
Oh, oh, oh
Oh, oh, oh
Oh, oh, oh, oh
Oh, oh, oh, oh
Sial kenapa dia menyanyi sambil mendesah?
Oh, oh, oh
Oh, oh, oh
Oh, oh, oh, oh
Oh, oh, oh, oh
Kami berdua masih muda ketika saya pertama kali melihat Anda
We were both young when I first saw you
Aku memejamkan mata dan kilas balik dimulai
I close my eyes and the flashback starts
Aku berdiri di sana
I'm standin' there
Di balkon di udara musim panas
On a balcony in summer air
Lihat lampunya, lihat pestanya, gaun pestanya
See the lights, see the party, the ball gowns
Sampai jumpa melewati kerumunan
See you make your way through the crowd
Dan katakan, "Halo"
And say, "Hello"
Sedikit yang saya tahu
Little did I know
Bahwa Anda adalah Romeo, Anda melempar kerikil
That you were Romeo, you were throwin' pebbles
Dan ayahku berkata, "Jauhi Juliet"
And my daddy said, "Stay away from Juliet"
Dan aku menangis di tangga
And I was cryin' on the staircase
Mohon Anda, "Tolong jangan pergi," dan saya berkata
Beggin' you, "Please don't go, " and I said
Romeo, bawa aku ke suatu tempat kita bisa sendirian
Romeo, take me somewhere we can be alone
Aku akan menunggu, semua yang tersisa untuk dilakukan adalah lari
I'll be waiting, all there's left to do is run
Anda akan menjadi pangeran dan saya akan menjadi putri
You'll be the prince and I'll be the princess
Ini kisah cinta, sayang, katakan saja, "Ya"
It's a love story, baby, just say, "Yes"
Jadi saya menyelinap ke taman untuk melihat Anda
__ADS_1
So I sneak out to the garden to see you
Kami diam, karena kami akan mati jika mereka tahu
We keep quiet, 'cause we're dead if they knew
Jadi tutup matamu
So close your eyes
Kabur dari kota ini sebentar, oh oh
Escape this town for a little while, oh oh
Karena kamu adalah Romeo, aku adalah surat merah
'Cause you were Romeo, I was a scarlet letter
Dan ayahku berkata, "Jauhi Juliet"
And my daddy said, "Stay away from Juliet"
Tapi kamu adalah segalanya bagiku
But you were everything to me
Aku memohon padamu, "Tolong jangan pergi," dan aku berkata
I was beggin' you, "Please don't go, " and I said
Romeo, bawa aku ke suatu tempat kita bisa sendirian
Romeo, take me somewhere we can be alone
Aku akan menunggu, semua yang tersisa untuk dilakukan adalah lari
I'll be waiting, all there's left to do is run
Anda akan menjadi pangeran dan saya akan menjadi putri
You'll be the prince and I'll be the princess
Ini kisah cinta, sayang, katakan saja, "Ya"
It's a love story, baby, just say, "Yes"
Romeo, save me, they're tryna tell me how to feel
Cinta ini sulit tapi nyata
This love is difficult, but it's real
Jangan takut, kita akan keluar dari kekacauan ini
Don't be afraid, we'll make it out of this mess
Ini kisah cinta, sayang, katakan saja, "Ya"
It's a love story, baby, just say, "Yes"
Aduh
Oh, oh
Aku lelah menunggu
I got tired of waiting
Bertanya-tanya apakah Anda pernah datang
Wonderin' if you were ever comin' around
Iman saya pada Anda memudar
My faith in you was fading
Saat aku bertemu denganmu di pinggiran kota, dan aku berkata
When I met you on the outskirts of town, and I said
Romeo, selamatkan aku, aku merasa sangat kesepian
Romeo, save me, I've been feeling so alone
__ADS_1
Aku terus menunggumu, tapi kamu tidak pernah datang
I keep waiting for you, but you never come
Apakah ini di kepalaku?
Is this in my head?
Saya tidak tahu harus berpikir apa
I don't know what to think
Dia berlutut ke tanah dan mengeluarkan sebuah cincin
He knelt to the ground and pulled out a ring
Dan berkata, "Menikahlah denganku, Juliet"
And said, "Marry me, Juliet
Anda tidak akan pernah sendirian
You'll never have to be alone
Aku mencintaimu dan hanya itu yang aku tahu
I love you and that's all I really know
Aku sudah bicara dengan ayahmu, pilih gaun putih
I talked to your dad, go pick out a white dress
Ini kisah cinta, sayang, katakan saja, "Ya"
It's a love story, baby, just say, "Yes"
Rayhan gemetar, Dia terlihat menahan sesuatu saat melihat Jihan bernyanyi sambil mendesah.
Ya, sebenarnya Jihan bernyanyi seperti penyanyi pada umumnya. Entah kenapa, Rayhan mendengar bahwa setiap kali Jihan mengucapkan kata oh, yes. Itu terdengar seperti *******.
Rayhan tidak bisa menahan diri lagi. Dia segera bangkit dari tempat duduknya dan langsung memeluk serta mencivm Jihan.
Brak !!
Pyar !!
Semua piring yang sudah tertata cantik di meja yang akan mereka gunakan untuk menikmati hidangan spesial, jatuh tidak beraturan karena Rayhan langsung menidurkan Jihan di sana.
Pelayan yang buru-buru datang karena mengira ada sesuatu yang terjadi, langsung menundukkan kepala dan memilih untuk menutup pintu dan mengisyaratkan kepada semua mafioso agar menutup mata dan telinga.
"Ada apa?" tanya seorang mavioso dan beberapa pelayan yang terkejut karena pelayan tadi yang mencoba untuk mencari tahu apa yang terjadi, mengatakan kepada semuanya agar menutup mata dan telinga.
"Akan ada suara yang lebih merdu dari yang baru saja dinyanyikan oleh wanita cantik itu."
"Apa?"
"Sudah, aku yakin kalian tidak ingin mendengarnya."
Para pelayan dan beberapa mafioso lainnya tentu saja garuk-garuk kepala karena dia tidak mengerti maksud dari perkataan pelayan yang sudah lari terbirit-birit.
"Ada apa?"
"Aku tidak tahu."
Mereka kemudian sepakat untuk mengintip di balik pintu yang ada di sana. Mereka tahu jika hal itu tidak diperbolehkan dan hukumannya bisa sangat berat jika mereka ketahuan mengintip aktivitas yang dilakukan oleh tuannya.
Akan tetapi, rasa penasaran yang tinggi akan suara mengerikan yang segera muncul membuat mereka terpaksa melakukan.
Melihat Rayhan mulai meninggalkan pakaiannya membuat beberapa pelayan dan mafioso itu segera lari terbirit-birit.
"Sektor satu.. sektor satu... matikan lampu utama di balkon atas."
Jihan benar benar terkejut dengan serangan tiba-tiba dari Rayhan. Namun, jujur saja itu membuat nya bergairah.
"Jihat, maaf aku harus melakukan ini.."
"Maaf, aku mencintaimu.."
Jihan yang heran dengan apa yang dikatakan Rayhan, hendak bertanya namun Rayhan terlebih dahulu menusuk dirinya.
Ah..
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...