
Di restoran X tepatnya di sebuah meja dengan dilengkapi empat buah kursi namun tiga kursi sudah terisi sedangkan satu kursi masih kosong karena belum ada yang menempatinya. Di kursi kursi yang sudah terisi adalah para wanita wanita cantik yang tak lain adalah Mamah Hani, Dara dan juga Clarissa.
Mamah Hani ternyata sudah merencanakan pertemuan ini dengan mengajak Clarissa ke restoran itu dengan tujuan yaitu memperkenalkan Clarissa kepada anak anaknya terutama kepada Daniel yang akan menikah dengan Clarissa. Clarissa sangat gugup berhadapan dengan mamah Hani sekarang apalagi dengan seorang gadis di depannya yang dari tadi terus melihatnya.
Ya Dara terus memperhatikan Clarissa yang sudah diperkenalkan oleh mamahnya mengenai Clarissa. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Dara saat melihat Clarissa yang dari tadi hanya menunduk tidak berani melihatnya karena dalam hati Clarissa dia tidak berani menatap orang yang jauh diatasnya apalagi harus duduk diantara mereka yang tidak sebandingya dengan dirinya.
" Gadis yang terlihat begitu baik polos dan cantik. Mungkin memang gadis ini yang terbaik buat kak Daniel, aku menyukainya " batin dara tersenyum kepada Clarissa.
__ADS_1
" Kak Clarissa kenapa hanya diam saja? " tanya Dara mencoba mencairkan suasana yang menurutnya sedikit tegang.
Clarissa yang menundukkan kepalanya langsung melihat kearah Dara yang terlihat sedang tersenyum kepadanya hingga Clarissa akui kecantikan Dara semakin terlihat apalagi saat sedang tersenyum seperti itu. Tanpa sadar Clarissa juga menyunggingkan senyumannya kepada Dara yang bisa dilihat olehnya kalau Dara sama baik dan ramahnya seperti sang ibu.
" Dara suka sama kak Clarissa, Dara sangat setuju kalau kak Clarissa menikah dengan kak Daniel dan menjadi kakak ipar Dara " kata Dara yang langsung menyukai Clarissa meski baru pertama kali bertemu namun entah kenapa ada rasa nyaman saat berada di dekat Clarissa yang seperti membuat Dara dekat dengan seorang kakak perempuan.
Mamah Hani tersenyum senang karena ternyata Dara juga menyukai Clarissa dan itu semakin membuat tekadnya untuk menikahkan Daniel dengan Clarissa semakin kuat. Mamah Hani melakukan semua ini untuk kebaikan Daniel sendiri, karena menurutnya Clarissa adalah wanita yang cocok untuk membuat Daniel menjadi pria yang lebih baik lagi.
__ADS_1
" Bener sekali mah. Dara juga sangat setuju dengan keputusan mamah, tinggal menunggu kak Daniel saja sekarang " kata Dara tersenyum.
" Tapi kenapa Daniel belum datang juga sih? " kata mamah Hani yang mengambil handphonenya untuk kembali menghubungi Daniel yang tidak datang datang.
" Itu kak Daniel udah datang mah! " kata Dara tersenyum saat melihat sang kakak datang.
Mamah Hani dan Clarissa langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Daniel yang sedang berjalan begitu angkuh dan arogannya dengan setelan jas yang masih bertempat rapih di tubuh atletisnya. Semua pengunjung restoran menatap kagum dengan ketampanan yang dimiliki oleh Daniel namun Daniel sama sekali tidak memperdulikan mereka.
__ADS_1
Daniel langsung duduk di antara mamah dan adiknya tanpa ingin melihat seorang gadis di depannya yang sudah bisa ditebak adalah gadis yang dimaksudkan oleh mamahnya yang akan segera menikah dengan dirinya namun Daniel sudah tidak ingin melakukan apapun lagi karena sudah menyerahkan semuanya kepada yang di atas walaupun dia harus menikah dengan orang yang sama sekali tidak dikenali olehnya.
" Aku sangat membenci dirimu! " batin seseorang yang melihat Daniel dengan tatapan begitu membenci entah siapa orang itu.