
"Ayo..."tangan Zhilan terus berusaha menggeret Xiuhuan agar lebih mempercepat langkahnya
"Kenapa berhenti.."gerutu Xiuhuan,saat Zhilan menghentikan langkahnya secara tiba-tiba hingga dirinya menabrak gadis itu
"Oppa..."Zhilan melambaikan tangannya,ke arah seorang pria jangkung yang mengenakan topi
Pria itu tampak menyipitkan matanya mencoba memgingat sosok Zhilan yang sudah ada di hadapannya.Zhilan mempoutkan bibirnya sadar jika pria yang tadi di sapanya tidak mengingatnya
"Zhilan..."
Zhilan mengangguk bersemangat,pandangannya beralih ke wanita berambut pendek yang ada di sebelah pria jangkung itu,matanya sibuk memperjatikan wanita itu dari atas sampai bawah"kekasihmu,oppa?"
Pria itu hanya tersenyum,jarinya sibuk menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Sangat cantik,apa kalian makan malam di sini?"pria itu hanya mengangguk sebagai jawaban
"Bisakah kami bergabung?,jika kami tidak menganggu"lanjut Zhilan sedikit ragu,melihat gadis cantik di depannya sedikit tidak nyaman sejak kehadirannya
"Tentu saja...ayo"
"Apa kau kehilangan urat malumu?"Xiuhuan berbisik saat merasa berada di jarak aman,dimana sepasang kekasih yang berjalan di depannya itu tak akan mendengarnya
"Sesuatu yang di lakukan bersama-sama akan lebih menyenangkan"
"Kau menganggu kencan orang lain"
"Mereka tidak terganggu.."
Tak ada jawaban lagi,hanya suara helaan nafas Xiuhuan menandakan pria itu sudah menyerah mendebat Zhilan
"Siapa pria itu?apa dia breng..."
"Singkirkan pikiran kotormu,apa kau tidak tahu dia teman Yixing gege"geram Zhilan kesal,menurutnya Xiuhuan terlalu banyak bicara saat ini,dan dia tidak suka jika harus menjawab berbagai pertanyaan yang menurutnya tidak penting
"Wooaaa..kau memesan ruang vvip"ucap Zhilan setengah berteriak,matanya nampak berbinar senang mengetahui Chanyeol memesan ruang vvip di restoran jepang itu
Sementara Xiuhuan memandang malas pada Zhilan yang menurutnya berlebihan.Seolah gadis itu tidak pernah memasuki ruang vvip,padahal dengan status sosial gadis itu bisa di pastikan ruang vvip bukanlah hal baru baginya
"Eonni...kenapa kau sangat diam,apa aku mengganggu kencanmu?"tanya Zhilan tanpa berhenti mengunyah
"Berhentilah bicara dan telan makananmu.."
__ADS_1
"Apa dia kekasihmu"
"Ya..."Zhilan menjawab cepat pertanyaan Chanyeol bahkan sebelum Xiuhuan membuka mulutnya untuk menyangkal.Lagi-lagi pria itu hanya bisa menghembuskan nafas pasrah dengan segala yang di lakukan Zhilan
---
"Sejak kapan kita menjadi sepasang kekasih?"
"Kira-kira beberapa tahun yang lalu"Zhilan menjawab ringan,matanya masih fokus pada ponselnya.sesekali ia tertawa melihat balasan pesan di benda berbentuk persegi itu
"Bisakah kau serius?"
"Bisakah kau fokus saja menyetir?"Zhilan mengangkat kepalanya menatap Xiuhuan yang juga menatapnya,seolah tak perduli dengan mobil lain yang berlalu-lalang
Mata Zhilan bergerak tak menentu,ia memandang ke jalan dan Xiuhuan bergantian,matanya jelas menyiratkan rasa ketakutan.seolah sudah tak peduli dengan keselamatan mereka Xiuhuan masih fokus memandang Zhilan
"Gege..."teriak Zhilan bersamaan dengan mobil yang menepi,Xiuhuan menginjak pedal remnya.tubuh Zhilan hampir membentur dashboard jika saja tangan Xiuhuan tidak menahannya
"Berapa kali harus kukatakan,kenakan seatbelt!!apa kau anak kecil?"ucap Xiuhuan dengan nada yang sedikit keras
"K..kau ingin membunuhku?"Teriak Zhilan dengan suara parau dan bergetar,hampir menangis
"Berhentilah mengucapkan omong kosong,kau mempersulit hidupmu sendiri"
Hening,Zhilan hanya menunduk tidak ada respon darinya
"Huang Zhilan.."
"Hao..."
"Bisakah kau tidak bermain-main saat sedang dalam situasi serius?"Zhilan hanya mengangguk lemah,kepalanya tetap menunduk
"Kau takut...?"kali ini Xiuhuan menggunakan nada yang lembut.Zhilan mengangkat kepalanya
"Aku minta maaf..."lanjut Xiuhuan tangannya menyapu sebutir cairan bening yang jatuh dari sudut mata Zhilan,untuk sesaat ia melihat Zhilannya dulu,Zhilan yang manis tidak seperti sekarang
"Kenapa kau terus menatap kekasih Chanyeol oppa?,sepanjang makan malam matamu tidak berkedip,apa dia secantik itu?apa kau terpesona padanya?apa kelebihannya?kau menyukainya?dia juga terus menatapmu sejak awal,atau dia mantan kekasihmu atau..."
Sebuah senyuman mengembang di wajah Xiuhuan mendengar semua pertanyaan Zhilan yang sarat rasa ingin tahu,tawanya seketika meledak saat sadar alasan Zhilan mengatakan mereka adalah sepasang kekasih
"Kenapa kau tertawa?"
__ADS_1
"Kau berpikir aku menyukainya,dan dia juga menyukaiku?"
"Kalian bahkan tidak berhenti saling mencuri pandang"ucap Zhilan dengan nada tinggi
"Lalu..."
"Aku tidak menyukai-nya,aku tidak suka jika kau menatap gadis lain,aku tidak tahan melihat ada gadis lain melihatmu dengan tatapan memuja,aku tidak suka jika kau memperhatikan gadis lain..aku tidak menyukai semua hal yang kau lakukan demi wanita lain..."Zhilan mengeluarkan semua isi pikirannya dalam satu tarikan nafas.nafasnya sedikit tersengal begitu runtutan pernyataannya itu selesai
Xiuhuan menaikkan alisnya,kembali melajukan mobilnya,seakan ia tidak mendengar pernyataan apapun dari gadis di sebelahnya itu.Sungguh jika boleh jujur hatinya ingin meledak sekarang,ia mati-matian menahan senyumannya.pengakuan gadis itu benar-benar di luar dugaan,ia tidak menyangka Zhilan akan mengatakan hal itu setelah bertahun-tahun
Kini Zhilan sibuk merutuki mulutnya dalam hati,Ia sudah melakukan hal bodoh dengan membuat pengakuan seperti itu di depan Xiuhuan.ingin rasanya ia menenggelamkan kepalanya di lautan karena malu
"Perempuan itu tidak baik untuk oppa-mu"
Zhilan menoleh tak mengerti siapa yang di maksud Xiuhuan
"Chanyeol,wanita itu dia bukan perempuan yang tepat..."
Zhilan kembali memasang wajah tak pahamnya
Xiuhuan menghela nafasnya"Dia sungguh-sungguh bukan perempuan yang baik,ya kecuali oppa-mu itu membayarnya untuk menemaninya di ranjang"
"Berhentilah memasang ekpresi itu..."lanjut Xiuhuan mengomel,ia kesal melihat Zhilan yang hanya menatap bingung kepadanya
"Dari mana...."Zhilan menutup mulutnya yang terbuka,raut wajahnya kini berubah menjadi terkejut.Matanya memicing menatap Xiuhuan
Sebuah helaan nafas terdengar,Xiuhuan sadar Zhilan kini tengah menatapnya dan ia juga bisa menebak apa yang ada di fikiran gadis itu sekarang Ia menganggukkan pelan kepalanya beberapa kali,seolah mengiyakan kalimat tanya yang ia yakin bersemayam di kepala Zhilan
"Menjijikan..."desis Zhilan"dia bahkan tidak lebih cantik dari aku,aaaiiissshhh memang sejak dulu perempuan pilihanmu tidak pernah ada yang lebih baik dari aku"
"Yang Lihua"
Air muka Zhilan jelas menegang sesaat,sebelum senyum licik terukir di sana"kalau kau begitu tertarik padanya,kenapa tidak kembali padanya?kurasa masa-masa sulitnya masih belum berakhir"
"Kau bisa mengakhirinya kalau kau mau..."
"Kau sangat cocok dengannya gege,tentu saja dia pasti sangat menggoda di matamu..sampai kau melupakan hari pentingmu..."
"Turunlah,kita sampai..."ucap Xiuhuan pelan.Kini ia menyesal membawa nama Lihua di pembicaraan mereka.Ia tidak tahu jika Zhilan masih menyimpan sakit hati yang dalam pada sahabatnya itu bahkan setelah bertahun-tahun,aah seharusnya ia sadar itu,tentu saja jika ia jadi Zhilan ia juga akan melakukan dan merasakan hal yang sama dengan gadis itu
"Kalau kau begitu merindukan wanita itu,kenapa kau tidak kembali padanya gege"
__ADS_1