Terpaksa Menjadi Purel

Terpaksa Menjadi Purel
Seharian Bersama Sultan


__ADS_3

Setelah Jihan selesai memilih berbagai macam pakaian yang akan dia kenakan. Barbara segera mengajak Jihan ke tempat spa.


Satu jam berada di sana membuat Jihan benar-benar merasa dimanjakan oleh pijatan yang sangat lembut.


"Jihan, sebenarnya kamu sangat beruntung karena sebentar lagi kamu akan menghabiskan waktu bersama dengan seorang Sultan."


Jihan hanya tersenyum tanpa berniat membahas perkataan Barbara.


Baginya, seharian bersama sultan tentu saja merepotkan. Terutama saat sultan nya orang yang hanya ingin ditemani bernyanyi saja.


Apa itu tidak menyebalkan.


Tepat pukul sembilan malam, Jihan kembali ke kafe, dimana sultan dan asisten nya ada dan menunggu.


"Mari, nona purel." Abas membuka pintu mobil untuknya.


Hah, ini adalah pekerjaan teraneh sepanjang hidupku. Aku harus memperlakukan seorang purel seperti ratu kerajaan.


"L'ho sentito, non cercare di imprecare su qualcosa che non mi piace," ucap Rayhan yang membuat Abas terkejut.


(Aku mendengar nya, jangan coba untuk mengumpat sesuatu yang tidak aku sukai)


"Sospettavo già che fosse collegato a questo purel. Il capo è diventato versatile," lirih Abas.


(Sudah aku duga jika berkaitan dengan purel satu ini. Bos itu menjadi serba bisa.)


"Lah benar-benar gila bukan, Bos bisa mendengar salah aku berbicara dalam hati. Tapi saat aku bersuara lirih. Dia tidak bisa mendengar nya."


Abas segera melajukan kendaraannya menuju mansion pribadi Rayhan. Jihan tentu saja belum mau melihat rumah sebesar istana.


Jihan berulang kali melihat Rayhan dan Mansion itu.


"Dia benar-benar seorang sultan."


Jihan turun terlebih dahulu, karena seorang mafioso membuka pintu mobil untuk nya.


Jihan yang menggunakan gaun panjang cantik, tidak akan ada yang menduga jika dirinya seorang purel.


Jihan merasa tersanjung diperlakukan seperti itu.


Abas memberikan sesuatu pada Rayhan.


"Heh orek peanuts. why you give me a condo? do you think i'm afraid to print the real life?" ketus Rayhan.


(Heh orek kacang. kenapa kamu memberikan aku sebuah kondominium? apa kamu pikir aku takut untuk mencetak kehidupan yang hakiki?)


"Boss doesn't really want to have a child from that purel, does he?" tanya Abas.


(Bos tidak benar benar ingin memiliki anak dari purel itu kan?)


"This is my weapon and Tadpole seed. so like like I want to drop it on who. The important thing is I didn't drop it on you right," Rayhan tersenyum sambil turun dari mobil.


(Ini adalah senjata dan benih Kecebong ku. jadi suka suka aku mau menjatuhkannya pada siapa. yang penting aku tidak menjatuhkannya pada kamu kan)


"Bos itu sudah gila sekarang. Apa kata dunia jika dia menikah purel?"


...----------------...


Jihan sudah duduk di meja makan yang sudah disiapkan, sudah ada di mansion sebagai tempat makan paling romantis sejauh ingatan Jihan.


Jihan menyempatkan diri untuk menghubungi Bibi Santi dan mengatakan bahwa dia tidak akan pulang dan meminta untuk menjaga Alika.


Jihan segera melupakan kembali ponselnya begitu dia mendengar suara langkah kaki dari sang sultan.


"Sebelum kita makan bersama, beri aku satu. Bernyanyi lah untukku."


Nah kan, aku sudah menduga jika dia hanya ingin mendengar aku bernyanyi. Jika dia memang sangat menyukai suara aku, Kenapa tidak menjadikan aku saja dan membebaskan aku dari jeratan purel. batin Jihan.


Tenang saja, setelah ini aku akan menjadikan kamu ratu di hatiku dan ratu mansion ini.


Ah, Aku tidak tahu kenapa setiap bersama dengan wanita ini aku selalu bisa membaca isi hati dari seseorang yang ada di hadapan. Tadi Abas, sekarang Jihan. Apa yang sebenarnya di miliki oleh wanita ini?


Jihan mulai berdiri begitu mendengar alunan lagu, Jihan sepertinya tahu lagu apa yang diinginkan oleh Rayhan untuk di nyanyikan Jihan.


Jihan langsung mengetahui bahwa nada yang sedang dimainkan adalah lagu dari Taylor Swift berjudul Love story.


Kami berdua masih muda ketika saya pertama kali melihat Anda


We were both young when I first saw you


Aku memejamkan mata dan kilas balik dimulai


I close my eyes and the flashback starts


Aku berdiri di sana


I'm standin' there


Di balkon di udara musim panas


On a balcony in summer air

__ADS_1


Lihat lampunya, lihat pestanya, gaun pestanya


See the lights, see the party, the ball gowns


Sampai jumpa melewati kerumunan


See you make your way through the crowd


Dan katakan, "Halo"


And say, "Hello"


Sedikit yang saya tahu


Little did I know


Bahwa Anda adalah Romeo, Anda melempar kerikil


That you were Romeo, you were throwin' pebbles


Dan ayahku berkata, "Jauhi Juliet"


And my daddy said, "Stay away from Juliet"


Dan aku menangis di tangga


And I was cryin' on the staircase


Mohon Anda, "Tolong jangan pergi," dan saya berkata


Beggin' you, "Please don't go, " and I said


Romeo, bawa aku ke suatu tempat kita bisa sendirian


Romeo, take me somewhere we can be alone


Aku akan menunggu, semua yang tersisa untuk dilakukan adalah lari


I'll be waiting, all there's left to do is run


Anda akan menjadi pangeran dan saya akan menjadi putri


You'll be the prince and I'll be the princess


Ini kisah cinta, sayang, katakan saja, "Ya"


It's a love story, baby, just say, "Yes"


Jadi saya menyelinap ke taman untuk melihat Anda


Kami diam, karena kami akan mati jika mereka tahu


We keep quiet, 'cause we're dead if they knew


Jadi tutup matamu


So close your eyes


Kabur dari kota ini sebentar, oh oh


Escape this town for a little while, oh oh


Karena kamu adalah Romeo, aku adalah surat merah


'Cause you were Romeo, I was a scarlet letter


Dan ayahku berkata, "Jauhi Juliet"


And my daddy said, "Stay away from Juliet"


Tapi kamu adalah segalanya bagiku


But you were everything to me


Aku memohon padamu, "Tolong jangan pergi," dan aku berkata


I was beggin' you, "Please don't go, " and I said


Romeo, bawa aku ke suatu tempat kita bisa sendirian


Romeo, take me somewhere we can be alone


Aku akan menunggu, semua yang tersisa untuk dilakukan adalah lari


I'll be waiting, all there's left to do is run


Anda akan menjadi pangeran dan saya akan menjadi putri


You'll be the prince and I'll be the princess


Ini kisah cinta, sayang, katakan saja, "Ya"

__ADS_1


It's a love story, baby, just say, "Yes"


Romeo, selamatkan aku, mereka mencoba memberitahuku bagaimana rasanya


Romeo, save me, they're tryna tell me how to feel


Cinta ini sulit tapi nyata


This love is difficult, but it's real


Jangan takut, kita akan keluar dari kekacauan ini


Don't be afraid, we'll make it out of this mess


Ini kisah cinta, sayang, katakan saja, "Ya"


It's a love story, baby, just say, "Yes"


Aduh


Oh, oh


Aku lelah menunggu


I got tired of waiting


Bertanya-tanya apakah Anda pernah datang


Wonderin' if you were ever comin' around


Iman saya pada Anda memudar


My faith in you was fading


Saat aku bertemu denganmu di pinggiran kota, dan aku berkata


When I met you on the outskirts of town, and I said


Romeo, selamatkan aku, aku merasa sangat kesepian


Romeo, save me, I've been feeling so alone


Aku terus menunggumu, tapi kamu tidak pernah datang


I keep waiting for you, but you never come


Apakah ini di kepalaku?


Is this in my head?


Saya tidak tahu harus berpikir apa


I don't know what to think


Dia berlutut ke tanah dan mengeluarkan sebuah cincin


He knelt to the ground and pulled out a ring


Dan berkata, "Menikahlah denganku, Juliet"


And said, "Marry me, Juliet


Anda tidak akan pernah sendirian


You'll never have to be alone


Aku mencintaimu dan hanya itu yang aku tahu


I love you and that's all I really know


Aku sudah bicara dengan ayahmu, pilih gaun putih


I talked to your dad, go pick out a white dress


Ini kisah cinta, sayang, katakan saja, "Ya"


It's a love story, baby, just say, "Yes"


Oh, oh, oh


Oh, oh, oh


Oh, oh, oh, oh


Oh, oh, oh, oh


Sial kenapa dia menyanyi sambil mendesah?


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2