Terperangkap Antara Cinta Dan Dendam

Terperangkap Antara Cinta Dan Dendam
TACDD# 3


__ADS_3

Clarissa meneteskan air matanya saat Bu Hani membelai rambutnya dan mencoba melihat kearah Bu Hani yang sedang tersenyum kepada dirinya.


Bu Hani pun langsung menghapus air mata Clarissa dan memeluk Clarissa untuk membuat perasaan Clarissa lebih tenang.


" Nak Clarissa kamu kenapa menangis? " tanya Bu Hani sesudah melepaskan pelukannya dari Clarissa.


" Clarissa tidak apa apa kok Bu. Clarissa hanya ingat dengan kedua orangtua Clarissa yang sudah meninggalkan Clarissa sejak Clarissa masih kecil dulu " kata Clarissa yang mengingat momen dirinya bersama dengan kedua orangtuanya dulu.


Namun semua itu hanya menjadi kenangan indah yang harus diingat oleh Clarissa mengingat kedua orangtuanya yang sudah tiada semenjak dia kecil dan itu membuat dia harus bisa menghidupi dirinya sendiri.


Bu Hani ikut merasakan kesedihan dengan cerita Clarissa yang menurutnya sangat menyedihkan apalagi dengan Clarissa yang harus berjuang sendiri untuk menghidupkan dirinya apalagi Clarissa hanya orang susah.

__ADS_1


Clarissa juga menceritakan kalau dia baru saja kehilangan pekerjaannya yang membuatnya semakin sedih karena kalau dia mencari pekerjaan lagi pasti tidak ada yang mau menerima dirinya hanya karena dia hanya lulusan SMA saja dan tidak kuliah karena masalah ekonomi.


" Kamu jangan sedih lagi ya, saya akan membantu dirimu. Kamu harus menerima ini karena ini sebagai ucapan terima kasih saya kepada dirimu " kata Bu Hani tersenyum.


Bu Hani berjalan ke arah mobil untuk mengambil tasnya dan kembali lagi ke tempat Clarissa setelah mengambil sesuatu di dalam branded nya itu dan memberikannya kepada Clarissa.


Clarissa menerima pemberian dari Bu Hani yang berupa sebuah kartu nama yang bisa di lihat dan di baca oleh Clarissa adalah sebuah kartu nama dari keluarga paling kaya raya di negara ini.


" Iya ini kartu nama keluarga saya. Kalau kamu membutuhkan bantuan saya, jangan sungkan-sungkan untuk meminta bantuan kepada saya karena saya dengan lapang hati akan membantu dirimu Clarissa " kata Bu Hani dengan begitu ramah.


" Terima kasih banyak Bu Hani. Saya tidak tahu harus berbuat apa untuk membalas kebaikan dari Bu Hani " kata Clarissa yang tersenyum di sela sela tangisannya.

__ADS_1


Bu Hani juga ikut senang dengan kebahagiaan dari Clarissa yang entah kenapa hatinya sangat menyukai Clarissa walaupun itu adalah pertemuan pertama mereka tapi Bu Hani sudah sangat menyukai Clarissa karena kebaikan hatinya.


Bu Hani memutuskan untuk pergi dari sana karena dia ada urusan yang sangat penting dan meninggalkan Clarissa di sana walaupun tadi Bu Hani sudah memaksa untuk mengantar Clarissa pulang namun karena tidak enak hati apalagi dengan kebaikan hati yang di lakukan Bu Hani membuat Clarissa menolak halus.


Sepeninggalan mobil Bu Hani yang sudah tidak terlihat lagi, di dalam sebuah mobil mewah berwarna hitam yang sudah di kelilingi oleh beberapa preman bertopeng tadi.


" Kerja bagus. Ini bonus untuk kalian semua " kata seorang wanita yang duduk di depan setir mobilnya dengan tersenyum yang sulit di artikan dari senyuman itu sembari memberikan sebuah amplop coklat yang terlihat sangat tebal.


" Terima kasih nona bos. Lain kali kalau nona bos membutuhkan bantuan kami, jangan sungkan sungkan menyuruh kami " kata salah satu dari preman itu sambil mencium amplop coklat yang tebal itu.


Wanita itu mengangkat tangannya untuk menyuruh mereka semua pergi dan hanya tinggallah dia sendiri di dalam mobil sembari melihat sesuatu di tangannya dengan tersenyum yang sulit di artikan.

__ADS_1


" Permainan baru akan di mulai, bersiap siaplah kalian semua " gumam wanita itu yang terlihat kemarahan di wajahnya.


__ADS_2