Terperangkap Antara Cinta Dan Dendam

Terperangkap Antara Cinta Dan Dendam
TACDD# 12


__ADS_3

" Tidak ada apa apa kok Bu Hani " kata Clarissa tersenyum yang mencoba untuk menyembunyikan kesedihannya karena Clarissa merasa tidak enak untuk menceritakan masalah dirinya kepada Bu Hani yang bahkan bukan siapa siapanya dia.


Namun semuanya tidak seperti yang dipikirkan oleh Clarissa karena ternyata Bu Hani tahu kalau Clarissa sedang menutupi sesuatu darinya dan Bu Hani mengerti kenapa Clarissa tidak mau bercerita kepadanya karena menurutnya Clarissa tidak ingin merepotkan dirinya padahal Bu Hani dengan senang hati mau membantu Clarissa yang sudah dianggap seperti putrinya sendiri.


" Kamu anggap saya seperti ibumu? " tanya Bu Hani dengan tatapan serius pada Clarissa.


Clarissa dengan spontan mengangguk mengiyakan ucapan Bu Hani karena dalam lubuk hati Clarissa yang paling dalam sudah menganggap wanita di depannya itu sebagai ibunya sendiri karena kebaikan Bu Hani.


Hani tersenyum saat melihat Clarissa mengangguk " Kalau kamu menganggap saya sebagai ibumu, kamu cerita apa yang sedang membuat dirimu gelisah sayang " kata Bu Hani mengusap lembut pucuk kepala Clarissa.

__ADS_1


Clarissa terharu dan tanpa sengaja kedua matanya mengeluarkan air mata karena terharu dengan kebaikan dan keramahan yang dimiliki Bu Hani. Clarissa tidak menyangka kalau kejadian hari dimana dia tidak sengaja menolong Bu Hani membuat dirinya seperti memiliki seorang ibu lagi. Clarissa merasa sangat beruntung karena Bu Hani begitu baik kepadanya bahkan dia tidak membedakan Clarissa yang hanya dari kalangan bawah berbeda dengan dirinya yang dari kalangan atas.


Clarissa menarik napasnya dalam dalam sebelum menceritakan semua masalah yang membuat dirinya sedih. Clarissa mulai menceritakan kalau dia sedang sangat membutuhkan pekerjaan karena tanpa bekerja Clarissa tidak bisa makan karena tidak mempunyai uang sedikitpun, itulah yang membuat dirinya sedih.


Bu Hani merasa kasian saat mendengar cerita Clarissa yang begitu kesusahan sedangkan dirinya hidup dengan bergelimang harta. Bu Hani memeluk Clarissa bermaksud untuk memberikannya keteguhan dalam menghadapi semua ujian hidup dirinya.


" Insya' Allah Bu, Clarissa pasti bisa melewati semua ini " kata Clarissa tersenyum melihat Bu Hani setelah mereka saling melepas pelukan.


Bu Hani membuka handphone miliknya saat mendengar ada suara pesan masuk dan ternyata itu dari sang putranya Daniel yang mengirimi dia sebuah pesan. Setelah membalas pesan dari sang putra Bu Hani menatap Clarissa dengan tatapan yang sulit di artikan apalagi Bu Hani menatap Clarissa dengan tersenyum.

__ADS_1


Clarissa mengerutkan keningnya saat melihat tatapan dan senyuman dari Bu Hani yang menurutnya sedikit aneh. Namun Clarissa berusaha untuk tidak berprasangka buruk kepada Bu Hani karena dia yakin Bu Hani adalah wanita yang sangat baik setelah ibu kandungnya yang sudah tiada itu.


" Bu Hani, ada apa kenapa Bu Hani lihat Clarissa seperti itu? " tanya Clarissa dengan sangat hati hati.


" Mungkin ini rencana yang bagus, apalagi Clarissa adalah gadis yang cantik dan baik " batin Bu Hani yang seperti sedang merencanakan sesuatu.


" Clarissa, kamu membutuhkan pekerjaan bukan? " tanya Bu Hani.


" Iya Bu " jawab Clarissa berbinar karena akan mendapatkan pekerjaan langsung dari Bu Hani padahal Clarissa sengaja tidak menghubungi Bu Hani semenjak saat itu karena tidak mau merepotkan Bu Hani yang baik itu.

__ADS_1


__ADS_2