The Crying Past

The Crying Past
Eleven


__ADS_3

Xiuhuan membuka pintu dengan perlahan,sementara kakinya melangkah cepat saat mendengar isakan Zhilan.Ia tersenyum menyadari Zhilan menangis dalam tidurnya,tangannya menghapus air mata yang menetas di pipi zhilan"kau bermimpi apa?"gumam Xiuhuan


"Pembohong..."


"K..kau..meninggalkanku.."Zhilan terus bergumam tak jelas


Xiuhuan mengambil tempat di samping Zhilan,ia menarik gadis itu ke pelukannya"aku tidak meninggalkanmu.."lirihnya sambil membelai puncak kepala Zhilan,ia membuang nafasnya pelan melihat kotak cincin yang terbuka,ia semakin mengeratkan pelukannya sadar jika Zhilan yang membuka kotak itu


"Aku tidak pernah meninggalkanmu.."ulangnya.Xiuhuan mencium dalam puncak kepala Zhilan saat di rasa isakan dan gumamam gadis itu sudah berhenti


---


Berbagai macam umpatan terus lolos dari mulut Zhilan yang bahkan belum membuka matanya saat ponselnya terus berdering.tangannya berusaha menggapai ponselnya,senyum miring tercetak saat melihat id pemanggil yang tertera di layar


"Aku sedang sibuk..."


"Matikan ponselmu Zhilan..."perintah Xiuhuan dengan suara serak,masih dengan menutup matanya dan sepertinya dalam keadaan tak sadar


Tak menunggu lama Zhilan mematikan ponselnya segera,Ia kembali merapatkan tubuhnya ke pelukan Xiuhuan


"Apa yang ku lakukan.."gumam Zhilan,ia menjauh memberi sedikit jarak antara dirinya dan Xiuhuan yang masih terlelap."sejak kapan dia ada di sini..."


"Gege..."Zhilan memanggil pelan,tangannya sudah bertengger mengelus pelan pipi pria tampan itu,ia menarik nafasnya dalam sebelum memilih kembali kedekapan pria itu membenamkan wajahnya ke dada Xiuhuan


Xiuhuan diam-diam tersenyum tanpa membuka matanya,ia menarik Zhilan semakin dalam ke pelukannya.sebenarnya hal yang sulit baginya untuk terus berada di posisi seperti ini sepanjang malam dia pria normal,ia harus menahan mati-matian nalurinya sebagai pria dewasa.Ia tidak ingin menjadi pria yang lebih brengsek lagi di mata Zhilan dengan mengambil kesempatan


---


Mata Xiuhuan mengerjap beberapa kali melihat penampilan tak biasa di depannya.Zhilan memakai salah satu kemejanya


"Apa yang kau lihat?"


"Masa lalu.."


"Apa kau mau memulai-nya lagi?"Zhilan mengambil tempat di depan Xiuhuan


Xiuhuan menggeleng,tentu saja ia tak bermaksud memulai perdebatan.Ia hanya benar-benar seperti melihat masa lalu melihat Zhilan bangun dengan rambut di ikat asal lalu mengenakan kemeja yang kebesaran di badannya.Mata Xiuhuan menyipit memyadari sesuatu


"Kenapa kau mengenakan kemejaku,seolah-olah...."

__ADS_1


Zhilan meletakkan roti dan pisau ke piring mendengar kalimat Xiuhuan yang menggantung"kita baru bercinta?"


"Apa kau harus mengatakan itu secara gamblang?"


"Itu bukan kalimat yang vulgar"


"Terserah kau saja..."


"Kau membersihkan kamarmu dengan baik,aku tidak mencium bau parfum wanita di sana"


"Aku tidak membawa wanita ke ranjangku..."


Zhilan menatap tak percaya sambil tertawa mengejek pada Xiuhuan"apa kau pikir aku percaya"


"Itu kenyataannya..."


"Secara tidak langsung kau ingin mengatakan aku yang pertama ada di ranjang itu?"tawa zhilan meledak,itu adalah hal termustahil yang pernah ia dengar.Ia tahu betul sifat managernya itu bagaimana pria itu dengan bebasnya mengencani 1 wanita ke wanita lainnya


Mata Xiuhuan terpejam menahan kesal,baiklah ia memang sering melakukan One night stand jadi ia juga tidak akan menyalahkan Zhilan jika dia tak percaya dengan apa yang dirinya katakan.Tapi itu tidak ia lakukan di ranjangnya bahkan di tempat ia tinggal,ia akan membawa wanita-wanita itu ke hotel bukan ke apartementnya dan Zhilan memang satu-satunya wanita yang ia izinkanĀ  tidur di ranjang itu,dia juga yang pertama,setidaknya sejak ia tinggal di korea.Apartementnya di beijing tidak akan masuk hitungannya,karena ia tidak akan sanggup menghitung sudah berapa banyak wanita yang tidur juga bercinta dengannya di ranjang itu,termasuk Zhilan


"Bagaimana dengan kemeja ini,apa aku juga gadis pertama yang memakainya?"ejek Zhilan


"Biarkan Seyi jadi asistenku,jadi dia tidak perlu menjadi kasir minimarket lagi"


"Terserah kau saja..."


---


Sudah cangkir ke-2 kopi yang Zhilan habiskan,dan kini ia sudah memegang cangkir ke-3 nya.ia sudah mulai bosan menunggu pria di depannya yang sejak 1 jam yang lalu hanya sibuk mengaduk-aduk kopi yang sudah dingin itu untuk berbicara.


Habis sudah kesabaran Zhilan,sekarang ia benar-benar bosan,cangkir ke-3-nya sudah kosong.lambungnya bahkan mungkin sudah penuh dengan bubuk caffein


Tangan Kai menarik cepat pergelangan tangan Zhilan saat gadis itu hendak berdiri,memaksanya kembali ke posisi semula,duduk berhadapan dengan pria itu.ini sudah kali ke-3 pria itu memaksa Zhilan kembali duduk saat ia hendak pergi


Zhilan mendengus kesal,matanya terpejam"kalau begitu bicaralah"


Diam,tetap tak ada respon.Kai bingung harus memulai dari mana,karena memang sebenarnya ia tidak tahu hal apa yang ingin ia bicarakan dengan gadis ini.Yang ia tahu ia kehilangan akal-nya saat beberapa hari yang lalu mendengar suara pria saat ia menghubungi gadis itu.


Saat Kai bangun gadis itu tak ada di sampingnya,bahkan di apartementnya ia menghilang begitu saja,selama 3 hari tak ada pesan dan tak ada telvon,Zhilan mengabaikannya.Itu membuatnya sedikit kesal dan tentang pria itu...aiisshhh.Kepalanya benar-benar hanya di penuhi tentang Zhilan dan pria yang tidak ia ketahui itu,membuatnya benar-benar merasa gila

__ADS_1


"Kai-ssi..."


"Siapa dia?"


"Siapa?"


"Pria itu?"


"Pria yang mana?"


"Pria yang tidur denganmu 3 hari yang lalu"


"Kau.."


"Selain aku.."


Zhilan mendengus kesal,sedikit tersinggung dengan ucapan Kai.Baiklah ia tidak semunafik itu hingga akan mengatakan tidak pernah bercinta dengan pria selain Kai,tapi dia juga tidak semurah itu dengan membiarkan tubuhnya di nikmati oleh sembarang pria,dan lagi saat ini dia hanya menginginkan Kai jadi tidak mungkin ia tidur atau bercinta dengan pria lain,ia akan fokus pada pria itu.lagi pula dia tipe yang setia,saat dia menjalin hubungan dengan seorang pria dia tidak akan membiarkan dirinya di sentuh pria lain


"Tidak ada yang lain"


"Pembohong..."


Ke-2 alis Zhilan terangkat,satu sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman miring,saat ia ingat kejadian tempo hari dan pria yang di maksud Kai


"Aaahh...pria tampan dan sexy itu..."


Kuping Kai terasa panas mendengar Zhilan memuji pria lain di depannya.Selama ini ia selalu mendengar gadis itu menyematkan predikat tampan dan sexy padanya


Kai tersenyum mengejek,ia kehilangan kata-kata untuk membalas pernyataan Zhilan


"Kau cemburu?"Kai mungkin tersenyum mengejek tapi Zhilan bisa melihat dengan jelas ada raut kekesalan di wajah pria itu


"Sama sekali tidak.."


"Kau terdengar ragu-ragu"


"Begitukah?"


"Aaahhh...aku bisa mencium sedikit bau hangus di sini"ucap Zhilan percaya diri

__ADS_1


"Cihhh...terlalu percaya diri..."ucap Kai samnil tersenyum seolah membenarkan tebakan zhilan


__ADS_2