The Crying Past

The Crying Past
eight


__ADS_3

"Oppa,kau datang pagi-pagi,jika kau menelvon aku akan memasak"


"Ini di luar rencana"balas Xiuhuan sambil merebahkan badannya ke sofa


Seyi menatap Xiuhuan"kau belum pulang?"


"Nde?"


"Kau memakai pakaian kemarin,kau berantakan dan bau alkohol"ucap Seyi dengan raut wajah jijik


"Berhenti menatapku seperti itu,dimana Zhilan?"


"Eonni?dia belum pulang sejak kemarin"


Mata Xiuhuan melebar,ia merogoh sakunya cepat mengambil ponsel dan memanggil sebuah contact di speed dial.


"Sialan..."umpat Xiuhuan,ia bangkit dan terus saja mondar-mandir sambil sesekali mengumpat karena panggilannya sama sekali tak di jawab.Xiuhuan meletakkan ponselnya menyerah,ia yakin Zhilan sengaja tak menjawab panggilannya entah apa yang di lakukan gadis itu,lagipula apapun itu ia tidak akan menyukainya


Xiuhuan melepaskan kemejanya,melemparnya sembarang .Seyi benar dia memang belum pulang,semalam ia ke club,dan pagi ini ia terbangun di dalamnya mobilnya yang sudah terparkir di basement.mungkin semalam ia di antar seorang pelayan dan menyebut alamat apartement ini,bukan alamat rumahnya.ia tidak ingat dengan jelas.ia mabuk semalam bahkan sampai sekarang kepalanya masih terasa pusing.ia kembali meraih ponselnya mencoba menghubungi Zhilan sekali lagi.


Gotcha,Senyuman Xiuhuan hilang dalam sepersekian detik saat Zhilan mendahuluinya bicara


"Dimana kau?"


"........."


Xiuhuan menghela nafasnya,bukannya menjawab gadis itu malah balik bertanya"pulanglah,sore ini kita akan ke bangkok"


"......"


Xiuhuan baru akan membuka mulutnya saat sambungan di putus secara sepihak"sialan..."umpatnya


"Ini"Seyi melemparkan sebuah bantal putih"aku berangkat"lanjutnya


Xiuhuan hanya melambaikan tangannya sementara matanya tetap tertutup,ia benar-benar sangat mengantuk,tidur di mobil hanya membuat seluruh badannya terasa sakit.


---


Zhilan memandang kesal ke arah sofa,tangannya berkacak di pinggang"apa dia tidur di sini?"


"Dan apa ini"tangan Zhilan mengangkat kemeja yang tergeletak di lantai,bau alcohol menguar jelas dari kemeja biru itu


"Apa dia mabuk dan datang kesini,atau dia menginap di sini,apa dia sekarang juga bercinta dengan remaja,gege apa kau berubah jadi pedofil?"tanya Zhilan beruntun meskipun ia tahu Xiuhuan yang tidur tidak akan mendengar bahkan menjawab.Zhilan menghentakkan kakinya merasa kesal dengan pikiran yang muncul di otaknya"aku butuh air dingin atau aku akan gila karena pertanyaan-pertanyaan sialan ini


Hampir 2 jam setelah Zhilan tiba managernya ini belum bangun bahkan setelah Zhilan selesai memasak.Tangan Zhilan terulur menyingkirkan rambut di kening Xiuhuan,ia menarik nafasnya dalam,bibirnya melengkung membentuk senyuman melihat Xiuhuan terlihat damai.Entah sudah berapa lama ia tidak tersenyum seperti ini,senyum yang benar-benar berasal dari hatinya.ia selalu membentengi dirinya dengan sikap tak perdulinya.


"Aaahh..C'mon Zhilan,apa yang sedang kau lakukan"tegur Zhilan pada dirinya sendiri.ia bangkit mengambil segelas air dan memercikannya pada Xiuhuan.kesal Xiuhuan hanya menggeliat ia menyiramkan seluruh air di gelas pada manager tampan itu


__ADS_1


Xiuhuan memandang malas,ia masih sangat mengantuk,ia bahkan tak punya cukup tenaga untuk mendebat Zhilan yang berkacak pinggang di depannya.


"Apa kau menginap di sini?kau mabuk?apa kau membawa ****** kemari?atau jangan-jangan justru Seyi yang...."Zhilan tidak melanjutkan kalimatnya,terlalu banyak pertanyaan di otaknya jika ia menanyakan semuanya ia hanya akan terlihat bodoh lagi pula apa pedulinya


"Singkirkan pikiran kotormu itu,tidak ada apapun yang terjadi"


Zhilan menarik nafas lega,ia mengulurkan tangannya memaksa Xiuhuan bangun


"Kapan kau kembali?"tanya Xiuhuan sambil menyendokkan sup ke mulutnya


"Beberapa jam yang lalu"Zhilan menyodorkan semangkok nasi yang sudah dingin


Xiuhuan tersenyum menerima semangkuk nasi yang sudah di dinginkan secara sengaja itu.ia mungkin manager Zhilan,tapi saat waktu makan tiba Zhilan lah yang bertindak mengurusnya karena hanya gadis itu yang paham kebiasaannya selain keluarganya.ia tidak bisa makan makanan panas


"Kau tidak makan?"


Zhilan menggeleng"aku sudah makan?"


"Kau berada dimana semalam?"


Zhilan berpikir sejenak"Bersenang-senang"


Xiuhuan mendengus,meletakkan sendoknya lalu berdiri"aku pulang,kita bertemu di airport jam 02.00PM"putus Xiuhuan,dia tahu betul yang di maksud bersenang-senang oleh Zhilan dan itu membuatnya kehilangan nafsu makannya


---


"Aku tidak mau....."teriak Zhilan,kakinya menendang keras perut Xiuhuan hingga ia terjatuh,ia mengaduh sambil memegangi perutnya


Zhilan membuka matanya,ia sangat merasa terusik demgan ulah Xiuhuan.Pria itu tidak berhenti menggangunya sejak kemarin"pergilah..."


"Tidak akan..."


"Aaaiisshhh...aku akan menyusulmu gege.."


"15 menit,aku akan kembali jika dalam 15 menit kau tidak datang"


"Pengganggu..."umpat Zhilan,namun tetap mengikuti keinginan Xiuhuan


---


"Sayang,kau di sini"Zhilan memilih duduk di pangkuan Xiuhuan sedang tangannya mengalung mesra di leher Xiuhuan.Zhilan mengalihkan tatapannya pada gadis yang duduk di depan Xiuhuan,ia mengulurkan tangannya"Zhilan"


Xiuhuan mengembuskan nafasnya,pasrah dengan apa yang di lakukan Zhilan.ia akan lebih memilih diam atau apa yang dia katakan akan mengusik kesenangan gadis cantik di pangkuannya ini


"Aleyna,kau kekasih Jerome?"


Zhilan menatap Xiuhuan sebentar"ya,bulan depan kami akan bertunangan"Zhilan menutupi senyumnya dengan kepalan tangannya saat melihat dengan jelas raut kecewa di wajah Aleyna


"Aah,selamat...baiklah kurasa temanku sudah menungguku terlalu lama"

__ADS_1


"Ya...bye"Zhilan melambaikan tangannya tersenyum melihat Aleyna menjauh,bukankah ini tujuannya.Saat melihat Aleyna mendekati Xiuhuan tentu saja rasa tidak sukanya yang akan menang dan dia akan melakukan cara apapun untuk menjauhkan managernya itu dari Aleyna atau gadia lain


"Kau merusak kencanku"


"Dia tidak cocok denganmu.."


"Kau selalu mengatakan itu pada tiap wanita yang ada di dekatku"


"Karena memang itu kenyataannya"


"Kurasa memang hanya kau yang cocok"


"Kiss my ***"


Xiuhuan mendecak"bangunlah..."


Zhilan menggeleng"aku nyaman seperti ini"


"Terserah..."Xiuhuan tersenyum ia melingkarkan tangannya di pinggang Zhilan.sedikit mengambil kesempatan?mungkin,ia rasa sekarang Zhilan sedang berada di mode manisnya,melihat gadis itu tidak menolak atau lebih parahnya memelintir tangannya.Xiuhuan terus menatap Zhilan seolah jika ia berkedip atau mengalihkan pandangannya sebentar saja Zhilan akan hilang,sementara sang objek sibuk menatap deburan ombak di pantai


"Gege..."


"Why?"


Zhilan menggeleng lemah,tidak ada yang ingin ia sampaikan.ia hanya ingin memanggil Xiuhuan dan mendengar suara Xiuhuan saja.ia beranjak dari pangkuan Xiuhuan,melangkahkan kakinya di antara ribuan pasir pantai


Xiuhuan mengarahkan ponselnya ke arah Zhilan,mengambil beberapa foto gadis itu tanpa sepengetahuannya





Xiuhuan tersenyum melihat foto candid Zhilan di layar ponselnya.


"Kita kembali hari ini?"Zhilan mengambil duduk di depan Xiuhuan


Xiuhuan mengangguk singkat tanpa mengalihkan matanya dari layar ponselnya


"Gege..."Zhilan menaikkan nasa bicara,meminta perhatian Xiuhuan


"Kau mengambil penerbangan ke Seoul,aku mengambil penerbangan ke Beijing"


"Ada yang harus ku lakukan"lanjut Xiuhuan,saat melihat ekpresi kecewa yang sempat ia lihat di wajah Zhilan selama sepersekian detik.


"Baiklah..."


"Jadilah gadis manis selama aku di beijing"

__ADS_1


"Aku selalu jadi gadis manis,tapi kau selalu jadi pria brengsek"


Xiuhuan berdiri meninggalkan Zhilan.ia sudah pasti akan kalah jika gadis itu sudah mulai mengadilinya dengan mengatakan dia adalah pria brengsek.ia ingin menyangkalnya tapi yang Zhilan katakan memang selalu benar dan bagai belum cukup gadis itu akan sangat bersemangat mengucapkan setiap kesalahannya pada mantan tunangannya dulu,seolah ia adalah alarm pengingat semua kesalahannya di masa lampau yang terus mengejarnya hingga kini


__ADS_2