The Crying Past

The Crying Past
thirteen


__ADS_3

Xiuhuan terus menatap gelas kecil di tangannya,satu tangannya terulur menggapai botol di depannya.Ia mendengus lalu membanting botol itu ke lantai menyadari tak ada lagi cairan vodka yang keluar dari botol kaca itu


Setetes cairan bening mengalir dari sudut matanya,Ia menangis dalam diamnya,entah apa yang ditangisinya.helaan nafas berulangkali terus terdengar,sebelum akhirnya di ganti dengkuran halus dan teratur saat pria itu kehilangan kesadarannya,entah karena lelah,atau pengaruh alcohol


---


"Apa itu..."Zhilan yang baru tiba menatap penasaran pada kertas yang di pegang Zhangwei


Zhangwei menaikkan alisnya,lalu membalik kertas di tangannya menunjukkan lembaran foto yang menunjukkan aktifitas seorang gadis cantik di sebuah toko.Zhilan menghela nafas pasrah seolah baru tertangkap melakukan kejahatan.tangannya bergerak cepat mengambil alih semua foto di tangan sang adik


"Jiejie.."


"Hhmmm..."


"Biarkan dia hidup tenang,ini sudah bertahun-tahun apa semua yang kau ambil darinya belum cukup"


Zhilan tersenyum kecut,adiknya yang dulu cenderung tak peduli dengan urusannya kini mulai merasa kasihan pada musuhnya"tidak pernah ada kata cukup..."


"Dia sudah menderita selama bertahun-tahun..."


"Dan aku menderita seumur hidupku karena ulahnya,apa sekarang kau akan membela pengkhianat itu Huang Zhangwei?kau kini ada di pihaknya?bukankah kau dulu mendukung keputusanku"


"Tapi ini sudah bertahun-ta..."


Sebelah tangan Zhilan terangkat,menginterupsi agar sang adik berhenti mengeluarkan isi pikirannya yang justru terdengar memojokkan juga menyalahkan dirinya


"Hidupmu akan lebih tenang jika kau melupakan semuanya..."


Zhilan memejamkan mata kesal.Ia benar-benar muak dengan harinya,di mulai dengan Xiuhuan yang mengungkit Lihua dan kini Zhangwei,cukup sudah


"Berhentilah mengkhawatirkan ****** itu..."


"Gadis malang,itu bukan murni kesalahannya tapi hanya dia yang menanggung akibatnya..."

__ADS_1


"Itu adalah hukuman karena lancang menyentuh sesuatu yang bukan miliknya.."


"Dia hanya salah satu dari sekian orang yang lancang menyentuh milik orang lain,tapi dia satu-satunya yang menerima hukuman.."


"Dan dia adalah satu-satunya orang yang berani menghancurkan dan mempermalukan aku di hari terpenting dalam hidupku,itu sepadan dengan hukuman yang harus di terimanya"


Zhangwei berdiri meninggalkan Zhilan,menyerah karena ia tahu ia tidak akan bisa menang jika berdebat dengan kakaknya,hati kakaknya sudah menjadi batu dan ia tidak akan sanggup melunakkan atau mengembalikkannya menjadi seperti semula


Berulangkali Zhilan menghembuskan nafasnya,mencoba merilekskan dirinya setelah secara berurutan harus berdebat dengan Xiuhuan dan adiknya.ia memijit pelan keningnya sementara matanya terus menatap lembaran foto ditangannya.Amarahnya kembali tersulut melihat wajah tanpa dosa pada foto di tangannya,jemarinya bergerak cepat meremas foto di tangannya hingga tak berbentuk lagi


"Eonnie..."samar suara Seyi masuk ke pendengaran Zhilan,ia merasa tubuhnya berguncang pelan


Zhilan mengerjapkan matanya beberapa kali meraih kepingan kesadarannya yang belum kembali dari alam bawah sadarnya.butuh beberapa saat untuk ia bisa menyadari keberadaan Seyi di depannya adalah nyata


"Kau tertidur?"


"Hmmm..."Zhilan menoleh melihat sekelilingnya,ia hanya mengangguk untuk menjawab sekaligus membenarkan pertanyaan Seyi


"Siapa dia?sangat cantik"


"Ada apa dengan semua orang?"


"Eonnie"


"Masuklah ke kamarmu.."perintah Zhilan yang sama sekali tak mendapat penolakan dari Seyi


"Seharusnya aku membunuh gadis itu,bahkan setelah bertahun-tahun dia tak berhenti mengangguku"gerutu Zhilan.Ia mengumpulkan seluruh foto di meja memasukkannya kembali ke amplop lalu membuangnya ke tong sampah di dapur


---


Sebelah alis Zhilan terangkat mendengar pertanyaan Kai yang lebih terdengar seperti sebuah protes tentang keterlambatannya,aah bukan terlambat tapi pria dengan kulit agak gelap itu yang memang datang lebih awal dalam acara pertemuan mendadak ini.


Kai menepuk-nepuk pelan tempat di sampingnya,sebagai isyarat pada Zhilan.dan tak perlu ada isyarat ke-2 Zhilan dengan senang hati mengambil tempat di samping pria itu sebelum mengambil posisi yang lebih nyaman,tidur di pangkuan Kai

__ADS_1


"Aku pikir kau mengatakan akan bertemu kekasihmu malam ini..."


Kai mendesah pelan tak menggubris Zhilan,ia lebih memilih bermain dengan helaian rambut Zhilan


"Kau bertengkar?"


"......"


"Itu artinya iya..."simpul Zhilan,ia tersenyum kecil


"Tidak ada pertengkaran..."


"Lalu.."


"Bisakah kita tidak membahasnya sekarang..."


Decakan kesal keluar begitu Zhilan bangun dari tidurnya,dengan sengaja menghindari ciuman Kai


"Aku haus..."


Kai bangkit berjalan ke arah refrigator,menuangkan segelas penuh air dan memberikannya pada Zhilan.Gadis itu benar ia bertengkar dengan Krystal,saat ini seharusnya ia sedang bersama dengan kekasihnya itu jika saja gadis itu tidak membatalkannya secara mendadak dan lebih memilih pergi bersama temannya


"Aku merindukanmu..."ucap Kai pelan,ia menarik Zhilan ke pelukannya menyesap aroma manis khas yang menguar dari gadis itu,aroma yang hampir sebulan ini ia rindukan aroma yang membuatnya tergila-gila layaknya candu.percayalah ia benar-benar serius saat mengatakan ia merindukan gadis itu


Tak ada reaksi dari Zhilan.Ia hanya diam tak berminat membalas pernyataan Kai lebih memilih semakin membenamkan wajahnya di ceruk leher pria tampan itu.Nafas gadis cantik itu semakin memberat


Senyuman miring tercetak di wajah tampan Kai,saat melihat tatapan sayu Zhilan.Ia tahu dengan pasti arti tatapan itu,tatapan memohon akan sesuatu yang lebih.Ia mendorong pelan Zhilan,memberikan jarak di antar mereka


"Wae?."goda Kai melihat ada rasa kesal di wajah Zhilan


"Lupakan"ucap Zhilan cepat,ia merapikan kembali rambut juga pakaiannya yang berantakan karena kegiatan panasnya bersama kekasih wanita lain itu


Kedua alis Zhilan saling bertaut penuh tanya,saat Kai menghentikan kegiatannya

__ADS_1


"Hentikan,kau terlihat lebih menarik dengan rambut seperti itu"tangan Kai kembali bergerak membuka kancing baju yang beberapa saat lalu sudah rapi"kita tidak akan bertemu untuk waktu yang tidak sebentar,jadi buatlah malam ini berkesan"


"Bukankah setiap waktu yang kau habiskan bersamaku selalu berkesan"


__ADS_2