
" Kak kenalin ini namanya Clarissa " kata Dara yang mencoba mendekatkan Daniel dengan Clarissa.
Dengan terpaksa Daniel melihat Clarissa yang sesaat membuat dirinya terpana dengan kecantikan alami yang dimilik oleh Clarissa. Daniel hanya bersikap dingin dan angkuh meskipun sang mamah dan adiknya sudah mengingatkan dirinya agar bersikap sedikit hangat dengan Clarissa. Namun Daniel masih bersikap seperti biasa dan itu membuat mamah dan adiknya hanya membuang napas mereka kasar melihat Daniel yang tidak pernah berubah.
Clarissa hanya tersenyum melihat sikap dingin dan cuek Daniel yang terpaksa harus menikah dengan dirinya. Namun apa boleh buat Clarissa harus menikah dengan pria yang di depannya itu yang memiliki sifat yang sangat dibenci Clarissa bagaimana tidak padahal Clarissa bermimpi suatu saat nanti dia akan menikah dengan pria yang mencintai dirinya dan menyayangi dirinya.
" Mamah ingin kalian secepatnya menikah! " kata mamah Hani tersenyum melihat Daniel dan Clarissa bergantian.
Daniel dan Clarissa tidak menjawab apa apa karena walaupun mereka berkata tetap tidak akan membuat mamah Hani merubah keputusannya. Daniel hanya ikut saja dengan permintaan sang mamah, namun walaupun begitu Daniel tetap akan bertanggung jawab kelak kepada istrinya walaupun tidak ada rasa cinta. Sama halnya dengan Daniel, Clarissa juga hanya menyerahkan semuanya kepada Tuhan yang memang sudah menakdirkan kehidupannya seperti ini.
__ADS_1
" Lebih baik kalian berdua mengobrol saja dulu untuk membuat kalian semakin mengenal satu sama lain " kata mamah Hani yang langsung mengajak Dara pergi dari sana.
Karena Mamah Hani dan Dara sudah pergi meninggalkan mereka berdua, mereka pun dibuat canggung oleh keadaan. Baik Daniel maupun Clarissa sama sama terdiam karena tidak ada yang mengeluarkan kata kata.
" Ehhmm.... Saya mau bertanya dirimu? " kata Daniel yang akhirnya memilih untuk mengutarakan kemauan dirinya lebih dulu.
" Boleh! " kata Clarissa yang melihat Daniel yang terlihat begitu tampan bahkan siapa saja akan tergila gila pada ketampanan Daniel.
" Aku melakukan semua ini untuk membalas budi kebaikan Bu Hani yang sudah membantu aku pada saat kesusahan. Hanya Bu Hani yang baik dengan diriku saat semua orang tidak mau membantu diriku " kata Clarissa yang terlihat sendu mengingat dirinya yang hanya sebatang kara di dunia ini.
__ADS_1
Daniel juga merasa kasian dengan seorang gadis cantik di depannya namun bisa dilihat oleh Daniel kalau Clarissa adalah gadis yang sangat baik oleh sebab itu sang mamah sangat menyukai dirinya karena setahu dia, sang mamah bukan orang yang mudah dekat dengan orang lain tapi tidak dengan dengan Clarissa.
" Dan kamu sendiri kenapa menerima semua ini? " tanya Clarissa yang memberanikan diri untuk bertanya pada Daniel.
" Karena saya sangat menyayangi mamah makanya saya akan melakukan apapun yang dia inginkan tanpa harus menyakiti hatinya " kata Daniel yang tidak mau menyakiti sang mamah untuk kedua kalinya.
" Tapi walaupun begitu saya tetap akan berusaha menjadi suami yang baik untuk dirimu kelak " sambung Daniel yang begitu serius karena Daniel tidak pernah berniat akan mempermainkan sebuah ikatan suci pernikahan.
Clarissa tersenyum mendengar ucapan Daniel dan berharap juga semuanya akan berjalan lancar seperti yang dinginkan olehnya nanti. Mereka berdua sudah sama sama menyerahkan semuanya kepada Allah yang memang sudah mengatur semua ini.
__ADS_1
" Semuanya akan berjalan seperti yang kuinginkan " batin seseorang tersenyum sulit diartikan.