
Rayhan bangun dan kini berhadapan dengan Jihan.
"Jatuh cinta, berjuta rasanya, begitu kata banyak orang. Ada banyak ungkapan yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan kala jatuh cinta dengan seseorang. Ada yang bilang seperti ada kupu-kupu dalam perut yang membuatnya merasa lucu dan aneh. Ada yang bilang jika detak jantung menjadi nggak karuan ketika melihat orang yang disukai. Ada yang bilang jatuh cinta membuat semua yang terlihat saat itu menjadi begitu indah. Apa yang kamu rasakan saat sedang jatuh cinta, Jihan?"
"Aku tidak tahu, Aku tidak pernah merasakan yang begitu dalam seperti ini. Ingin sekali rasanya dapat menggambarkan perasaan jatuh cintamu pada orang yang kamu sukai agar ia tahu kalau dirinya dapat membuatmu merasakan berbagai macam emosi. Tapi bagaimana?" lirih Jihan.
"Aku akan mengajarkan nya padamu." Ucap Rayhan sambil memegang kedua pipi Jihan.
Jihan mengira Rayhan akan mengucapkan sebuah kata-kata yang membuat hatinya merasa meleleh. Sayangnya yang dilakukan Rayhan justru membuat seluruh jiwa raga Jihan tidak berdaya.
Rayhan membawa mereka kembali ke dalam peraduan cinta.
Pancaran indah dari manik matamu
Setiap kedipan dan lirikan itu membutakan mata hati ini
Bagai kilatan petir yang membelah bumi
Aku terpanjat
Sesaat dunia seakan berhenti berotasi pada porosnya
Sangking terkersima pesona indahmu
Aku terjatuh dalam lubang cinta bak palung laut terdalam
Takjub akan kelembutan dan keanggunanmu
Mata ku memandangmu seakan makhluk sempurna
Sesaat setelah itu terjadi
Aku pun bertanya-tanya
Inikah jatuh cinta
Pada kamu yang belum aku ketahui namanya
Cinta pandangan pertama atau detik selanjutnya
Aku tak mengerti
Lidahku seakan kelu otakku seakan buntu
Bolehkah mengenalmu
Rasa ingin merengku dan mengisi hatimu
Jihan tidak tahu sejak kapan dia pandai merangkai kata-kata.
Puisi itu seperti mewakili dirinya yang terus di sirami cinta oleh Rayhan.
Malam harinya, Rayhan mengajak Alika untuk jalan jalan.
Jihan menggunakan kesempatan itu untuk menuliskan sesuatu yang terasa penuh di dalam hati nya.
Sepanjang hari selalu bayangmu terlintas dalam pikiranku
Entah mengapa kamu seakan menjelma seperti hantu
Kini aku ingin menuliskan sepenggal puisi
__ADS_1
Tentang cinta kepadamu beserta rindu
Aku malu
Bahkan sejuta syair indah tak mampu menggambarkan rasa ini terhadap dirimu
Jemari ku seakan berhenti menulis
Ketika menemukan kata ‘CINTA’
Lalu ku sambung kembali kata-kata indahnya
Tentang cinta yang aku miliki
Ingin ungkapkan ‘AKU MENYAYANGIMU’
Cukup dengan bisikan perlahan
Aku pun tahu tidak sanggup menahan cinta ini
Terkenang saat kau balas dengan nada manja
Sambil tertunduk malu-malu kau berkata ‘AKU JUGA MENYAYANGIMU’
Setelah saat itu aku sadar
Serta bersyukur kepada Sang Pencipta alam semesta
Mulai hari itu aku memberi waktu untuk hati
*Agar belajar memaknai bahasa hatimu
Teruntuk kamu yang ku kagumi
Semua hanya berkecamuk dalam hati
Tanpa mau keluar dalam gelap
Aku mampu berkata namun hanya dalam sunyi
Sebenarnya aku tak mau berharap
Terlalu sakit jika hanya aku yang menginginkanmu
Saat ku tahu benar kau takkan pernah sadari
Teruntuk kamu yang menjadi doaku di malam hari
Entah bagaimana aku harus bertindak
Bak hujan yang datang dengan kilat
Tiba tiba mengingat harap padamu membuatku sesak
Aku mampu menyembunyikan rasa
Namun tak untuk selamanya
Kelak, jika Tuhan berkehendak
Kau akan tahu alasanku masih tetap berpijak*
...----------------...
__ADS_1
Jihan merayakan kesembuhan ibunya dengan berjalan jalan ke mall.
Saat Jihan meminta bik Santi untuk berpisah agar Jihan bisa membeli hadiah untuk Ibu. Dia tidak sengaja kembali bertabrakan dengan Argan.
"Maaf, maafkan saya Tuan." Jihan segera berlari karena dia tidak sanggup untuk berhadapan dengan orang yang selalu dia tabrak saat di mall.
"Jihan?"
Argan yang mendengar suara Jihan, langsung mencari keberadaan nya.
Argan sedang mengantarkan sama mama berbelanja untuk membeli baju yang akan digunakan saat menghadiri acara amal bersama dengan Argan, dimana perusahaan Argan menjadi sponsor utamanya.
Argan melihat ke arah mama yang sedang sibuk memilih pakaian sebelum akhirnya dia mencoba mencari keberadaan Jihan.
"Sono sicuro di aver sentito la voce di Jihan prima. Laohan ha anche detto che Jihan ha portato sua madre a Singapore per ottenere un trattamento migliore. forse incontrerò Jihan qui? se fosse davvero lui, allora non dovrei perdere l'occasione di incontrarlo faccia a faccia. E mi ha chiesto se era vero che in quel momento lo stavo tirando fuori dentro ora diventando un essere umano."
(Aku yakin tadi aku mendengar suara Jihan. Laohan juga mengatakan jika Jihan membawa ibunya pergi ke Singapura untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. mungkinkah aku akan bertemu dengan Jihan di sini? jika tadi itu benar-benar dia maka aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu dengannya secara langsung. Dan menanyakan apakah benar yang saat itu aku keluarkan di dalam sekarang menjadi manusia.)
Argan status berbicara sendiri sambil mencari kekanan dan ke kiri keberadaan wanita yang mirip Jihan.
Brak !!
Argan menabrak seorang anak kecil yang sedang membawa es krim.
"Yah, es krim Alika jatuh."
Argan melihat gadis itu dan tiba-tiba dia teringat dengan foto dirinya yang masih berusia 5 tahun.
Argan berjongkok untuk menyeimbangkan tinggi badannya dengan tubuh anak perempuan yang memakain sweeter kuda poni.
Argan terus memperhatikan wajah cantik Alika yang jika dilihat-lihat mirip sekali dengan Jihan.
"Argan, si scopre che eri qui. La mamma ti cercava ovunque. Eh, chi è questa dolce ragazza, i suoi occhi sono molto simili ai tuoi."
(Argan, ternyata kamu ada di sini. Mama mencari-cari kamu kemana-mana. Eh, siapa gadis manis ini, mata nya mirip sekali dengan kamu.)
"Alika..."
Argan mendongak dan betapa terkejutnya dia saat dia melihat Jihan tengah berlari ke arahnya dan langsung meraih Alika.
"Forgive my daughter sir, madam. My daughter must have accidentally bumped into you."
(Maafkan putri saya tuan, nyonya. Putri saya pasti tidak sengaja menabrak anda.)
Jihan langsung membungkukkan badan di hadapan Argan dan ibunya.
"Jihan, are you remember me?" tanya Argan.
Jihan melihat Argan, tentu saja dia tidak ingat dengan wajah nya.
"I'm sorry, but I have absolutely no memory of who you are. once again sorry because my son accidentally bumped into you."
(Maafkan aku, tapi aku sama sekali tidak mengingat siapa anda. sekali lagi maafkan karena anak saya tidak sengaja menabrak anda.)
Jihan buru-buru mengajak Alika pergi.
"Jihan, I am the person who accidentally forced you to serve the desires that tormented me."
(Jihan, Aku adalah orang yang saat itu tidak sengaja memaksamu untuk melayani hasrat yang sudah menyiksaku.)
deg !!
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...