Terperangkap Antara Cinta Dan Dendam

Terperangkap Antara Cinta Dan Dendam
TACDD# 27


__ADS_3

Clarissa menangis terharu dalam pelukan hangat suaminya dengan Daniel yang juga mengusap lembut kepala istrinya. Clarissa tersadar kalau dia sedang memeluk Daniel dan dengan cepat dia melepaskan pelukannya itu. Clarissa menatap wajah Daniel yang juga sedang menatap dirinya hingga ratapan mereka saling bertemu satu sama lain.


Daniel membawa Clarissa untuk duduk di ranjang dengan saling berdekatan sembari Daniel menghapus air mata yang masih menetes dari mata indah milik Clarissa.


" Apa perkataan ku membuatmu sedih, maka maafkanlah kesalahanku " tanya Daniel yang masih merasa dialah yang membuat istrinya sekarang menangis.


" Tidak. Ucapan mu tidak ada yang salah, aku hanya terharu dengan semua perkataan dirimu yang seperti itu. Aku tidak mengira kalau kamu akan mengatakan hal itu karena aku tahu pernikahan ini bisa dikatakan sebuah paksaan " ujar Clarissa yang masih tidak percaya.

__ADS_1


Daniel tersenyum sembari mendekatkan lagi tubuhnya pada sang istri yang masih terlihat sangat cantik meskipun make up-nya sudah mulai luntur karena air mata. Daniel kembali membelai rambut Clarissa dan beralih juga pada wajah istrinya hingga membuat Clarissa semakin deg degan dengan sentuhan yang diberikan Daniel padanya karena bagaimanapun itu adalah kali pertama dirinya berdekatan seperti ini dengan seorang pria.


" Dengar,,, sekarang kita sudah menikah dan mulai sekarang kamu adalah tanggung jawab dan kewajiban diriku sebagai suamimu. Seperti yang aku katakan tadi, kita akan melaksanakan tugas kita sebagai suami istri apapun itu kecuali satu.... " kata Daniel yang menghentikan ucapannya hingga membuat Clarissa menatap penasaran pada suaminya.


" Kecuali satu yaitu tentang hubungan suami istri di ranjang. Aku tidak akan menuntut itu dari kamu sampai kamu sendiri yang siap untuk memberikan nya pada suamimu. Tapi selain itu semuanya wajib kamu lakukan sebagai istri aku, dan satu lagi yang kamu harus ingat, kamu akan selamanya menjadi istriku tanpa ada kata perpisahan dalam hubungan kita. Karena prinsip hidupku hanya menikah sekali seumur hidup oleh karena itu tidak akan pernah ada kata pisah dalam kamus hidupku. Kamu mengerti? " kata Daniel dengan begitu serius bahkan Clarissa bisa melihat betapa seriusnya Daniel saat ini.


" Baiklah ayo kita tidur, karena besok aku harus datang ke kantor karena ada urusan penting yang harus lakukan " kata Daniel juga tersenyum sembari membaringkan Clarissa perlahan di atas ranjang dan tidak lupa mengecup sekilas kening Clarissa sebelum akhirnya dia terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


***


Clarissa bangun lebih awal di pagi harinya karena dia berniat ingin membantu membuatkan sarapan untuk keluarga barunya sekarang. Clarissa sudah berada di dapur untuk membantu membuatkan sarapan untuk semua anggota keluarga barunya. Namun saat Clarissa sibuk menyiapkan sarapan, tiba tiba ada suara seseorang yang harus menghentikan semua perbuatan dirinya di dapur.


" Loh sayang kok kamu yang menyiapkan semua ini. Kamu harusnya bantu suami kamu bersiap ke kantor, karena hari ini dia akan masuk ke kantor. Lebih baik kamu susul suami kamu di kamar ya " kata mamah Hani tersenyum.


Tanpa ada bantahan Clarissa pun mengiyakan ucapan mamah mertua yang menyuruhnya untuk membantu sang suami bersiap ke kantor. Clarissa pun menaiki tangga yang akan langsung berjalan ke dalam kamar suaminya sekaligus kamar dirinya.

__ADS_1


__ADS_2