Terpaksa Menjadi Purel

Terpaksa Menjadi Purel
Hasil Tes DNA


__ADS_3

Tak selalu berjalan mulus, kehidupan juga dipenuhi dengan beragam persoalan yang cukup rumit. Inilah yang menjadikan seseorang makin bijak dan kuat mengambil keputusan atau pilihan terkait masalah hidup mereka.


Menghadapi persoalan hidup dengan pikiran tenang dan hati ikhlas bisa menjadi cara terbaik untuk mengatasi masalah yang muncul. Sebab hal ini akan membantu kalian berpikir positif dan tetap kuat menghadapi persoalan hidup sekalipun rumit.


Namun tidak dapat dipungkiri, beberapa kondisi menyebabkan merasa bingung dengan keadaan. Ini bisa saja terkait dengan persoalan cinta, persoalan karir, ataupun persoalan keluarga. Ketika merasa bingung dengan keadaan, di sinilah hati dan pikiran mulai diuji.


Sejak pertemuan dan permintaan dari Argan, Jihan sama sekali tidak bisa tidur hingga kemudian ia memutuskan untuk melakukan tes DNA demi bisa membuktikan apakah Alika adalah anak tuan Argan itu atau bukan.


Walaupun ada rasa takut di dalam hati Jihan Jika ternyata Alika adalah anak dari Argan. Jihan berusaha untuk tetap tenang dan berdoa agar hasil yang nanti keluar menunjukkan bahwa Alika bukanlah anak dari Argan.


"Jihan..."


"Ibu.."


Ibu yang baru saja selesai menidurkan Alika memilih untuk mendatangi Jihan yang beberapa hari ini terlihat merenung sendiri di balkon rumah.


"Ada apa? beberapa hari ini ibu melihat kamu sering termenung sendirian di sini, apa kamu merindukan tuan muda itu."


"Tidak, hanya saja di dalam hati dan pikiran Jihan sedang banyak sekali persoalan yang tidak bisa Jihan pecahkan sendiri."


"Tenang dan heninglah. Itu adalah cara untuk berada dalam kehidupan yang penuh pengertian."


"Jika ragu, ikutilah hatimu. Berikan pertanyaan, temukan jawabannya. Belajarlah untuk mempercayai hati."


"Apa kamu meragukan ketulusan tuan muda Rayhan?" tanya Ibu.


"Entah lah bu, Jihan merasa mungkinkah Jihan pantas untuk orang seperti tuan Rayhan? walaupun sangat jelas cinta yang ditunjukkan olehnya, tapi tidak tahukah ibu jika sekretaris dari tuan muda itu selalu mengingatkan Jihan akan derajat dan tingkatan sosial kita yang sangat berbeda jauh," terang Jihan.


"Keraguan bukan merupakan lawan dari keyakinan. Namun keraguan adalah bagian dari keyakinan."


"Dalam setiap hal yang kamu lakukan, kamu memilih suatu arah. Hidupmu adalah hasil dari pilihan-pilihan. Jangan sampai pilihannya kamu ambil membuat kita kembali merasakan kepedihan hidup yang pernah kita alami."


"Bu, apa Ibu mulai terbiasa dengan kehidupan mewah yang selalu diberikan oleh Tuan Rayhan?"


"Jihan, Bukankah tuan muda itu sudah memberikan kita semua fasilitas mewah dan tentu saja kita harus menikmatinya."

__ADS_1


"Bu..."


"Jihan, jika tuan Rayhan sudah mengatakan bahwa dia mencintai kamu dan akan menikahi kamu. Seharusnya kamu tidak perlu memikirkan tentang ucapan sekertaris nya."


Jihan terdiam. Dia tidak menyangka jika sekarang Ibunya sudah terbiasa dengan kehidupan mewah.


Ini tidak bisa dibiarkan, Jihan harus segera mencari cara untuk bisa terlepas dari Rayhan, dan kembali pada kehidupan sederhananya.


Jihan tidak mau ibunya menjadi pribadi yang sombong dan tamak akan harta dan tahta.


Tiga hari kemudian, Jihan membawa Alika Pergi jalan-jalan dan berusaha mencari alasan agar Ibu tetap berada di rumah.


Jihan tidak memberitahu kepada sang Ibu bahwa dia dan Alika akan pergi ke rumah sakit untuk memenuhi keinginan tuan Argan.


Biarlah sang Ibu tidak akan pernah tahu siapa orang yang dulu sudah tega meninggalkan cairan pada tubuh Jihan.


Louhan sudah mengatur semuanya dan dia memiliki dokter pribadi yang akan melakukan tes DNA terhadap alihkan dan juga Argan.


Di ruang tunggu, baik Argan dan Jihan, terutama Louhan. Sedang harap-harap cemas menunggu hasil tes DNA yang akan segera keluar.


Louhan sendiri berdoa agar hasilnya menunjukkan bahwa Alika bukanlah anak kandung dari Argan.


Argan terlihat serius membacanya hingga kemudian dia menjatuhkan kertas itu serta mendatangi Alika yang berada di dalam pelukan Jihan.


Signore, come sono i risultati?Perché non mi ha detto i risultati del test del DNA?


"Tuan, Bagaimana hasilnya. Kenapa Tuan tidak memberitahukan kepada aku hasil dari tes DNA tersebut?"


Louhan tidak habis pikir karena Argan membuang begitu saja hasil tes DNA dan berjalan menuju Jihan.


Louhan mengambil hasil tes sembuh dan membacanya. Louhan membolak sempurna karena hasil tes tersebut menunjukkan bahwa Alika adalah anak kandung dari Argan.


(Sir, How is it going? I believe the results show that Alika is not your daughter. So can I get out of here now?)


"Tuan, Bagaimana hasilnya? Saya yakin hasilnya menunjukkan bahwa Alika bukan Putri anda. Jadi bisakah sekarang saya pergi dari sini?"

__ADS_1


(Jihan, you and Alika are not going anywhere because the results of patient a show that Alika is my daughter.)


"Jihan, kamu dan Alika tidak akan pergi kemana-mana karena hasil tes dna menunjukkan bahwa Alika adalah anakku."


Deg !!


Jihan melihat ke arah Louhan yang mendekat serta membawa hasil tes DNA itu kemudian memberikannya kepada Jihan.


(It is clearly written there that Alika, your daughter is the biological daughter of my young master. So like what the young master said to me before, if it is proven that Alika is his biological daughter...)


"Di sana tertulis dengan jelas bahwa Alika, putri kamu adalah anak kandung dari tuan muda saya. Jadi seperti yang sebelumnya diucapkan tuan muda kepada saya, jika terbukti bahwa Alika adalah Putri kandungnya..."


(No, you can't take it even if the test results say you are the biological father of my daughter. I won't let you or your young master take Alika from me.)


"Tidak, anda tidak bisa mengambilnya walaupun hasil tes itu mengatakan bahwa anda adalah ayah kandung dari putri saya. Saya tidak akan membiarkan Anda ataupun tuan muda Anda mengambil Alika dari saya,"


Jihan segera memotong pembicaraan dari Louhan, dan pergi dari hadapan mereka sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan oleh Jihan.


Argan yang tidak ingin kehilangan Jihan untuk kedua kalinya segera mengejar Jihan dan juga Alika yang hampir saja memasuki lift.


"Jihan .." Argan segera menggenggam lengan Jihan sebelum Jihan menekan tombol lift.


(Sir, please spare me and don't ever try to take Alika away from me)


"Tuan, saya mohon lepaskan saya dan jangan pernah mencoba untuk mengambil Alika dari saya," pinta Jihan sambil menangis dan memeluk erat Alika.


(Jihan, I won't take Alika from you. In fact, when I already know that Alika is my biological child, I will bring you to meet my family and I will marry you as a form of my responsibility.)


"Jihan, Saya tidak akan mengambil Alika dari kamu. Justru, ketika saya sudah mengetahui bahwa Alika adalah anak kandung saya, saya akan membawa kamu menemui keluarga saya dan saya akan menikahi kamu sebagai bentuk pertanggungjawaban saya."


"What?"


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2