar sana, Jihan tiba-tiba di bawa oleh seseorang yang menggunakan topeng. Abas yang berusaha membuka pintu, tidak mengetahui jika Jihan sudah tidak ada lagi di belakangnya.


"Nona Jihan, mungkin sebaiknya anda pergi untuk mencari bantuan agar pintu ini bisa dibuka oleh kunci cadangan yang biasanya dimiliki oleh staf rumah sakit," ucap Abas.


"Nona Jihan?"


Karena tidak mendengar jawaban, Abas berbalik dan dia tidak menemukan Jihan.


"Sudah hilang aja.." lirih Abas.


Sementara itu, Jihan mencoba untuk melepaskan diri, tapi pria itu langsung membawa Jihan ke gudang.

__ADS_1


"Apa kamu bernama Jihan Fahira?"


"Anda siapa?"


"Jawap saja?"


Pria itu kemudian menyibak kasar rambut Jihan dan menemukan tanda yang sebelumnya sudah digambar oleh bosnya.


Wanita ini benar-benar wanita yang dulu harus menerima akibat dari perbuatan seseorang. Aku tidak yakin jika Bos mau menerimanya jika tahu bahwa wanita ini berprofesi sebagai purel.


Jihan yang melihat pria bertopeng itu sedang berpikir, berusaha untuk melepaskan diri. Sayangnya cengkraman dari pria itu cukup kuat sehingga membuat Jihan tidak bisa pergi kemanapun.


"Apa kamu punya anak?"


"Bukan urusanmu. Sekarang lepaskan aku."


"Tidak sebelum kamu menjawab apakah kamu memiliki seorang anak atau tidak."


"Memangnya apa urusannya denganmu jika aku menjawab pertanyaan itu?"


"Karena mungkin aku bisa mengetahui siapa ayah dari anak yang sedang bersama kamu sekarang."


"Hahah, orang gila."


"Nona Jihan. Tolong, jawap saja. Ini demi kepentingan kita semua."


"Ya, aku punya anak. Jadi bisakah kamu melepaskan aku sekarang?"


"Umur berapa dia?"


"Lima tahun."


Deg !!


Pria bertopeng itu reflek melepaskan tangan Jihan dan Jihan menggunakan kesempatan ini untuk segera kabur darinya.


"Tuan Argan tidak akan melepaskannya jika tahu bahwa gadis itu memiliki seorang anak sekarang. Apa yang harus aku lakukan?"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2