The Crying Past

The Crying Past
one


__ADS_3

"Dia sangat tampan dan,..sexy"mata gadis itu terus menelisik setiap inch dari tubuh pria di depannya yang tengah sibuk memberikan pose-pose andalannya kepada sang fotografer


"Huang Zhilan,berhentilah menatapnya seakan dia itu anak rusa yang sedang kau buru"Xiuhuan memblokir pandangan mata Zhilan dengan telapak tangannya


Zhilan mendongakkan kepalanya beralih memandang sebal pada pria tampan di sampingnya


"Hentikan itu,kau terus memandangnya seperti singa yang kelaparan"


"Tapi dia benar-benar tampan gege,aku rela melakukan apapun agar bisa berkencan dengannya"Zhilan mengutarakan keinginannya dengan gamblang


"Lupakan"


"Weisheme?"


"Dia sudah punya kekasih"Xiuhuan menyodorkan tab berisi berita pada Zhilan


"Aah sayang sekali,tapi aku bersedia menjadi gadis simpanannya"ia menatap sekilas pada managernya itu lalu kembali fokus pada berita di tab yang sebenarnya sudah di rilis beberapa bulan yang lalu


Xiuhuan hanya tersenyum mendengar pernyataan modelnya itu tanpa berniat menegurnya karena sembarangan berbicara tokh tidak ada satupun di studio itu yang fasih berbahasa mandarin jadi mereka leluasa membicarakan apapun


"Zhilan..."panggil sang fotografer sebagai tanda jika sekarang giliran Zhilan melakukan pekerjaannya


"Nde.."Zhilan berdiri cepat setengah berlari menuju ke arah sang fotografer yang masih sibuk dengan lensa kameranya,ia membungkukkan badannya sekedar berbasa-basi pada pasangannya di pemotretan kali ini


"Mohon bantuannya"ucap Zhilan tanpa melepaskan senyum dari wajahnya sebelum pemotretan di mulai


"Huang Zhilan"teriak Xiuhuan menyadarkan Zhilan yang melamun, terkunci pada tatapan mata pria yang ia sebut tampan dan sexy itu,Zhilan dengan cepat melepaskan tangannya yang masih mengalung di leher pria itu wajahnya tampak memerah karena malu


"Kai-ssi"Kai yang sudah berjalan beberapa langkah reflek membalik badannya saat namanya di panggil


"Bu haoyisi"lanjut Zhilan


Kai menatap bingung,tidak paham dengan maksud kalimat yang baru saja di dengarnya


"Aaahh..mianhamnida"ralat Zhilan cepat dengan bahasa korea saat sadar lawannya tidak paham dengan bahasa mandarin


Kai hanya tersenyum lalu melanjutkan kembali langkahnya yang sempat terhenti


"Gwiyeowo"gumam kai pelan setelah berbalik memunggungi Zhilan sambil tersenyum


"Ah..aku mempermalukan diriku sendiri,tapi mata itu benar-benar membuatku hilang kendali"


Xiuhuan yang sudah berada di samping Zhilan mendecak kesal lalu memukul pelan kepala gadis itu dengan glungan kertas di tangannya

__ADS_1


"Sakit"Zhilan mengelus bekas pukulan Xiuhuan lalu membalas memukul lengan managernya itu dengan keras


"Apa yang kau lakukan"


"Membalasmu"


---


"Kau memeras tenagaku seolah aku ini budak penghasil uang"


Xiuhuan hanya tersenyum mendengar keluhan modelnya,ia sudah terlalu terbiasa mendengar kata-kata tajam dari gadis cantik ini sejak kecil


"Aku selalu menanyakan padamu sebelum aku menerima pekerjaan,dan saat kontrak akan di tanda tangani aku juga menanyakan apa kau yakin,kau masih mengatakan ini salahku"Xiuhuan menyatakan penyangkalannya dengan tenang sementara Zhilan mengangguk paham


"Aku terlalu keras pada diriku,kita ke club?"Zhilan menoleh pada Xiuhuan yang sibuk dengan ponselnya,merasa di acuhkan ia menggelayut di lengan pria tampan itu


"Gege..."rajuknya


"Hao de"Zhilan mencium pipi Xiuhuan sekilas mengekpresikan rasa senangnya tidak perduli sopir yang sempat memandangnya aneh lewat kaca depan


"Xiexie"bisik Zhilan pelan tepat di kuping Xiuhuan yang masih belum sadar dari keterkejutan saat Zhilan mendaratkan ciuman di pipinya,itu bukan yang pertama tapi itu selalu berhasil membuatnya kehilangan fokus


Xiuhuan baru saja mengistirahatkan badannya di kursi,bahkan mereka tiba di club ini belum ada 15menit,tapi Zhilan sudah merajuk menyuruhnya kembali ke hotel dan beristirahat di sana tanpa ada alasan yang jelas


"Gege..."panggil Zhilan entah untuk keberapa kalinya


"Wang Xiuhuan"


Xiuhuan menarik nafasnya dalam lalu berdiri dari kursinya


"Baiklah,jangan pulang terlalu malam dan jangan mabuk,telvon aku jika membutuhkan sesuatu"Zhilan mengangguk bersemangat kemudian mencium pipi Xiuhuan,kebiasaan yang selalu ia lakukan secara reflek sejak kecil juka managernya ini mengabulkan apa yang dimintanya


"Jangan ganggu aku sampai besuk pagi"


"Ck..berhentilah bermain-main dengan pria"decak Xiuhuan lalu berbalik pergi dengan raut kesal mengetahui alasan ia di usir kembali ke hotel


"Apa dia tidak ingat berapa gadis yang sudah dia permainkan saat mengatakan kalimat itu"gerutu Zhilan sambil melangkahkan kakinya menuju ke seorang pria yang sudah menarik perhatiannya sejak ia memasuki club


"Two shots of tequilla"Zhilan mengedipkan matanya pada bartender di depannya


"Kau sendirian"


Pria yang tengah sibuk menatap gelas kosong di depannya itu menoleh menyadari dirinya yang di maksud oleh gadis di sebelahnya itu,ia tersenyum sambil mengangguk dan kembali fokus pada gelasnya

__ADS_1


"Aku yang traktir"Zhilan meletakkan segelas tequilla di depan pria itu


"Terimakasih"


"Jadi kau lupa padaku,Kai-ssi"Zhilan menekankan suaranya pada kata terakhir mencoba memgambil oerhatian yang tidak ia dapat sejak duduk di samping pria itu


Kai menyipitkan matanya,keningnya sedikit berkerut mencoba mengingat nama pemilik wajah cantik yang kini tengah menenggak tequilla,sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah smirk saat otaknya sukses mengingat wajah cantik itu


"Zhilan.."gumam Kai


Zhilan tersenyum,rekan kerjanya beberapa hari yang lalu itu masih mengingatnya


"Kau sendirian?"lanjut Kai


"Ya"jawabnya singkat tanpa menatap kai ia sibuk memberi kode pada bartender untuk membuatkannya segelas tequilla lagi


"Ini bukan Beijing,Hongkong,dan juga bukan Seoul dan kau pergi ke club sendirian"


"Eum..sejujurnya aku slalu datang ke sini jika ke jepang,ini bukan tempat asing untukku,dan kau?"Zhilan menunjuk pada Kai


"Aku baru saja menyelesaikan show,dan tiba-tiba aku sudah berdiri di depan club"


"Dimana teman-temanmu"


"Entahlah,aku berpisah dengan mereka saat keluar dari backstage"


"Oooohhh"Zhilan menganggukkan kepalanya tanpa melepaskan tangannya yang menopang kepalanya,ia sudah merasa sedikit pusing wajahnya bahkan sudah tampak merah,Kai tersenyum menyadari Zhilan mulai mabuk


"Apa kau bisa pulang sendiri"


Zhilan menggelengkan kepalanya lalu menyatukan ke-2 tangannya seperti sedang memohon


"Bisakah kau mengantarku Kai-ssi"


Bola mata Kai tampak bergerak tak beraturan karena si pemilik sedang kebingungan"aku akan memanggilkan seorang pega...."


"Tidak,tidak aku tidak percaya pada mereka aku mohon Kai-ssi"pinta Zhilan memotong kalimat Kai dengan nada memelas


Zhilan tersenyum miring saat Kai menyanggupi permintaannya,ia merangkulkan tangannya ke leher Kai,senyumnya semakin melebar saat ia merasakan tangan Kai melingkar di pinggangnya


"Mandarin oriental..."Zhilan memberikan tempat tujuannya saat mereka masuk ke taxi"5350"lanjutnya berbisik ke telinga Kai sementara tangannya meletakkan Keycard ke tangan Kai sebelum ia memejamkan matanya


"Kebetulan sekali"gumam Kai,ia **** senyumnya mengetahui mereka menginap di hotel yang sama

__ADS_1


"Gwiyeowo"Kai menyelipkan helaian rambut Zhilan yang berantakan ke belakang telinganya


"sekarang aku bisa memandangi wajahmu tanpa terhalang rambutmu"lanjutnya


__ADS_2