
"Berapa lama lagi kita akan menunggu,dimana orang itu..."
"Entahlah..."
Zhilan melemparkan pandangan kesal pada Seyi yang berdiri di sebelahnya
"Aigoo..aku tidak tahu jika oppa bisa setampan ini saat memakai tuxedo"
Mata Zhilan mengikuti arah pandangan Seyi,untuk sesaat nafasnya tertahan matanya tak berkedip ia terdiam ,melihat Xiuhuan dengan setelan tuxedo berjalan santai ke arahnya.Bukan karena ia terkagum dengan ketampanan managernya itu ini tapi ini lebih seperti dejavu yang kembali menghantuinya ia mengakui Xiuhuan terlihat berkali-kali lipat lebih tampan saat memakai setelan rapi itu.
"Aku tahu aku tampan..."ucap Xiuhuan percaya diri,melihat beberapa pasang mata terus menatap kagum ke arahnya termasuk Zhilan yang seolah lupa untuk berkedip
Mata Zhilan berkedip beberapa kali saat sebuah tangan menepuk pundaknya ia menoleh tak mengerti
"Kau membasahi gaunmu unni.."Seyi menunjuk gaunnya yang kini basah tersiram air
"Aku akan mengeringkannya"Zhilan berdiri cepat,melangkah tergesa tak memperhatikan sekitar hingga menabrak seorang
"Aku minta maaf..."
Zhilan memandang kesal pada gadis yang memegang cup kopi yang setengah dari isinya kini sudah berpindah di gaun putih yang di kenakannya.Sungguh,dalam keadaan normal Zhilan akan sadar di sini yang bersalah adalah dirinya yang tidak memperhatikan langkahnya juga sekitar,tapi saat ini ia suasana hatinya sedang tidak baik untuk sekedar mengucapkan maaf
"Aiisshhh..kau mengotori properti pemotretan.."
Zhilan berbalik cepat menatap seorang pria yang sedikit kemayu"lalu apa ini salahku?"
"Aku tidak mengata.."
"Katakan saja pada stafmu untuk memperhatikan langkah mereka.."potong Zhilan cepat lalu berlalu pergi meninggalkan keributan kecil yang bersumber pada kecerobohannya,ia masih bisa mendengar Xiuhuan meminta maaf atas sikapnya
"Apa yang terjadi..."
Diam,hanya itu respon yang di terima Xiuhuan,Zhilan masih duduk diam sambil menutup matanya
"Apa yang mengganggu pikiranmu..."sekali lagi,hening gadis cantik itu tak menjawab,bahkan bergerak pun tidak,seolah pria tampan di sebelahnya adalah makhluk yang kasat mata
Awalnya Xiuhuan pikir gadis itu begitu terkesima akan penampilannya yang di tunjuk sebagai model pengganti karena model yang bersangkutan tidak bisa hadir,tapi semakin ia mendekat dan melihat cara Zhilan memandangnya,jelas itub bukan kagum,ia bahkan tak sanggup menafsirkan arti pandangan gadis itu
__ADS_1
"Aku baik-baik saja.."ucap Zhilan lemah,tetap tanpa membuka matanya
"Kau pik.."
"Kembalilah ke dalam..."potong Zhilan
Tak berniat mendebat Xiuhuan segera berdiri meninggalkan gadis cantik bergaun pengantin itu sendirian
"Aku tidak tahu jika hatiku masih belum sembuh.."
...---...
"Itu dia.."Seyi berlari cepat membantu Zhilan yang tampak sedikit kesulitan dengan panjang gaun yang ia kenakan
Zhilan memberikan senyum manisnya saat tiba di hadapan Xiuhuan"ayo kita lakukan dengan baik.."
"Aahh..aku seperti mengalami dejavu gege.."ucap Zhilan pelan ditengah-tengah pemotretannya
"Xiuhuan,berhentilah membuat ekpresi tegang seperti itu"keluh sang fotografer kesal
"Apa yang kau lakukan.."gumam Xiuhuan di antara keterkejutannya tak paham dengan tindakan atau jalan pikiran Zhilan
Tak ada jawaban,Zhilan memperdalam ciumannya mengambil cepat kesempatan saat Xiuhuan membuka mulutnya untuk menyusupkan lidahnya ke mulut Xiuhuan.Perlahan Xiuhuan mulai membalas ciuman Zhilan,ia menutup matanya menarik pinggang Zhilan agar merapat ke tubuhnya,ia benar-benar hanyut dalam suasana ini seolah lupa dimana mereka sekarang dan apa tujuan awalnya
"Bagus....kalian benar-benar terlihat seperti pasangan yang sesang menikah"tutup sang fotografer merasa sudah mendapat foto yang di inginkan
Bagai aktris yang mendapat intruksi dari sang sutradara untuk mengakhiri aktingnya Zhilan mendorong pelan Xiuhuan mengakhiri ciuman panasnya dan seolah belum cukup ia tersenyum mengejek pada Xiuhuan,sementara Xiuhuan menatap jengah merasa di permainkan
"Kalian terlihat serasi.."Seyi menyerahkan sebotol air mineral pada ke-2 manusia yang berdiri du depannya
"Kau dengar gege,kita serasi.haruskah kita benar-benar menikah?"
Gurauan Zhilan ditanggapi sebuah desahan pasrah dari Xiuhuan,ditelinganya itu sama sekali tidak terdengar seperti candaan
"kau tidak cemburu?"
"Cemburu..?"Seyi menatap bingung Zhilan dan Xiuhuan bergantian,keningnya berkerut mencoba memahami maksud ucapan Zhilan
__ADS_1
Xiuhuan menyentil kening Zhilan"berhentilah berpikir hal konyol"
"Aahhh....,Xiuhuan oppa sudah ku anggap seperti kakakku unni"jelas Seyi saat memahami maksud Zhilan
Zhilan menatap lama pada Xiuhuan,menyelidik mencari kejujuran"kau selalu membuatku terlihat idiot dan menyedihkan"ucap Zhilan setelah sadar ia salah memahami hubungan antara Xiuhuan dan Seyi selama ini
Xiuhuan mendesah frustasi,ia mengacak kasar rambutnya"Kau selalu mengambil kesimpulan sendiri tanpa bertanya"
Merasa tak terima Zhilan memberikan tatapan menuntutnya pada Xiuhuan,botol di tangannya kini sudah tak berbentuk lagi sementara isinya kini sudah berpindah ke lantai
Sebuah tarikan nafas diberikan Xiuhuan,ia tak tahu bagaimana harus menanggapi sikap Zhilan saat ini.Sungguh terkadang ia benar-benar lelah dengan gadis di depannya ini tapi hatinya tidak mengizinkan dirinya untuk menjauh
"Lupakan..."ucap Zhilan lirih dengan suara bergetar
"Ye.."
"Aku senang kau tidak mengencani anak kecil ini.."Zhilan menunjuk Seyi tepat di depan mukanya sambil memberikan senyuman lebar
Seyi menarik-narik pelan lengan baju Xiuhuan,meminta perhatian manager tampan itu sesaat setelah Zhilan meninggalkan keduanya
"Apa eonni mengidap bipolar?"
Xiuhuan menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menarik pelan nafasnya mengikuti jejak Zhilan meninggalkan Seyi.
Itu bukan pertanyaan aneh bagi Xiuhuan jika ia tidak tumbuh besar bersama Zhilan ia juga akan berfikir seperti Seyi.Melihat bagaimana naik turunnya emosi juga sikap Zhilan yang bisa berubah-ubah dalam hitungan menit bahkan detik,orang yang tidak mengenalnya dan tahu apa saja yang di alami gadis itu mungkin akan berfikir gadis itu punya masalah dengan psikologi
Xiuhuan membasuh kasar wajahnya,menatap pantulan dirinya pada cermin di hadapannya Ia tersenyum mengejek,seilah mencemooh sisi lain dirinya
"Berapa banyak kehidupan yang sudah kau hancurkan,Dan saat semua sudah terlambat kau baru sadar kesalahanmu,dasar Brengsek"
Xiuhuan menghembuskan nafasnya kesal,matanya masih terus menatap cermin
"Lupakan..."
Kata itu kembali berputar di otaknya,ia mendengar jelas bagaimana suara dan pundak gadis itu bergetar seolah menahan tangisnya agar tak pecah.Tapi saat gadis itu mengangkat wajahnya keadaanya berbeda,sebuah senyuman justru tercetak di sana,wajahnya gembira dan mata itu,ia tidak tahu arti tatapan mata itu juga apa yang di sembunyikan di mata itu
itu pertama kali dirinya melihat Zhilan yang lain.Zhilan yang tidak terduga apa yang akan di lakukan dan di pikirkannya.Hari itu ia sadar dirinya sendiri yang telah merubah seluruh kehidupan teman kecilnya itu
__ADS_1