
Semenjak kejadian malam itu Daniel terus mencoba mencari informasi mengenai sekelompok orang orang itu yang ditugaskan kepada Edward yang sangat ahli dengan pekerjaan seperti itu. Daniel terus memikirkan siapa mereka dan pikirannya juga tidak pernah lupa dengan perkataan wanita itu yang mengatakan kepadanya pembunuh dan pengecut yang menurut Daniel sangat aneh.
Daniel menyadarkan punggungnya di kursi kebesarannya di dalam ruangan kerja di kantornya. Daniel terus memikirkan kejadian malam itu hingga tiba tiba Daniel tersadar dari lamunannya saat Edward masuk ke dalam ruangannya setelah tadi sudah meminta izin. Edward sekarang sudah duduk di kursi depan Daniel yang pastinya setelah Daniel menyuruhnya.
" Bagaimana apa yang kau dapatkan mengenai mereka? " tanya Daniel yang menatap Edward.
Daniel ternyata sudah menyuruh Edward untuk mencari tahu semua informasi mengenai kelompok orang misterius itu. Daniel terlihat sangat antusias ingin mengetahui identitas dan informasi mereka semua terutama kepada wanita yang sudah menyebut dirinya sebagai pembunuh dan pengecut waktu itu.
__ADS_1
Edward terlihat raut wajahnya yang begitu sendu dan merasa bersalah kepada Daniel karena baru pertama kali ini dia mendapatkan tugas dari Daniel namun dia tidak bisa menyelesaikan tugasnya itu. Daniel bisa melihat aura wajah Edward yang berubah dan itu membuat Daniel semakin penasaran.
" Ada apa, apa kau tidak bisa mencari tahu identitas mereka? " tanya Daniel
Edward menundukkan kepalanya karena merasa sangat bersalah kepada Daniel hingga dirinya tidak berani menatap Daniel. Daniel mengeluarkan napasnya kasar saat menyimpulkan bahwa Edward gagal dalam tugasnya kali ini.
" Benar, mereka sangat berpengaruh di negara ini. Entahlah siapa mereka, tapi apakah ada informasi mengenai pekerjaan mereka? " tanya Daniel yang juga mengakui kehebatan mereka walaupun dipimpin oleh seorang wanita.
__ADS_1
" Untuk pekerjaan mereka saya juga tidak terlalu mengetahuinya tuan, tapi menurut informasi yang saya dapatkan pekerjaan mereka bukan pembunuh dan mungkin saja mereka juga memiliki banyak perusahaan namun saya tidak terlalu menjamin itu " kata Edward.
" Dan untuk tempat yang tuan sampaikan kepada saya mengenai gedung tempat perkumpulan mereka, sepertinya mereka tidak memiliki satu tapi banyak memiliki tempat pertemuan mereka semua tuan " sambung Edward lagi.
Daniel mengangguk mengerti memikirkan semua itu bahkan rasa penasarannya semakin besar saat mendengar beberapa kenyataan tentang organisasi itu. Daniel menyuruh Edward untuk kembali bekerja karena selain menjadi orang kepercayaan Daniel, Edward juga bekerja sebagai sekretaris Daniel.
Daniel kembali menyandarkan tubuhnya di kursi hingga tiba tiba lamunannya terhenti lagi saat ada panggilan masuk dari telponnya yang ternyata adalah sang mamah. Daniel mengangkat telponnya yang ternyata sang mamah menyuruh dirinya untuk datang ke restoran X nanti pada saat makan siang karena sang mamah ingin mengenalkan kepada wanita yang akan menikah dengannya.
__ADS_1
" Menikah? Entahlah " batin Daniel yang sudah tidak memikirkannya lagi dan menyerahkan semuanya kepada sang mamah.