
"Ni hao.."
Kai menatap kaget tak percaya ia hanya mampu membalas sapaan Zhilan dengan senyum kikuknya,bertemu Zhilan di tempat ini tidak ada dalam rencananya. Sekarang ia menyesali keputusannya menolak ajakan DO dan lebih memilih pergi ke Gym sendirian,sejak pertemuannya dengan Krystal beberapa minggu yang lalu ia terus di kejar rasa bersalah dan sekarang ia harus bertatap muka dengan penyebab rasa bersalahnya
"Kai-ssi"
Kai terlonjak kaget saat Zhilan menepuk bahunya"aaa..aahh..ya"
"Kau melamun.."
"Tidak bukan begitu,ku rasa aku sudah kelelahan"
"Benarkah?,kalau begitu ayo kita istirahat di cafetaria"
Kai mengerjapkan matanya saat Zhilan menarik tangannya ke arah cafetaria,ia ingin menolaknya tapi sepertinya tubuhnya enggan di ajak bekerjasama.janjinya pada dirinya sendiri untuk menjadikan Zhilan wanita satu malamnya sepertinya harus ia ingkari
"Kau sering ke sini?"
"Jika tidak ada jadwal aku ke sini"
"Aaahhh...jika aku tahu kau sering ke sini,aku akan lebih rajin datang ke sini"
"Kalau begitu datanglah lebih sering"
"Tentu saja.."
Kai menyangga dagunya sambil terus memperhatikan Zhilan yang sibuk dengan kertas dan penanya,dia tidak lebih cantik dari kekasihnya.tapi ada sesuatu yang begitu kuat menarik Kai untuk lebih dekat dengan Zhilan walaupun otaknya terus melarang hal itu
"Apa yang kau lakukan"
"Menulis"
Kai tersenyum mendapat jawaban singkat yang terkesan dingin,sekarang dia benar-benar tertarik dengan gadis yang menurutnya sangat Cute ini,persetan dengan semuanya ia hanya akan sesdikit bermain-main dengan gadis ini untuk menghilangkan rasa tertarik dan penasaran dalam dirinya
"Aku harus pergi.."Kai bergegas memakai topi dan jaketnya saat sebuah notifikasi pesan masuk
"Kau baru 5 menit duduk di sini"protes Zhilan dengan nada dan ekpresi kecewa
"Lain kali aku akan duduk lebih lama"
"Apa kita akan bertemu lagi?"
"Ya..mungkin saja"
Kai berbalik dan melambaikan tangannya tepat sebelum keluar pintu
__ADS_1
"Tentu saja kita akan bertemu lagi,aku akan membuat seribu alasan untuk bertemu denganmu lagi...oppa"Zhilan membalas lambaian Kai
---
"Kau dari mana"
"Wo de tian"
Tawa Xiuhuan pecah melihat ekpresi kaget Zhilan,gadis itu bahkan hampir terjatuh mendengar suara Xiuhuan di apartementnya secara tiba-tiba.Tawanya berganti teriakan kesakitan saat Zhilan melempar tas tepat ke wajah Xiuhuan
"Ni shi shei?"Zhilan menatap tidak suka pada gadis asing yang kini ada di dapurnya
"Min Seyi"gadis itu memperkenalkan dirinya cepat seolah paham maksud kalimat Zhilan
"Kau,bukankah kau kasir minimarket itu?bagaimana kau bisa masuk ke sini?"Zhilan menunjuk Zhilan tanpa menghilangkan pandangan tidak sukanya.ia tahu pasti Xiuhuan yang membawa gadis ini yang ia bingung adalah kenapa dia membawanya ke sini
"Kalian sudah bertemu"
Zhilan menoleh meminta penjelasan pada Xiuhuan.
"Kita bicara di luar"
"Tidak kita bicara di sini"
"Aku akan jelaskan di luar"
Xiuhuan menutup matanya menekan rasa kesalnya,ia menarik paksa Zhilan ke balkon"aku menemukannya duduk di pinggir jalan dia menangis,Neneknya baru saja meninggal pemilik rumah mengusirnya karena belum membayar sewa"
"Kau mampu membelikan dia apartement,rumah,atau harus aku yang melakukannya"
"Dia akan menolaknya,aku tidak mungkin mengajaknya tinggal bersamaku"
"Kenapa tidak,kau bisa membawa gadis yang berbeda tidur denganmu setiap malam"
"Ini tidak sama"
"Tunanganmu dulu sering menginap berhari-hari di apartementmu"
"Ini berbeda"
"Dia juga kekasihmu,apa be.."
"Zhilan..."Xiuhuan memotong cepat dengan nada tinggi
"Baiklah,dia tinggal di sini tidak perlu membentakku"putus Zhilan,ia sedang tidak dalam kondisi baik untuk berdebat karena gadis dengan Xiuhuan
Xiuhuan mengacak rambutnya"perlakukan dia dengan baik"
__ADS_1
Zhilan berbalik cepat menatap marah pada Xiuhuan,perasaannya sekarang benar-benar terluka mendengar kalimat Xiuhuan yang seolah-olah menuduhnya tidak pernah bersikap baik pada orang lain,mungkin ia bersikap buruk pada beberapa orang termasuk Xiuhuan tapi itu karena dia punya alasan,berbeda kasus dengan Seyi,ia memang mengatakan tidak suka tapi ia juga tidak sekejam itu
"Hao"Zhilan menjawab singkat
Xiuhuan mendesah frustasi sadar sudah menyulut amarah Zhilan,sungguh ia tidak berniat membentak Zhilan atau mengatakan hal yang melukai gadis itu ia hanya ingin gadis itu mendengarkan dirinya tanpa menyela perkataannya
Zhilan melipat tangannya di depan dada menatap Seyi dari ujung kaki hingga kepala,sederhana dan kelihatannya gadis yang baik,itu jadi hal yang baik tapi itu juga membuatnya makin kesal
"Berapa usiamu?"
"18"
Zhilan memasang muka tak percaya"apa sekarang dia juga mengencani seorang remaja"gumam Zhilan dengan bahasa mandarin
"Nde?"Seyi menatap tidak mengerti
"Lupakan"Zhilan mengibas-ngibaskan tangannya"jika kau tinggal di sini kau harus mentaati peraturanku"
"Jangan sentuh barang pribadiku,jangan ganggu aku untuk hal sepele,dan jangan pernah menyentuh jus strawberry ku"
Seyi mendengarkan penuh perkataan Zhilan,menurutnya gadis yang sedang mondar-mandir didepannya itu sangat cantik juga lucu dan kelihatannya baik,ia tersenyum mengerti kenapa Xiuhuan selalu mengatakan Zhilan sangat istimewa
"Jangan membawa pria ke tempat ini,aaahhh dan karena kau seorang pelajar tingkat akhir pulanglah tepat waktu,kau mengerti?"Seyi mengangguk cepat
"Gege akan menunjukkan kamarmu"lanjut Zhilan,ia menatap Seyi lama sebelum masuk ke kamarnya sambil terus mengumpat dalam bahasa yang Seyi tidak pahami
Seyi tersenyum ia mengacungkan jempolnya pada Xiuhuan yang baru datang
"Dia memang sedikit menjengkelkan tapi dia gadis yang baik"
"Aku tahu,itu sebabnya oppa menyukainya"
Xiuhuan menjitak kepala Seyi"jangan bicara sembarangan,Jika dia mengatakan hal-hal buruk abaikan saja bersiaplah mulutnya itu seperti pedang,sangat tajam"gurau Xiuhuan
"Kau sedang memperingatkan aku oppa?"
Xiuhuan mengangguk serius"kau tidak mengenalnya aku takut kau akan terluka karena mulut tajamnya"
"Tidak akan,aku tahu dia gadis yang baik aku akan menjaga Zhilan eonni untukmu"
---
Zhilan menjatuhkan badannya ke ranjang,menghembuskan nafasnya keras-keras ke-2 tangannya berungkali memukul ranjang"menyebalkan"
"Dia membawa kekasihnya kesini,apa maumu Wang Xiuhuan"
Zhilan berjongkok di samping ranjangnya,tangannya menggapai kotak kayu yang cukup besar di kolong menyeretnya mendekat,ia memandangnya sejenak.jari lentiknya sudah bergerak membuka kuncinya
__ADS_1
Dia menutup kembali kunci kotak itu mendorongnya kembali ke kolong meja,mengurungkan niat awalnya,Zhilan tersenyum miris
"Aku seharusnya membuang semua benda sialan itu"