
Zhilan menatap angkuh pada Kai yg duduk di hadapannya.keheningan sudah terjadi sejak pertama ia sampai di ruangan 6x7m tersebut,wajah juga aura pria di hadapannya itu kini sedikit lebih gelap.
"Kau yang mengangkat telvon So jung-ie?"
"Ya"Zhilan menjawab pendek,tak ada niatan berbohong atau mengelak
"Kau merusak segalanya"
"Aku?"
"Dia terus bertanya siapa kau"
"Kau hanya harus menjawabnya,kenapa kau membesarkan masalah ini Kai-ssi"
"Kau ingin hubunganku hancur"
Zhilan tersenyum kecil"kenapa?,bukankah sudah waktunya kau memilih siapa di antara kami?"
"Kau gila"
"Apa aku tidak cukup pantas di bandingkan dengan dia?"
"Lupakan,aku rasa kita harus berhenti bertemu"
"Pada akhirnya,kau yang akan menemuiku lebih dulu"
...---...
Zhilan memandang kesal ke arah highheels yang tergeletak di ruang tamu,kemudian beralih ke seorang gadis yang baru keluar dari kamar Xiuhuan sambil merapikan baju dan rambutnya.
"****** murahan..."ia mendesials kesal
"Pergilah,urusan kita sudah selesai.."Potong Xiuhuan cepat sebelum perempuan yang menemaninya semalam membalas perkataan Zhilan
"Oppa.."
"Oppa?"Ulang Zhilan denngan nada mengejek
"Pergi"ucap Xiuhuan,dengan nada yang lebih dingin,cukup untuk membuat perempuan itu sadar kehadirannya sudah tidak di butuhkan
"Kau,dari mana?semua orang mencarimu?"Xiuhuan meletakkan secangkir teh camomile
"Semua?,kelihatannya kau baru bersenang-senang"Zhilan menyunggingkan senyum mengejeknya
"Tidak ada yang terjadi?,tidak lebih dari sebuah ciuman"
Tawa mengejek terdengar begitu penjelasan Xiuhuan selesai
__ADS_1
"Kenapa juga kau menjelaskannya padaku"
Ya kenapa ia harus menjelaskan pada Zhilan?,tidak ia hanya tidak ingin perempuan di depannya ini salah paham,dan terjerumus dalam segala asumsinya lagi,atau dia tidak ingin dirinya di cap semakin buruk oleh gadis di hadapannya itu
...---...
Zhilan menutup pintu pelan di depannya lalu berbalik cepat,Tangannya mengcekeram erat kaleng minuman di tangannya,semua isinya tumpah keluar seperti emosinya yang kini meluap
"Menjijikan,bagaimana bisa mereka berciuman di kantor"
"Siapa?"
Zhilan mengendikkan bahunya dan berjalan cepat meninggalkan Xiuhuan.Suasana harinya yang sudah buruk sekarang makin hancur melihat pria yang hampir sebulan ini memutuskan kontak dengannya malah berciuman dengan kekasihnya di kantor.
"Aku kesal dia mencampakkan aku"Zhilan berhenti mendadak,menghentakkan kakinya kesal seperti anak yang tengah merengek kepada orang tuanya
"Jaga sikapmu,kita sedang di perusahaan"
"Dia membuangku,apa gege akan diam saja?,aku menginginkannya,aku tertarik dengannya"
"Bisakah kau sedikit menjaga mulutmu"
"Bukankah seharusnya ada banyak pria tampan dan sexy di sini,kenapa aku hanya bertemu paman berkacamata sejak tadi?"
"Aku benar benar mencari cara,bagaimana cara membungkam mulutmu"
"Mereka bilang di bawah ada cafe,aku dengar kopinya sangat enak"
...---...
Zhilan memandang Kai tak percaya di susul senyum mengejeknya
"Kau sengaja menungguku di sini?"
"Apa yang kau lakukan di sini?"tanya Kai tajam
"Kau berubah pikiran?"masih dengan senyumnya Zhulan menjawab santai,tak ada sedikitpun guratan emosi di wajahnya.berbansing terbalik dengan lawan bicaranya
"Bisakah kau berhenti muncul di hadapanku?"
"Kau yang datang kepadaku Jongin-ssi"
Kai mendengus kesal tak bisa menampik pernyataan Zhilan.Ya ia hanya melihat sekelebatan bayangan gadis di depannya ini,tapi itu cukup untuk membuatnya hilang akal dan mengejarnya ke sini,tanpa alasan yang jelas
"Aku sudah bilangkan kau akan mendatangiku lebih dulu,cepat atau lambat kau akan memilihku"
"Teruskan mimpimu,kau tidak cukup menarik untuk bersaing dengan Sojung-ie"ucap Kai lirih sambil lalu
__ADS_1
"Kau akan datang kepadaku..."Zhilan berteriak frustasi
"tidak cukup menarik katanya?,apa dia lupa bagaimana dia mengemis untuk tidak di tinggalkan?,menggelikan"
...---...
"Mereka sama sekali tidak cocok"Zhilan mendengus kesal melihat pemandangan mesra di depannya
"Minum saja kopimu dan diam"Gumam Xiuhuan
"Dari mana asal ****** itu"
"Apa kau benar benar akan membahas itu sekarang?"
"Kau berburu di club"
"Kata-katamu semakin tajam akhir-akhir ini"
"Kau menyewanya?"
"Hwang Zhilan"
"Tidak!,dia memanggilmu Oppa,jadi kau pasti memungutnya di club"
"Berhenti,kenapa kau terus berkomentar tentang kehidupan pribadiku?"
"Kau benar-benar tidak tahu?"
Xiihuan menarik nafasnya dalam,mengambil sisa kesabarannya yang benar-benar menipis.bibirnya melengkung,tersenyum kaku
"Aku minta maaf,bisakah kau tidak membahas ini sekarang?"
"Gadis itu bekerja di pub,apa kau akan menemuinya lagi?"
"Kau mencari tahu tentangnya"
Zhilan memgangguk pelan,matanya masih fokus menatap pemotretan Krystal dan Kai di hadapannya
"Aku selalu mencari tahu setiap gadis yang tidur denganmu?,kau juga tahu itu bukan?,aku selalu berpikir kenapa kau tidak puas dengan 1 gadis,apa berganti pasangan itu fetishmu?,"
Xiuhuan mendengus kesal
"Sejujurnya kehidupan seksmu sesikit berantakan setelah kau gagal menikah bukan?,kau melewatkan gadis terbaik yang cocok untukmu"Zhilan memberi sedikit jeda pada kalimatnya sebelum melanjutkan
"Atau...kau masih menunggu gadis itu?"Zhilan menoleh,memberikan senyum terbaiknya pada Xiuhuan
"Jangan melewati batasmu Zhilan"geram Xiuhan,ia sadar betul siapa yang di maksud dengan gadis itu oleh Zhilan
__ADS_1
"Gege...sejujurnya ini menjijikan"Zhilan memberikan cup kopinya pada Xiuhuan,memaksa managernya itu menyesap ice americano-nya dengan sedotan yang sebelumnya ia pakai
"kurasa aku terobsesi padamu,itu sebabnya aku tidak bisa berhenti mencari tahu tentang semua ****** di sekitarmu"bisik Zhilan sambil lalu,berjalan ke arah Krystal