Terpana Asmara Tuan Perkasa

Terpana Asmara Tuan Perkasa
Bab 12


__ADS_3

"Hei anak setan! Mari kita buktikan apakah Dipsy yang baru saja kamu hina ini benar-benar tidak mampu berbuat apa-apa!"


Suara Rico dibuat menggelegar dan menakutkan. Memenuhi seluruh ruangan di mobil miliknya. Beruntung parkiran tersebut sedang dalam keadaan sepi. Kaca mobil Rico juga tidak tembus pandang jika dilihat dari luar.


Bebi melepas tawanya nyaring. Sorot mata yang tidak ada takut-takutnya itu semakin menantang Rico supaya menunjukkan kehebatan Dipsy.


"Coba saja kalau berani!" tantangnya.


Ia yakin bahwa Rico tidak akan melakukan hal itu kepadanya karena ia sudah diberitahu oleh Wicaksono bahwa pria itu cenderung dekat dengan laki-laki ketimbang wanita. Bahkan Wicaksono berkata bahwa Rico kurang berminat pada kaum hawa. Dan Rico sudah mengkonfirmasi kebenaran itu sendiri.


"Kamu pikir aku tidak berani menyakitimu. Berani sekali kamu menantangku seperti ini. Semua manusia memiliki batas kesabaran Bebi. Ingat!"


Disentaknya penutup bagian atas milik gadis itu, menampilkan bra berwarna milo yang warnanya sudah nyaris luntur dimakan usia dan detergen sabun.


Rico tarik benda sialan tidak berguna itu hingga terhempas ke jok belakang. Ia sudah habis kesabaran dan ingin memberi pelajaran berharga pada gadis yang sudah menghina Dipsy—nya dengan begitu keji.


"Hei sialan! Mau apa kamu?" Gadis itu sedikit panik. Tangannya berusaha mendorong Rico agar menyingkir dari atas tubuhnya.

__ADS_1


"Kenapa? Apa kamu sudah takut sekarang? Ingin menyerah? Belum apa-apa saja sudah ketakutan seperti ini. Minta maaflah pada Dipsyku sebelum waktunya terlambat!"


Bebi meninggikan satu alisnya. "Maksudnya aku harus meminta maaf pada Dipsy—mu yang kecil dan tidak ada rasanya itu? Untuk apa aku meminta maaf pada benda menjijikan itu!"


Terpaksa Bebi melakukan itu demi sebuah harga diri. Ia sudah terlanjur gengsi untuk menyerah sekarang.


Dihini lebih gila membuat wajah Rico merah padam. Nyaris ia mencekik mati gadis sialan sok pemberani yang ada di bawahnya kungkuhannya itu. Jelas Bebi dalam keadaan terancam, tapi ia terus memasang wajah tidak ada takut-takutnya sama sekali.


"Kau tidak punya rasa takut rupanya. Kalau begitu mari kita lanjutkan!" Rico menggamit tubuh Bebi dengan dua pangkal pahanya agar tidak kabur. Ia mengambil posisi duduk, kemudian melucuti semua penghalang yang menutupi bagian tubuhnya. Ia juga menarik celana joger hip hop Bebi dengan sekali sentak. Lantas membuang benda segitiga milik Bebi ke sembarang arah.


Tubuh keduanya sudah benar-benar polos sekarang. Tanpa ciuman apalagi pendahuluan, Rico mengarahkan Dipsy yang tidak pernah digunakan itu untuk menusuk bagian tubuh Bebi si anak setan sialan.


"Tidak ada rasanya sama sekali!"


"Setan! Sepertinya kamu benar-benar menantang maut ya!" Ia tekan Dipsy milikinya lebih kuat lagi sampai Bebi yang sedari tadi menahan nyeri terdengar memekik. Padahal niatnya Rico hanya menakut-nakuti. Tetapi Bebi yang terlalu sombong sampai membuat tubuh bagian bawahnya maju lebih berani lagi.


Rico yang tadinya hanya ingin sekadar menunjukkan ukuran dibuat kalap. Lantas benar-benar memperkosa gadis kecil itu tanpa sadar.

__ADS_1


Dalam sekali hentak dan diiringi tenaga dalam, Dipsy tertelan sempurna ke dalam milik Bebi.


"Bagaimana? Apa yang seperti ini kamu bilang tidak ada rasanya? Sakit, bukan?" Rico teramat puas saat memandangi wajah Bebi di bawahnya. Mukanya yang amit-amit terlihat menderita seperti hendak meregang nyawa.


Kata sebagian wanita, pertama kali melakukannya itu sakit sekali. Rasanya seperti ada tulang-tulang kecil yang dipatahkan secara bersamaan hingga hal itu menjadi adegan yang sering dibayangkan wanita dengan penuh kecemasan.


Meski benar seperti itu rasany, Bebi masih terus berusaha kuat agar harga dirinya sebagai cewek strong terselamatkan.


"Yakin udah masuk semua, hah? Kok aku gak merasakan apa-apa, ya?" Bebi menatap Rico dengan sorot mata menantang. membuat pria itu menekan Dipsy lebih dalam ke arah benteng Takeshi miliknya.


Sial! Aku jelas dapat merasakan bahwa dia sedang menahan sakit luar biasa di bawah sana. Tapi mulutnya terlampau jauh dari karakter wanita normal seolah ia tidak ingin turun harga dirinya. Cih! Apakah ini efek samping menikahi petasan banting?


Rico mulai bergerak memainkan Dipsy di bawah sana. Bebi menggigit bibir bawahannya, matanya terpejam merasakan sakit luar biasa pada bagian intinya.


Kita lihat seberapa besar ketangguhan petasan banting ini?


Gadis itu berusaha memasang wajah baik-baik saja di tengah rasa sakit yang menghatam tubuhnya bertubi-tubi.

__ADS_1


***


Dor ... Dor ... Dor. Jangan lupa komen gengs. Buat yang mau kasih poin bunga dan kopi, kalau bisa disimpan dulu ya, buat tanggal satu....


__ADS_2