Terpana Asmara Tuan Perkasa

Terpana Asmara Tuan Perkasa
Bab 11


__ADS_3

"Lepas!"


Bebi menyentak cekalan Rico saat mereka baru saja hendak masuk ke dalam mobil. Matanya menatap nyalang, penuh getar kebencian di sekitaran wajahnya. "Aku bukan tawanan!" teriaknya.


"Memang bukan! Siapa yang bilang kamu tawanan, Manusia Planet!"


Bugh!


Satu tendangan melesat, mengenai tulang kering Rico hingga pria itu mengaduh kesakitan.


"Kamu!" sentak Rico geram.


Sambil mengatur napasnya yang tak beraturan, manusia anti wanita yang sering dipanggil Royco sashet-an oleh Bebi itu menyeret paksa tubuh Bebi hingga terhempas ke dalam jok mobil bagian depan. Bebi memekik, merasakan punggungnya terhantam dasbor mobil.


"Bajingan!" teriak Bebi urakan.


"Sekali lagi kamu berdekatan dengan lelaki seperti tadi, aku tidak segan-segan menghukummu seberat-beratnya!"


"Memangnya kenapa?" sinis Bebi setengah berseru. "Tadi pagi saja kamu menyuruhku mencari pria lain, artinya kamu tidak masalah melihatku berdekatan dengan pria lain bukan?"


"Tidak masalah, tapi bukan dengan cara menjijikan seperti itu. Lakukanlah di tempat sepi agar ayah atau mata-matanya tidak melihat kelakuanmu!"


Rico berkata seperti itu karena ia tahu seperti apa watak ayahnya. Ia tidak mau Wicaskono masuk dan ikut campur ke dalam rumah-rumahan yang sedang dijalani oleh dirinya dan si istri jadi-jadian.

__ADS_1


Bebi membalas Rico dengan tatapan membola juga. "Suka-sukaku dong mau di mana saja. Kebebasanku adalah milikku sepenuhnya!"


"Mana ada kata bebas untuk wanita yang sudah menikah! Kau adalah milikku dan aku adalah suamimu!" telaknya logis.


"Kamu pikir aku mau mengakuimu sebagai suami sungguhan, hah? Jangan mimpi! Apa yang kamu katakan pada teman-temanku sama sekali tidak penting buatku!" teriak Bebi semurka-murkanya.


Rico menutup pintu mobil. Duduk di kursi kemudi seraya menyunggikan senyum sinis tanda mengejek. Detik berikutnya pria itu terbahak dengan ekspresi mengerikan.


"Hahaha. Apa kamu pikir aku berkata seperti tadi karena cemburu? Ingin mendapat pengakun sebagai seorang suami? Cuih! Tidak sama sekali anak setan! Aku sengaja melakukan itu agar citramu di mata teman-temanmu semakin jelek karena menikahi om-om kaya raya! Pasti teman-teman wanitamu akan berpikir negatif tetangmu."


Secara tidak langsung Rico sedang menghina dirinya sendiri.


"Mampus kau sugar baby kutu kupret!"


Bebi yang tak mau kalah terus melawan dengan bahasa yang lebih sarkasme. "Aku masih punya sejuta alasan untuk meyakinkan teman-temanku bahwa aku bukan sugar baby seperti sugestimu terhadap mereka!" cibir Bebi.


"Ck. Dasar suami kikir! Total tiga puluh juta yang kamu kasih per-Minggu padaku tidak ada apa-apanya dibanding uang jajan Nagita Slavina setengah hari! Orang kaya kok pelit!"


Bebi menjulurkan lidah. Sebagai anak juragan sapi, sepuluh juta yang Rico kasih perhari hanyalah uang remeh baginya. Bebi bisa mendapatkan uang lebih saat ia menuntun sapi ayahnya ke pasar untuk dijual. Sapi gemuk yang Bebi curi dari kadang bisa laku kisaran 20 sampai 30 juta satu ekornya.


Andai Bebi tahu kalau ia hanya diberi jatah uang sepuluh juta perhari setelah menikah, mungkin ia tidak akan sudi menerima perjodohannya dengan Rico. Kaya raya apaan? Kikir iya, pikirnya.


"Awas saja ya! Besok-besok aku akan datang ke sini untuk mempermalukanmu lagi agar teman-temanmu semakin menjauh. Memang enak," cibir pria itu membalas lebih gila.

__ADS_1


Gadis itu menggeleng-gelengkan kepala dengan wajah dibuat miris semiris-mirisnya. "Lakukan saja apa yang kamu mau Royco Sachet-an! Konsep hidup homo memang beda dari yang lain. Aku paham dengan perasaanmu yang selalu iri dan dengki melihat kebahagiaan orang normal!"


"Beraninya kamu menghinaku seperti itu?" teriak Rico.


Bebi merasa senang saat Rico mulai terpancing. Kedua manusia yang karakternya sama-sama antagonis itu semakin membuat suasana di dalam mobil jadi panas.


"Ya apalagi kalau bukan homo! Bukannya kamu bilang tidak tertarik pada wanita kecuali Iren Red Velvet? Ck. Semua wanita rasanya sama saja bujang lapuk bodoh! Bilang saja kalau itu semua hanya akal-akalanmu untuk menutupi kenyataan bahwa kamu pria tidak normal!"


Rico mengepalkan kedua tangannya. Menatap bengis si gadis yang seperti sedang menantang amarahnya.


"Tapi semisal kamu bukan homo, itu artinya kamu seorang impoten! Dipsymu hanya sebuah hiasan yang tidak disertai kemampuan!"


"Keparat!"


Kali ini Rico tak dapat lagi menahan amarah yang membuncah kuat di dada.


Bebi boleh menghinanya dengan kata kasar apa pun, tapi jika itu sudah menyangkut-pautkan Dipsy yang sudah ia rawat seperti anak sendiri, Rico tidak bisa tinggal diam. Bebi harus membayar mahal penghinaan yang keluar dari mulut kotornya.


Dihantamnya tubuh Bebi dengan tenaga kuat. Ia mendorong gadis itu seraya merendahkan kursi duduk. Memutar handel jok hingga posisinya menjadi datar.


Terakhir, pria itu menatap Bebi yang sudah berada di bawah kungkuhannya. Seringai jahat dari bibirnya kian melebar.


"Hei anak setan! Mari kita buktikan apakah Dipsy yang baru saja kamu hina ini benar-benar tidak mampu berbuat apa-apa!"

__ADS_1


***


Next gak nih sayang. Sebelum lanjut usahakan tinggalkan jejak jelak keperawan dulu di bawah kolom komentar. Eh, maksudnya jejak like dan komen.


__ADS_2