
Di waktu yang bersamaan lebih tepatnya di tempat lain yang jauh dari kediaman Danendra terlihatlah dua orang wanita yang sedang berada di dalam mobil yang sedang melaju membelah jalan raya yang terlihat begitu banyak kendaraan yang berlalu lalang. Wanita yang tak lain adalah Ayudia dan bosnya yang sedang menaiki mobil sport milik sang bos untuk menikmati kebahagiaan sang bos karena sepertinya suasana hati bosnya sedang dalam keadaan sangat baik.
Ayudia bisa melihat aura kebahagiaan di wajah bosnya bahkan dengan melihat bosnya yang sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri membuat dirinya juga ikut bahagia. Ayudia sedang menyetir mobil milik bosnya sedangkan bosnya duduk di samping dirinya dengan senyuman yang tidak hilang diwajahnya dan itu membuat wajah dia semakin cantik.
" Kakak bahagia sekali Ayu! " kata wanita itu dengan terlihat begitu bahagianya dirinya.
" Ayu juga senang kalau kakak senang " kata Ayu yang juga ikut tersenyum.
__ADS_1
Wanita itu melihat Ayu dengan masih terlihat tersenyum yang tidak hilang di wajah cantiknya. Wanita itu memegang tangan Ayu sebelah yang sangat disayangi olehnya itu karena hanya Ayudia lah yang ada di saat dia membutuhkannya seperti sekarang yang tidak luput dari campur tangan Ayudia hingga semua keinginan dirinya secara perlahan lahan mulai terwujud satu persatu.
" Terima kasih Ayudia, karena semua ini tidak akan terjadi kalau tidak ada campur tangan dirimu " kata wanita itu tersenyum.
" Kak, kakak ngomong apaan sih. Ayu akan melakukan semua yang kakak inginkan, jadi tidak perlu berterima kasih pada Ayu " kata Ayudia juga ikut tersenyum.
Wanita itu mengeluarkan sebuah peluru dari pistolnya keluar dari mobil mereka setelah mengamati tidak ada orang di sana dan peluru itu berhasil keluar dari sarangnya ke sembarang arah namun tidak mengenai manusia maupun binatang apapun.
__ADS_1
" Sebentar lagi, sebentar lagi aku akan mulai menghancurkan hidupnya perlahan lahan hingga dia merasa tidak ingin hidup lagi di dunia ini. Itu janji aku " kata wanita itu penuh penekanan sembari melihat benda ditangannya itu.
Entah dendam apa yang ada di hati wanita itu dan kepada siapa dendamnya dituju. Tapi semua itu masih menjadi misteri bahkan identitas wanita itu belum ada yang mengetahuinya selain dua orang yang sangat penting dalam hidup wanita itu yang salah satunya adalah Ayudia adiknya sekaligus orang kepercayaan dirinya.
" Kita langsung ke rumah utama saja, aku sungguh lelah hari ini yang melewati begitu banyak drama dalam hidupku ini.. Sungguh melelahkan " kata wanita itu yang langsung mendapat anggukan dari Ayudia yang sedang menyupiri bosnya.
Ayudia melakukan perjalanan pulang setelah sebelumnya mereka berada di sebuah restoran milik wanita itu untuk makan malam sekaligus merayakan kebahagiaan wanita misterius itu walaupun belum ada yang mengetahui penyebab kebahagiaan wanita itu selain dua orang penting dalam hidupnya.
__ADS_1