Terpaksa Menjadi Purel

Terpaksa Menjadi Purel
Bertemu Niko


__ADS_3

"Ibu, Aku akan pergi untuk mengunjungi salah satu temanku yang kebetulan berada di kota ini juga. Aku titip Alika."


"Jihan, kuharap kamu ingat bahwa sebentar lagi kamu akan menjadi istri dari Tuan Rayhan, itu harap kamu tidak akan melakukan sesuatu yang akan bisa merugikan kita semua," ucap Ibu.


"Bu, apa ibu takut jika kita jatuh miskin dan tidak lagi tinggal di rumah mewah seperti ini?" tanya Jihan.


"Ibu hanya mengingatkan kamu bahwa kita masih memiliki banyak sekali hutang budi terhadap Tuan Rayhan."


Jihan menghela nafas panjang sebelum akhirnya dia memutuskan untuk segera pergi dari rumah. Dia benar benar kecewa dengan sikap ibu yang mulai terbiasa dengan kemewahan.


Jihan menaiki taksi sesuai dengan arahan yang diberikan Niko. Jihan segera memasuki salah satu kafe yang ada di pusat kota, setelah melakukan perjalanan selama setengah jam.


Jihan melihat Niko sudah menunggunya di meja dekat jendela.


"Niko?" panggil Jihan.


"Jihan?"


Niko langsung memeluk Jihan karena memang dia sangat merindukan wanita itu, Niko tidak tahu ke mana selama ini Jihan pergi karena Niko tidak dapat melacak keberadaannya. Sepertinya Rayhan memang sengaja melakukan itu agar tidak ada orang yang mencari lagi keberadaan Jihan.


Basa-basi di awal pertemuan, Niko bercerita kepada Jihan bahwa sejak kepergian nya, Mami Nurul menemukan pengganti dirinya yang sekarang menjadi primadona.


Tempat yang dulu sudah digusur oleh seseorang yang merasa kecewa karena tidak bisa menemukan Jihan.


"Hmm, Jadi sekarang Mami Nurul sudah menemukan pengganti yang lebih baik dari aku?" ucap Jihan yang terlihat sedih saat dia mendengar bahwa Mami Nurul sudah mempunyai primadona lagi.


"Ya, memangnya kenapa? kamu tidak bermaksud untuk kembali menjadi pura lagi setelah kamu ditebus oleh Tuan Muda kaya raya itu, kan?" tanya Niko.


"Ya, sebenarnya aku hanya bertanya apakah Mami Jihan masih membutuhkan aku atau tidak."

__ADS_1


"Memangnya kenapa?"


Jihan kemudian menceritakan tentang kejanggalan yang dia alami saat Rayhan meninggalkannya selama beberapa hari.


"Tunggu saja, siapa tahu memang sekretarisnya itu sedang menyiapkan pesta kejutan untuk tuan muda kamu."


"Aku tidak yakin, Abas dulu mengatakan agar aku jangan sampai jatuh cinta kepada tuan muda dan juga berusaha membuat wanita membenci aku."


"Apa kamu tidak berusaha untuk menghubungi tuan muda kaya raya itu sebelum kamu memutuskan untuk pergi?"


"Aku sudah berusaha untuk menghubungi, tapi ponselnya tidak bisa dihubungi bahkan sekretaris dari tuan muda kaya raya itu mengambil ponsel yang sempat di berikan oleh Tuan Rayhan."


"Hmm, sepertinya memang ada sesuatu yang janggal di sini."


"Aku tahu, karena itu aku menghubungimu dan bertanya apakah kamu memiliki pekerjaan untukku agar aku bisa tetap menghidupi keluargaku."


"untuk saat ini aku tidak mempunyai rekomendasi pekerjaan apapun untuk kamu, aku hanya berharap kamu tidak akan kembali memasuki dunia purel."


"Jihan, cukup karena keadaan terpaksa saja kamu menjadi seorang purel. Sekarang, kamu sudah terbebas dari dunia itu. Kamu adalah purel yang bisa dikatakan sangat beruntung karena ada seseorang yang mau menebus kamu dan membebaskan kamu dari pekerjaan itu."


"Hmmm, tapi aku tidak bisa terus diam seperti ini dia menikmati fasilitas yang diberikan oleh sekretaris dari tuan muda kaya raya itu."


"Tidak apa apa, tunggu saja selama beberapa minggu atau bulan apa yang akan terjadi setelahnya kepada kamu dan keluarga kamu. Barulah kamu memikirkan tentang apa yang harus kamu lakukan."


"Tidak, Niko. Aku tidak bisa menunggu kabar dari seseorang yang bahkan tidak bisa aku hubungi."


"Ini, untuk sementara waktu gunakan ponsel ku agar kamu bisa menghubungi aku dan saat aku menemukan pekerjaan yang pas untuk kamu, aku akan dengan mudah menghubungi kamu."


"Niko, aku tidak tahu lagi harus berterima kasih dengan cara apa. Kamu selalu ada ketika aku membutuhkan bantuan."

__ADS_1


"Hei, jangan suka seperti itu Bukankah aku sudah mengatakan kepada kamu bahwa kamu bisa menganggap aku sebagai saudara kamu. Sesama saudara bukankah kita harus saling membantu."


...----------------...


Ditempat lain, Louhan benar-benar sedang kalang kabut karena dia tidak menemukan keberadaan Jihan. Argan sudah menentang keputusan keluarganya untuk dijodohkan dan dia memilih hidup bersama dengan Jihan.


Non mi importa se la mia famiglia prende tutti i beni patrimoniali che ho, non mi importa se cado in povertà fintanto che può tenermi insieme a Jihan e mia figlia


"Aku tidak masalah jika keluargaku akan mengambil seluruh aset kekayaan yang aku miliki, aku tidak peduli jika aku akan jatuh miskin selama itu bisa membuat aku bersama dengan Jihan dan juga putriku," ucap Argan pada Louhan.


Louhan benar-benar tidak menyangka jika tuannya akan merelakan semuanya demi wanita yang tidak sengaja harus melayaninya di malam itu dan membuatnya melahirkan benih yang tidak sengaja dilepaskan di dalam.


Louhan kemudian memerintahkan kepada orang-orangnya untuk mencari Jihan dan mengirimkan gambar Jihan kepada orang-orangnya itu agar mereka bisa dengan cepat melacak keberadaan Jihan.


Louhan tidak mau sampai Argan mengetahui bahwa sebenarnya Jihan sudah tidak ada lagi di negara itu. Louhan mengenal sifat Argan, Jika dia sudah memutuskan sesuatu dan menginginkan sesuatu maka dia harus mendapatkannya.


Terbukti, segala bisnis yang juga harta kekayaan yang sekarang sedang dia dan juga keluarganya nikmati adalah hasil kerja kerasnya sendiri.


Sayangnya, kejadian di mana saat Argan diberikan minuman sesuatu yang memicu adrenalin, dan Argan yang tidak ingin melakukannya dengan wanita yang tidak dia cintai memilih untuk menahannya sehingga dia melampiaskan apa yang dia rasakan kepada wanita yang dia temui saat Argan dalam perjalanan pulang untuk mencari taksi.


Louhan, voglio che tu ti assicuri che nessuno della mia famiglia o nessuno si avvicini e faccia qualcosa che non voglio a Jihan e mia figlia. Devi trovare immediatamente dove vivono Jihan e mia figlia e portarle in un posto che nessuno può raggiungere.


"Louhan, Aku ingin kamu memastikan bahwa tidak ada dari keluargaku atau siapapun yang akan mendekati dan melakukan sesuatu yang tidak aku inginkan terhadap Jihan dan juga putriku. Kamu harus segera menemukan di mana Jihan dan juga putriku tinggal dan membawanya ke tempat yang tidak bisa dijangkau oleh siapapun."


Mati aku, Bagaimana jika Tuan Argan tahu bahwa sebenarnya aku sudah kehilangan jejak Jihan selama beberapa hari terakhir ini. Tidak, Aku pasti bisa menemukan keberadaan Jihan dan juga putrinya sebelum Tuan Argan menyadari bahwa Jihan sudah tidak ada lagi di negara ini.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2