Terpaksa Menjadi Purel

Terpaksa Menjadi Purel
Apa Dia Anakku?


__ADS_3

Jihan kini sudah duduk bersama dengan Argan dan mama nya.


Mama Argan terus melihat ke arah Alika. Walaupun perempuan, tapi Mama Argan merasa seperti melihat Argan kecil.


"Argan, perché ci hai invitato a sederci qui? Li conosci?"


(Argan, kenapa kamu membawa kami untuk duduk di sini? Apa kamu tahu mereka?) tanya mama kemudian.


(Jihan, is this my son?)


"Jihan, apa ini adalah anakku?" tanya Argan yang langsung to the poin pada Jihan.


(Argan! perché lo chiedi a una donna così straniera? non è possibile che sia tuo figlio. Dal momento che non ti sei mai incontrato, a giudicare dal suo aspetto, non è possibile che tu abbia una relazione con lui.)


"Argan! kenapa kamu bertanya seperti itu kepada wanita asing? tidak mungkin kan dia adalah anak kamu. Secara kalian tidak pernah bertemu, di lihat dari penampilannya juga, tidak mungkin kamu akan mempunyai hubungan dengan nya," ketus mama.


(Mamma, quando Argan andò in Indonesia. Monika mescola qualcosa nella bevanda di Argan che costringe Argan a tirare fuori qualcosa di nascosto. Argan si sforzò di trattenersi. Monika è furba, vuole ricattare la nostra famiglia.)


"Ma, dulu saat Argan pergi ke Indonesia. Monika mencampur sesuatu dalam minuman Argan yang membuat Argan harus mengeluarkan sesuatu yang tersembunyi. Argan berusaha keras untuk menahan diri. Monika licik, dia ingin memeras keluarga kita," terang Argan.


(Allora te la sei presa con quella donna? Non scherzare Argan!)


"Lalu kamu melampiaskan kepada wanita itu? Jangan bercanda Argan!"


Melihat dua orang, Ibu dan anak yang sedang berdebat. Membuat Jihan merasa tidak nyaman.


(Sorry, looks like you guys need more time. I'd better go.)


"Maaf, sepertinya kalian membutuhkan waktu lebih lama. Saya sebaiknya pergi."


(Wait, Jihan. You haven't answered my question. Is this child the child that came from my liquid?)


"Tunggu, Jihan. Kamu belum menjawab pertanyaan dari aku. Apakah anak ini adalah anak yang berasal dari cairan milikku?" tanya Argan.


(Sorry, but it seems you have the wrong person. Once again, sorry my son for accidentally bumping into you. The honorable Mr.)


"Maaf, tapi sepertinya kamu salah orang. Sekali lagi, maafkan anak saya karena tadi tidak sengaja menabrak anda. Tuan yang terhormat."


Tanpa pikir panjang lagi, Jihan segera mengajak Alika untuk pergi.

__ADS_1


Jihan memilih untuk menggendong Alika karena takut Argan akan mengejarnya.


Benar saja, jika Nyonya Besar itu tidak memegang tangan Argan. Argan mungkin sudah mengejar Jihan.


(Argan! dove stai andando? Non dire se vuoi andare a raggiungere quella donna. Ricorda Argan, sei il figlio di un uomo nobile in questo paese. Quindi, se vuoi giocare con il tuo liquido, devi sapere dove lo metterai.)


"Argan! kamu mau kemana?


Jangan katakan Jika kamu mau pergi untuk menyusul wanita itu. Ingat Argan, kamu adalah anak dari seorang pria terhormat di negara ini. Jadi Jika kamu ingin bermain-main dengan cairan milikmu maka kamu harus tahu di mana tempat kamu akan meletakkan cairan itu."


(Mamma, in quel momento Argan ha versato accidentalmente il liquido di Argan nel grembo della donna. Argan ha cercato di trovarla per cinque anni per determinare se il liquido di Argan è diventato un essere umano o meno. Ora Argan ha trovato la donna ma la mamma ha incasinato tutto.)


"Mama, saat itu Argan memang tidak sengaja menumpahkan cairan milik Argan ke dalam rahim wanita itu. Sudah lima tahun Argan berusaha mencari keberadaan wanita itu untuk memastikan apakah cairan milik Argan menjadi seorang manusia atau tidak. Sekarang Argan sudah menemukan wanita itu tapi mama mengacaukan semuanya."


(No. La mamma non era d'accordo anche se era davvero la donna che aveva partorito tuo figlio. Dai solo soldi in modo che non appaia mai più davanti a te per chiedere qualcosa.)


"Tidak. Mama tidak setuju sekalipun dia memang wanita yang sudah melahirkan anak kamu. Beri saja uang agar tidak pernah lagi muncul di hadapan kamu untuk menuntut sesuatu."


(Non importa cosa dice la mamma. Argan deve ora conoscere la verità. Se il bambino di prima è figlio di Argan o no.)


"Terserah apa kata mama. Argan sekarang harus mengetahui kebenarannya. Apakah anak tadi adalah anak Argan atau tidak."


"Jihan ada apa? tadi kami tidak sengaja melihat kamu bertemu dengan seorang pria."


"Bukan apa apa bu."


"Ya sudah, Ibu harap kamu tidak akan pernah melakukan sesuatu yang membuat tuan Rayhan salah paham. Ingat nak, kita berhutang banyak pada beliau."


"Bu Ratna. Jangan pernah berbicara tentang hutang budi pada tuan muda itu. Apa kamu tidak ingat kali terakhir kamu membahas soal ini dia marah besar?" ucap bik Santi.


"Marah?" tanya Jihan.


Bibi Santi kemudian menceritakan bahwa sebelumnya Rayhan marah karena Ibu Jihan terus saja mengungkit tentang apa yang sudah Rayhan berikan kepada nya.


"Bu, apakah menurutmu aku bisa bersanding dengan tuan muda kaya raya itu? aku merasa tidak pantas," lirih Jihan.


"Nak, jika memang kalian sudah ditakdirkan untuk bersama. Sekalipun kalian sangat berbeda jauh. Semesta pasti akan memberikan jalan untuk kalian."


Jihan terdiam, sejujurnya dia ingin sekali memulai kehidupan yang baru. Kehidupan yang jauh dari tempat kafe dan sebutan Purel.

__ADS_1


Kehidupan yang di inginkan Alika. Bahagia bersama dengan ayah dan Ibu yang utuh.


Jihan sebenarnya mulai mencoba untuk membuka hati dan menerima Rayhan. Tapi sekarang, dia harus di hadapkan dengan ayah Alika.


ku menunggu sebuah kedamaian


hingga terjebak pada dunia


terpenjara dalam asmaranya


terikat pula pada bayangan si dia


memandang menawan berimaji indah


tersiksa batinku menahan sekarat


ombak menghantam kiri dan kanan


terdampar pada pulau dua kerinduan


lisan tak mampu berucap


surat pun tak menyelesaikan


dimanakah hati hendak ku jatuhkan?


mengapa aku begitu dilema?


Bahkan beberapa hari terakhir, Argan terus aja bisa menemukan di mana Jihan berada. Itu membuat Jihan merasa bahwa dirinya benar-benar dilibatkan dengan dua pria yang sama-sama berusaha mendapatkan hatinya.


Argan terus mendesak agar Jihan mengatakan siapa Alika sebenarnya. Argan ingin menebus kesalahannya dan bertanggung jawab atas semua yang sudah Jihan lalui sendiri.


Sementara Rayhan, Jihan tidak bisa begitu saja pergi dari kehidupan orang yang sudah melepaskannya dari status purel.


Ya, tapi bagi Jihan dirinya masih menjadi purel. Purel pribadi Rayhan.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2