
Zhilan terus memencet remot ditangannya dengan kasar berulang kali,ia mengambil ponsel di tasnya lalu melemparnya kasar ke atas Sofa.sudah hampir 1 jam ia tiba di apartement Kai,tapi pria itu tak kunjung datang.
"Menyebalkan,apa dia selalu membuat semua orang menunggu"gerutu Zhilan.biasanya ia bukan orang yang akan menggerutu hanya karena menunggu selama apapun itu.Ya ia hanya sedang melampiaskan kekesalannya pada Xiuhuan kepada Kai
"Peduli,sejak kapan dia peduli..."
"Dia bahkan tidak punya hati..."
"Dia hanya kasihan atau merasa bersalah,tidak itu karena janji-nya pada baba"
"Kau bicara pada siapa?"
Zhilan terlonjak kaget mendengar suara Kai,ia sama sekali tidak menyadari kedatangannya"sejak ka.."
"Cukup lama untuk mendengar perkataanmu yang sama sekali tidak ku mengerti,apa kau menggerutu?"
Zhilan tersenyum,mendekat lalu memeluk pria yang sudah tidak di temuinya hampir 2 minggu lebih itu
"Aku merindukanmu..."Kai memutar matanya merasakan tubuh Zhilan bergetar karena tertawa.Ia mendorong Zhilan perlahan mengamati ekspresi gadis itu.Ia mendengus saat melihat tawa di wajah Zhilan
Zhilan mengikuti Kai ke kamar dan mengambil tempat di sampingnya.Ia memegang dagu Kai,mengecup pelan pipi pria itu selama beberapa detik
"Kau menertawakanku..."Kai membuka suaranya
Zhilan menggeleng,tersenyum lembut di tangkupkannya tangannya ke wajah Kai"hanya aneh saat kau mengatakan merindukanku.."
Zhilan menunduk menyembunyikan tawanya yang hampir meledak.hal yang lucu baginya mengingat Kai dengan percaya diri pernah mengatakan tidak menyukainya tapi kini dia merindukan Zhilan.
"Kau menyukaiku?"Zhilan mengangkat kepalanya saat dirasa ia sudah bisa mengontrol raut wajahnya
"Aku tertarik padamu..."
"Well,semua pria memang tertarik padaku"
__ADS_1
"Termasuk managermu?kalian terlihat dekat"
Zhilan menarik tangannya cepat wajahnya seketika mengeras,ucapan Kai sukses membuatnya ingat kembali kekesalannya pada Xiuhuan yang sudah ia lupakan"apa terlihat jelas?"
"Jadi dia memang tertarik padamu?"
Zhilan mengendikkan bahunya"kau bisa menanyakannya sendiri"
Kai menggeleng,ia berbisik tepat di telinga Zhilan"aku tidak tertarik.."
---
Dengan setengah sadar tangan Zhilan meraba-raba tempat di sampingnya,Ia membuka sebelah matanya menyadari Kai tidak ada ditempatnya.Zhilan mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar mencari keberadaan pria itu.samar ia mendengar suara Kai berbicara.Ia bangun segera melilitkan selimut ke seluruh tubuhnya sebelum mengikuti asal suara Kai
Zhilan menatap punggung Kai,pria itu tengah berdiri di ruang tamu.Zhilan bisa melihat ponsel di telinga pria itu dari sinar bulan yang menerobos masuk lewat jendela.dari semua perkataan Kai,Zhilan bisa menebak dengan mudah siapa lawan bicara pria itu
"Aku juga merindukanmu..."
Zhilan tersenyum mengejek mendengar ucapan Kai,sementara jari-jari tangannya mengepal erat.Ada rasa kesal sekaligus tidak suka dalam dirinya mendengar Kai mengatakan kalimat itu pada gadis lain.,meskipun itu kekasihnya.hey!apa dia sudah merasa ingin memiliki Kai untuk dirinya sendiri.Sudah sebesar itukah perasaannya pada Kai?
"Tidurlah..kita akan bertemu besuk"Kai memutuskan sambungan telvonnya"kau terbangun karena suaraku?"tanya Kai tanpa berbalik
"Lalu?"lanjut Kai saat ia merasakan gelengan kepala di punggungnya
"Entahlah,aku hanya terbangun,dan menemukan kau sedang menelvon kekasihmu"
Kai terkekeh pelan,ia bisa menangkap jelas nada tidak suka dalam kalimat Zhilan"kau cemburu?"
"Entahlah..."
Kai berbalik,ia menatap mata gadis cantik itu lewat bantuan sinar bulan"jangan berharap lebih padaku Zhilan"ucapnya pelan namun penuh keyakinan
Zhilan tetap berdiri tak berniat mengikuti Kai ke kamar.Ia menundukkan kepalanya tersenyum hambar.perasaannya sudah lebih dari rasa tertarik,belum sampai tahap suka hanya saja saat bersama Kai pikirannya selalu bisa teralihkan.di telinganya ucapan Kai lebih terdengar seperti tantangan,Zhilan tidak berharap lebih pada Kai tapi gadis itu sudah bertekad memiliki Kai untuk dirinya sendiri
__ADS_1
---
Xiuhuan mengerjapkan matanya beberapa kali,melihat sosok yang berdiri di depan pintunya.sosok yang hampir tidak pernah dan tidak akan mau menginjakkan kakinya di apartement Xiuhuan jika tidak ada hal penting menurutnya
"Kau tidak mempersilahkan aku masuk.."ucap Zhilan lirih
"Masuklah..."
Pandangan Zhilan menjelajah seluruh sudut apartement bernuansa putih itu.ini pertama kalinya ia datang ke apartement Xiuhuan di Seoul.ia memang tidak pernah mau mengunjungi managernya itu
"Apa kau merasakan perasaan buruk?"
"Apa?"
"Kau selalu mengatakan,merasakan hal yang buruk jika menginjakkan kakimu di apartementku"
Zhilan tersenyum kecil"aku belum pernah melihat kejadian buruk di sini,jadi....."
"Lupakan...."potong Xiuhuan.ia tidak ingin memancing Zhilan ke dalam mode yang menyebalkan"terlalu larut untuk berkunjung"
Zhilan melihat jam di tangannya,pukul 02.38KST.benar terlalu larut ia hanya kehilangan kesenangannya setelah pembicaraannya dengan Kai,yang terpikir hanya Xiuhuan saat ia keluar dari apartement Kai.ia bahkan melupakan seberapa tidak suka dan seburuk apa perasaannya tiap menginjakkan kaki di tempat tinggal Xiuhuan yang selalu ia sebut tempat terkutuk,tentu saja yang ia maksud apartement Xiuhuan di Beijing.
"Aku mengantuk.."
"Hanya ada 1 kamar..."
"Kalau begitu kau tidur di sofa.."
Xiuhuan menunjuk pintu di belakang Zhilan"itu kamarku..."
Zhilan menghempaskan badannya di ranjang king size bernuansa putih di hadapannya.Bau khas parfum Xiuhuan menguar dari sprei juga bantal yang biasa pria itu pakai.tangan Zhilan terulur Mengambil sebuah bingkai foto di end table,ia tersenyum melihat potret kecil dirinya bersama Xiuhuan juga Yixing,Zhilan kembali mengulurkan tangannya mengambil sebuah bingkai bernuansa gold,ada foto dirinya menggandeng Xiuhuan yang mengenakan setelan tuxedo hitam
Zhilan menurunkan kakinya,mengitari seluruh ruangan bergaya minimalis itu,ia tersenyum sama sekali tak merasa asing dengan tempat baru itu.matanya tertumbuk pada kotak beludru kecil di meja rias.ia menahan nafasnya saat memutuskan membukanya.
__ADS_1
Nafas Zhilan tercekat,sebuah cincin cantik ada di dalamnya.Cincin dengan hiasan berbentuk anggrek yang bertaburkan berlian,Zhilan meletakkan kotak itu sembarang,kembali menghempaskan badannya ke ranjang memejamkan matanya dan menggulung tubuhnya dengan selimut.
\-\-\-