The Crying Past

The Crying Past
Seven


__ADS_3

Zhilan berjalan ragu,ia mengamati seluruh sudut ruangan di depannya yang di dominasi warna putih dan merah.tidak banyak perabot hanya 2 sofa yang di apit 2 end table,sebuah coffee table,dan sebuah console table di sertai tv yang menempel di dinding,minimalis ia bisa melihat pemandangan Seoul dari balkon.Zhilan menoleh pada Kai yang berdiri di belakangnya


"Ini persembunyian rahasiaku"jawab Kai paham dengan maksud tatapan Zhilan


"Rahasia?"


"Hemmm"


"Kenapa kita ke sini?"


"Kau satu-satunya orang yang tahu tempat ini"


"Benarkah?"mata Zhilan menyipit sedikit tak percaya pada Kai"jika kau memberitahuku ini bukan rahasia lagi"lanjut Zhilan,ia mendudukkan pantatnya di Sofa tangannya sibuk mencari remote tv


Kai mengambil tempat di samping Zhilan"kalau begitu ini akan jadi rahasia kita ber-2"


"Setuju..."


"Kenapa kau terus menatapku?"Kai balas menatap Zhilan yang sejak tadi terus memandangnya


"Karena kau sangat tampan"


Kai menutupi senyum kecilnya dengan kepalan tangannya,ia berharap wajahnya tidak memerah sekarang hanya karena pujian polos Zhilan,itu akan memalukan.


Tubuh Kai sedikit menegang saat Zhilan mencuri sebuah ciuman kilat di bibirnya,gadis itu tersenyum miring,senyum yang mampu membuat Kai kehilangan kesadarannya sesaat.Ia mengerjapkan matanya,mengembalikan kesadarannya saat Zhilan kembali mendaratkan ciumannya di bibir Kai,kali ini bukan ciuman singkat tapi ciuman yang lebih intens


Kai menggeram kesal saat tiba-tiba Zhilan menghentikan ciumannya.Zhilan tersenyum mengejek,ia tahu betul saat ini bukan pikiran Kai yang menguasai tubuhnya,oh ayolah ia bukan gadis virgin yang polos ia bahkan bisa di bilang sudah terlalu berpengalaman,ia adalah pencinta pria Tampan dan sexy itu adalah syarat mutlak untuk berkencan dengan Zhilan,tepatnya semua pria yang berkencan dengan Zhilan pasti tampan dan sexy tapi tidak semua pria tampan dan sexy bisa berkencan dengan Zhilan.


"Apa kau sedang bermain-main"


"Tidak,aku hanya sedikit bersenang-senang"Zhilan mengalungkan tangannya ke leher Kai,wajahnya kini benar-benar bersentuhan langsung dengan kulit leher Kai


"Aku menyukaimu.."


"Tapi aku tidak.."balas Kai datar


Zhilan mendongak tanpa melepaskan kalungan tangannya"aku akan membuatmu menyukaiku.."


Kai mendorong Zhilan menjauh saat lehernya terasa sedikit ngilu,Zhilan sedang berusaha mengukir kiss mark disana.Kai menggeleng

__ADS_1


"Jangan.."


Zhilan memutar matanya kesal"hao"Ia mendorong Kai hingga pria itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke belakang,dalam hitungan detik gadis itu sudah duduk di badannya.Zhilan tersenyum penuh kemenangan.


Shit,Kai terus mengumpat dalam hatinya,bagaimana bisa Zhilan duduk di sana dengan tenang,ia bahkan tersenyum polos,apa dia tidak tahu betapa tersiksanya Kai dengan posisi ini.sampai kapan gadis ini bermain-main dan menyiksa dirinya.seakan belum cukup Zhilan kembali melakukan gerakan seductive,senyumnya makin lebar saat telinganya menangkap geraman kecil Kai


Kai menutup mata,betapapun ia menahan dirinya sebuah erangan tetap saja lolos dari bibir penuhnya.gadis ini bertingkah seperti jalang ia tak segan menggodanya yang sialnya justru sangat ia sukai sangat berbeda dengan Krystal.Kai membuka matanya saat ia merasakan kecupan dan di dada bidangnya.gadis ini seperti seorang master dirinya bahkan tidak menyadari kapan gadis ini membuka kancing kemejanya.


Zhilan menyeringai tanpa mengalihkan tatapan pada wajah Kai,ia sangat menikmati ekpresi wajah Kai saat ini,ekpresi yang tidak semua orang bisa menikmatinya.matanya tertutup,peluh menetes dari dahinya.


"Aku haus..."Zhilan menghentikan aktifitasnya,ia berjalan ke dapur sambil tersenyum puas telah berhasil mempermainkan Kai


"Shit..."umpat Kai kesal,ia tahu pasti Zhilan sengaja mempermainkannya


"Kau butuh air dingin..."Zhilan mengulurkan segelas air dingin"apa?"lanjutnya saat Kai menatap kesal ke arahnya


Kai mendengus kesal ia berdiri merapikan kembali pakaiannya yang berantakan.belum puas telunjuk Zhilan kini menari di dada Kai,membentuk lukisan abstrak


"Berhentilah bermain-main nona"Kai mencengkeram tangan Zhilan


Zhilan tertawa"oh...C'mon,jangan terlalu serius"Zhilan meletakkan gelas di tangannya,ia menarik tengkuk Kai sejajar dengan tubuhnya lalu menciumnya dalam,tangannya sibuk menarik lepas kemeja Kai.


Kai tersenyum miring menghentikan sesaat aktifitas mereka.Kai mengangkat Zhilan menggendongnya ala bridal style,Zhilan sudah mengalungkan tangannya sedang kepalanya ia benamkan pada ceruk leher Kai.


"Arraseo"Zhilan terkekeh geli


---


Kai merenggangkan badannya ia menyandarkan badannya ke kepala ranjangnya.matanya sibuk mengitari seluruh kamar,tentu saja ia mencari Zhilan.Gadis itu sudah tidak ada di sampingnya saat ia bangun.ia menggelengkan kepalanya menyangkal jika gadis itu sudah meninggalkan apartementnya saat melihat pakaiannya masih berserakan di lantai.


Kai menyandarkan dirinya ke refrigator,matanya fokus menatap Zhilan yang berdiri membelakanginya dia sedang memasak.ia tersenyum menyadari Zhilan memakai salah satu kemejanya,tampak kebesaran di badannya ia juga mengikat rambutnya asal,tapi tetap saja itu terlihat sexy bagi Kai.


"Apa yang kau lakukan"Zhilan sedikit tersentak saat Kai memeluknya dari belakang,menyadari itu Kai tersenyum


"Kau mengagetkanku,duduklah"


Mengikuti perintah Zhilan Kai duduk di kursinya matanya sibuk mengikuti setiap gerakan yang di buat Zhilan


"Kau bisa memasak?"Kai menyumpitkan nasi ke mulutnya

__ADS_1


"Itu salah satu keahlianku"


Kai hanya mengangguk,membenarkan masakan Zhilan memang enak.


"Apa benar hanya aku yang tahu tempat ini"


Kai mengangguk pasti"kita berdua"


"Kekasihmu?


Kai sedikit terkejut Zhilan dengan santainya menyinggung soal kekasihnya setelah yang terjadi di antara mereka"hanya kau dan aku"


"Kalau begitu ini akan jadi tempat rahasia kita ber-2?"


Kai meletakkan sumpitnya,memandang Zhilan.ya ia merasa tempat ini memang akan jadi tempat rahasia mereka ber-2.Kai kembali mengangguk


"Kalau begitu aku bisa datang ke sini kapanpun aku mau?"


"Aku akan memberitahu passwordnya"bahkan Krystal saja tidak tahu tentang apartement ini,kenapa ia justru begitu mudahnya memberitahukan passwordnya pada Zhilan yang belum lama di kenalnya.aaisshh gadis ini seperti punya mantra untuk membuatnya tidak bisa berpikir


"Aku harus pergi"


"Tapi aku masih ingin di sini"


"Kau bisa tinggal di sini sampai kau bosan"


"Kau percaya padaku?bagaimana jika aku merampok tempat ini?"


Kai tergelak"kau bahkan mampu membeli puluhan apartement seperti ini,lagi pula tidak ada barang berharga di sini"ucapnya,bukan tanpa alasan ia mengatakan ini.ia sempat mencari tahu tentang Zhilan lewat internet setelah pemotretan itu hasilnya gadis ini bukan orang biasa dia adalah putri pertama dari pemilik sekaligus pemegang saham terbesar Beijing DBN Technology Group yang memiliki 18 ribu karyawan,40 lahan produksi,67 anak perusahaan,500 toko dan lebih dari seribu pusat pelayanan pelanggan.salah satu perusahaan terbesar di asia


"Gajiku sebagai model tidak akan cukup membeli puluhan apartement"elak Zhilan


"Kurasa modeling hanya hobimu"sindir Kai,ia mengecup kening Zhilan sebelum meninggalkan gadis itu


Zhilan menggeser tombol hijau di layar ponsel yang sejak tadi pagi terus saja bergetar"tak bisakah kau biarkan aku tenang sehari saja.."Zhilan mendahului lawan bicaranya


"......."


"Katakan saja ada apa.."Zhilan memutar matanya mendengar helaan nafas kesal di seberang sana

__ADS_1


"Ya..ya...baiklah"


Klik,Zhilan memutuskan sambungannya cepat"menyebalkan"


__ADS_2