Terpana Asmara Tuan Perkasa

Terpana Asmara Tuan Perkasa
Bab 37


__ADS_3

Berani-beraninya anak ini ngaku punya pacar tiga di hadapan suaminya sendiri. Tanpa ada rasa salah dan dosa pula! Wanita macam apa dia, pikir Rico geram.


Eh, kenapa aku jadi kesal?


Apa ini yang namanya cemburu?


Sialan! Mana ada yang seperti itu di kamusku!


Jangan berpikir terlalu jauh Rico!


Berkali-kali Rico mengingatkan diri sendiri bahwa kekesalannya bukan bentuk dari sebuah rasa cemburu. Ia hanya tidak terima Petasan Banting itu memiliki banyak lelaki, sedangkan ia selalu berusaha menutup diri dari berbagai jenis wanita di luar sana.


"Itu namanya, bukan selingkuh, Om. Sebelum aku menikah denganmu, aku memang sudah punya pacar tiga! Tapi pacarannya sekedar status aja, kok! Aku terlalu sibuk main game sama ngerjain tugas kuliah, jadi belum sempet putusin mereka sampai akhirnya kelupaan masih berstatus pacaran."


"Kamu sadar saat mengatakan itu, Beb?" Api di atas kepala Rico mungkin sudah mengepul hebat andai bisa dilihat. Bisa-bisa perempuan jelek seperti itu laris manis. Pasti pacarnya jamet, pikir Rico menduga-duga.


"Sadar dong, Om," jawab Bebi dengan air muka santai. Toh Rico tidak mencintainya, bukan? Untuk apa repot-repot memikirkan hal tidak penting begitu.


"Kalau sadar kenapa kamu berkata seperti itu? Meskipun aku tidak cemburu dengan tiga pacarmu yang standarnya pasti jauh di bawah aku itu! Kamu tetap tidak boleh dekat-dekat dengan sembarangan pria lain di luar sana. Kamu harus tahu siapa kamu, Bebi! Suami Jirico Abraham. CEO ternama dari perusahaan Burning Sun! Paham?"


"Enggak!" Bebi menggeleng masa bodo.


"Ikhs, anak ini! Jika tidak sedang sakit aku akan mencekikmu sampai puas," kesal Rico sampai menggemeretakkan semua gigi-giginya.

__ADS_1


Entah kenapa emosinya jadi makin tidak stabil begini gara-gara Bebi terus memancing gara-gara. Selalu saja ada ucapan Bebi yang membuat Rico kesal sampai ada hasrat ingin memutilasi.


Sementara Bebi malah meledek, "Jangan lupa soal tadi pagi. Siapa yang suruh aku cari selingkuhan, hayo?"


"Itu hanya umpatan emosi sesaat, Bodoh! Siapa suruh kamu boros sekali, uang sepuluh juta habis dalam sehari untuk main game itu tidak wajar. Mending kalau dipakai merawat diri. Buat game aku tidak rela!"


"Sa ae lu Bapaknya Dipsy! Bilang aja karena kamu pelit. Banyak alasan!"


Kalimat ejekkan Bebi membuat Rico mendengkus. Namun jiwanya sudah terlalu lelah untuk diajak berdebat dengan Babiana betina yang satu itu.


"Bodo amat! Aku tidak ingin berdebat denganmu soal jamet-jamet tidak jelasmu. Intinya .... awas saja kalau kamu sampai balikan dengan mereka dan membuat nama baikku tercoreng. Cepat atau lambat kamu pasti ajan menjadi sorotan media umum karena kamu adalah istri sahku. Jadi jaga nama baikku mulai dari sekarang kalau masih ingin dapat jatah sepuluh juta perhari. Paham!"


"Iya paham! Galak banget sih! Toh pacarannya cuma sekedar status. Aku kan masih normal. Engga kayak kamu yang cintanya halu ke artis Korea," cibir Bebi tidak terima.


Bentakkan kasar bercampur jenaka yang keluar dari mulut Rico membuat Bebi terdiam beberapa detik. Ia memperhatikan raut wajah Rico yang terlihat sangat emosi. Entah emosi karena apa ... yang jelas Bebi meyakini pria itu emosi bukan karena sedang cemburu pada pacar tidak jelas Bebi.


"Aku hanya mencerna berdasarkan apa yang kamu ucapkan. Kalo salah ya maaf, lagi pula tadi aku sudah tanya kenapa kamu tidak tertarik sama wanita, tapi gak dijawab. Jadi semua salah aku ...aku yang gak tau apa-apa kamu salahin?"


"E-eh? E-enggak begitu!" Bicara pria itu sedikit tergugu-gugu. Mungkin menyesal karena sedari tadi terus bicara pakai urat.


"Terus gimana kalau gak begitu?" Dengan sangat jelas Bebi dapat merasakan kalau air muka Rico berubah. Dari yang semula marah, kini cenderung terlihat frustrasi parah. Dan ... pria itu mengatakan sesuatu yang membuat Bebi terkejut.


"Sebenarnya aku kayak gini ada alasannya tersendiri. Aku pernah punya salah sama seorang gadis dan berjanji akan menikahinya dalam hati. Tapi aku tidak tau sekarang dia ada di mana. Belum tentu juga gadis itu mau nikah sama aku setelah aku kasih tahu kesalahanku yang memalukan itu," ucap Rico pelan.

__ADS_1


Bukannya cemburu, Bebi malah penasaran dengan permasalahan Rico dan gadis itu. "Siapa Gadis itu? Mantan pacar kamu, teman, atau apa?"


Rico menggeleng. "Bukan semua!"


"Oh ... pasti cinta pertama, biasanya cinta pertama memang susah di lupakan si, Om."


"Bukan juga, tebakanmu masih salah semua. Kalau tidak salah ingat namanya Sumiati, dia anak desa dan orang biasa-biasa aja. Saat aku bertemu dengannya, kira-kria umurnya masih sekitar lima tahunan."


"Suamiati?" Kening Bebi sedikit berkerut. Membentuk tiga garis lurus yang menandakan dia cukup terkejut. "Emangnya kamu bikin salah apa sama dia sampai mau nikahin segala? Jangan-jangan—"


"Jangan-jangan apa?" potong Rico cepat. Bola matanya melotot-lotot pakai campuran urat di sekitaran bawah kelopak.


Ck. Bebi sedikit menggeser tubuhnya. Membuat Rico tersinggung dengan sikap anak itu. "Jangan-jangan kamu melakukan pelecehan terhadap anak kecil ya, Om! Kamu pedofilia?"


"Hei! Sembarangan mulut kamu kalo bicara ya!" Rico benar-benar geram. Sampai berpikir ingin menaruh Sianida di atas kepala ayam Crispy agar Bebi mati saat memakannya besok pagi.


"Terus kamu apain dong itu si Sumiati?"


***


Ini novel misteri, tapi dibumbuin komedi gitu, biar kalian bacanya santai. btw makasih ya. Udah kasih bunga dan kopi. Aku siapin Crazy up kalo naik ke 20 besar. Wkwkwk. Makasih untuk yang mau bantu doa dan usaha.


Add fb aku buat yang mau kenalalan sama aku.

__ADS_1



__ADS_2