Terperangkap Antara Cinta Dan Dendam

Terperangkap Antara Cinta Dan Dendam
TACDD# 11


__ADS_3

Di sebuah butik yang sangat besar yang terlihat begitu banyak para pembeli yang ingin membeli baju rancangan yang di rancang langsung oleh seorang wanita paruh baya namun usianya tidak menutupi kecantikan dan keanggunan wanita pemilik batik besar itu. Seorang wanita paruh baya begitu terlihat bahagia melihat butik miliknya begitu ramai bahkan para pekerja di butiknya terlihat begitu kerepotan melayani para pembeli pembeli itu.


Wanita paruh baya yang tidak lain adalah Hani Safitri Danendra yang merupakan mamah dari Daniel dan istri dari pengusaha kaya raya di negara itu yang adalah Andi Danendra dan mereka berdua adalah kedua orangtua Daniel. Hani terlihat sangat bahagia melihat butiknya yang semakin terkenal dan maju begitu pesat, bahkan bisa terlihat bagaimana keuntungan yang dia dapatkan dari usaha perbutikan miliknya itu.


Hani berjalan jalan melihat butiknya yang masih sangat ramai hingga tatapan matanya terhenti di salah seorang perempuan yang sedang berdiri tepat di depan toko butiknya. Hani berjalan mendekat ke arah seorang perempuan yang sedang berdiri di depan itu.


" Clarissa? " panggil Hani tersenyum sembari memegang bahu Clarissa yang kebetulan sedang berdiri membelakangi dirinya.


Clarissa kaget karena ada yang memegang bahu dan memanggil namanya dan dengan cepat Clarissa membalikkan badannya menghadap ke arah orang yang memanggil dirinya. Clarissa terkejut saat melihat siapa yang memegang bahunya yang ternyata adalah wanita yang pernah di tolong olehnya beberapa hari yang lalu dan sekarang mereka di pertemukan kembali entah itu di sengaja atau memang takdir lah yang merencanakan itu.

__ADS_1


" Bu Hani? " kata Clarissa yang langsung mencium tangan Hani dengan begitu sopan.


Hani semakin tersentuh dengan kesopanan Clarissa yang menurutnya sangat sulit menemukan gadis seperti Clarissa yang begitu sopan baik dan ramah di zaman modern yang seperti sekarang ini. Hani tanpa di sengaja memeluk hangat tubuh Clarissa entah kenapa Hani sangat menyukai Clarissa itu.


Hani sudah menganggap Clarissa seperti putrinya sendiri semenjak Clarissa menyelamatkan hidupnya beberapa hari yang lalu.


" Clarissa sayang kamu kenapa ada di sini? Apalagi cuaca yang begitu panas " tanya Hani yang mengajak Clarissa masuk ke dalam butiknya dan membawa Clarissa masuk ke dalam ruangan pribadinya.


" Bu Hani apa Clarissa tidak apa apa masuk ke sini? " tanya Clarissa polos setelah Hani menyuruhnya duduk di sebuah sofa.

__ADS_1


Hani tersenyum mendengar pertanyaan polos Clarissa yang membuatnya semakin yakin dengan menganggap Clarissa sebagai putrinya sendiri.


" Sayang kamu itu polos sekali! " kata Hani yang terlihat sangat gemas kepada gadis di depannya.


Clarissa tersenyum canggung saat Hani mengatakan hal itu.


" Clarissa kamu belum menjawab pertanyaan saya loh kenapa kamu ada di sini dengan cuaca yang begitu panas begini? " tanya Hani yang melihat Clarissa di depannya.


Clarissa terlihat menundukkan kepalanya saat Hani menanyakan hal itu yang entah kenapa membuat dirinya sedih. Hani bisa melihat kesedihan di wajah Clarissa dan mendekatkan tubuhnya kepada Clarissa untuk memberikan Clarissa pelukan hangat yang seperti seorang ibu memeluk anaknya saat sedang sedih.

__ADS_1


" Cerita saja sayang, apa yang membuat dirimu terlihat sedih seperti ini? " tanya Hani yang masih memeluk hangat Clarissa.


__ADS_2