Terperangkap Antara Cinta Dan Dendam

Terperangkap Antara Cinta Dan Dendam
TACDD# 8


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang terlihat begitu luas dan indah namun semuanya tidak untuk seorang wanita yang sedang duduk di sebuah kursi dengan kedua bola matanya menatap sebuah foto yang di pegang oleh tangannya.


Wanita itu memperhatikan setiap jengkal foto itu yang membuat dirinya sangat sedih saat melihat foto yang terlihat ada sepasang pasangan bersama anak anaknya terlihat begitu bahagia menghadap kearah kamera yang memfoto mereka.


Wanita itu meneteskan air matanya mengingat masa masa indah yang dia lewati waktu masih kecil namun semuanya sekarang hanya tinggal kenangan indah yang hanya bisa di ingat oleh wanita yang sedang menangis itu.


" Ibu Ayah, kalian bisa melihatkan anak kalian ini sudah tumbuh menjadi dewasa sekarang. Ibu Ayah aku merindukan mu " kata wanita itu yang langsung mencium foto itu.


Saat wanita itu masih menciumi foto yang ternyata adalah foto kedua orangtuanya yang sudah lama meninggalkan dirinya karena sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa mereka berdua untuk selama lamanya.


Wanita itu menghentikan tangisannya dan menghapus semua air mata yang masih ada di pipi cantiknya saat ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan itu.

__ADS_1


" Masuk! " kata wanita itu mempersilahkan masuk orang yang mengetuk pintunya.


Seorang perempuan yang sama cantiknya dengan wanita yang duduk di kursi kebesarannya berjalan mendekati wanita itu dengan sangat sopan.


Wanita itu mempersilahkan perempuan yang baru saja masuk untuk duduk di depannya tepatnya di sebuah kursi yang sudah tersedia.


" Apa ada informasi yang baru? " tanya wanita itu kepada seorang perempuan yang sudah duduk di depannya.


" Eitss udah berapa kali aku menyuruh dirimu untuk tidak memanggil ku dengan sebutan nona " kata wanita itu tersenyum begitu manis pada perempuan di depannya.


Perempuan itu juga ikut tersenyum dengan wanita di depannya yang sudah di anggap olehnya sebagai kakaknya sendiri karena walaupun dia bekerja untuk wanita di depannya tapi wanita itu tidak pernah menganggap dirinya sebagai bawahan tapi sudah di anggap seperti adiknya sendiri itulah yang membuatnya berjanji akan selalu melakukan apapun demi wanita yang sudah di anggap kakaknya sendiri.

__ADS_1


" Hehe iya kakak. Aku membawa informasi yang pasti akan membuat kakak senang " kata perempuan itu dengan senyuman namun dibalik senyuman itu menyimpan banyak hal misterius.


" Katakanlah Ayudia adikku! " kata wanita itu dengan tersenyum yang bisa terlihat dari senyumannya itu ada rasa kasih sayang kepada perempuan yang bernama Ayudia yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri.


" Kak, Ayu mendapatkan sebuah informasi bahwa yang menjadi target kakak sekarang malam ini akan ke restoran XX. Namun Ayu tidak mendapatkan informasi untuk apa target kakak ke restoran itu " kata Ayudia yang memberikan informasi yang dia dapat kepada bos sekaligus kakaknya.


Ayudia adalah orang kepercayaan dari wanita misterius itu yang bekerja untuk mendapatkan semua informasi yang dia inginkan mengenai targetnya yang pastinya dengan niat akan menghancurkan kehidupan musuhnya.


Wanita misterius itu menyunggingkan senyumannya sembari mengeluarkan sebuah kertas kecil dan memperlihatkan kepada Ayudia yang membuat Ayudia langsung mengerti dengan kertas itu tanpa harus di jelaskan oleh wanita misterius itu.


" Baiklah. Kamu bersiap siaplah karena malam ini kita berdua akan datang ke restoran itu untuk melihat musuhku " kata wanita itu dengan terlihat menahan amarahnya mengatakan tentang musuh yang sangat di benci olehnya.

__ADS_1


__ADS_2