
Mobil milik Daniel sudah memasuki pekarangan sebuah rumah mewah nan megah yang tak lain adalah kediaman utama milik keluarga Danendra. Mobil Daniel sudah terparkir rapih di garasi khusus mobil yang mana dalam garasi besar itu sudah terdapat beberapa unit mobil yang tidak kalah mewahnya dengan milik Daniel.
Daniel keluar dari mobilnya dan berjalan sembari membuka jasnya, membuka kancing kedua lengannya yang tidak lupa dia lipat ke atas dan terakhir membuka dua kancing kemeja atasnya yang membuat Daniel semakin terlihat sangat tampan. Daniel sudah sampai di depan pintu rumahnya dan saat dia akan membuka pintu besar itu tiba tiba pintunya sudah terbuka dari dalam.
Daniel tersenyum hangat saat melihat siapa yang membuka pintu untuk dirinya yang tak lain adalah mamahnya dan seorang gadis cantik yang juga sedang tersenyum kepadanya. Daniel menciumi tangan sang mamah tercinta dengan balasan ciuman kening dari wanita yang sangat di sayangi oleh Daniel. Daniel juga tidak lupa mencium pipi seorang gadis yang masih setia tersenyum kepada dirinya.
__ADS_1
" Iih kak Daniel apaan sih main cium aja, Dara udah dewasa loh toh umur Dara juga udah 20 tahun sekarang. So kakak tidak boleh anggap Dira seperti anak kecil lagi " kata gadis itu dengan nada yang di buat cemberut namun masih terlihat sangat manja sembari memeluk sang kakak.
Daniel tidak menjawab ucapannya sang adik karena Daniel memang pria yang sedikit berbicara namun walaupun begitu Daniel juga akan bersikap hangat kepada keluarga. Tapi karena Daniel merasa sekarang sedang tidak terlalu penting untuknya berbicara jadi dia hanya memilih diam dan itu sudah di duga oleh sang adiknya yang memang sudah tahu bagaimana sikap sang kakak. Namun dia tetap akan berusaha untuk mengajak Daniel mengobrol.
Dara lulusan terbaik di salah satu universitas terbesar dan terkenal di negara tetangga dan sekarang Dara yang memegang salah satu perusahaan milik sang papah yang juga tidak kalah besarnya dengan perusahaan sang kakak. Dara begitu pintar dalam bidang itu bahkan Dara sudah menjabat sebagai CEO wanita dan termuda yang pernah ada di negara itu.
__ADS_1
" Daniel kenapa kamu telat sampai ke rumah, darimana saja kamu, kita udah nunggu kamu dari tadi " kata mamah Hani yang terlihat sangat khawatir kepada putranya yang jam segini baru pulang padahal jam pulang kantor sudah dua jam yang lalu tapi Daniel baru saja sampai ke rumah setelah dua jam berlalu.
" Maaf mah, jalan sangat macet " jawab Daniel yang begitu singkat namun padat dan jelas yang membuat sang mamah dan adiknya mengeluarkan napasnya kasar dengan sikap Daniel yang masih juga sedikit dingin.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam dengan Daniel yang langsung naik ke lantai dua untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan lainnya di dalam kamarnya yang ada di rumah utama itu karena walaupun Daniel tinggal di rumah miliknya sendiri tapi di rumah utama keluarganya Daniel juga memiliki kamar khusus dirinya yang dia pakai seperti sekarang saat berada di sana.
__ADS_1