The Crying Past

The Crying Past
Two


__ADS_3

Kai melepaskan topi dan masker yang ia pakai meletakkannya di meja kecil di samping tempat tidur,matanya nyalang memandang Zhilan yang tertidur di ranjangnya mengagumi setiap lekuk tubuh gadis cantik ini,ia tidak munafik ia tertarik dengan gadis ini sejak pemotretan beberapa hari yang lalu hanya dengan melihatnya saja mampu membuatnya bergairah dan dia harus menekan hormonnya mati-matian saat ada kontak fisik di antara mereka



Kai mengelus pelan pipi Zhilan"cantik"gumamnya


Kai menarik cepat tangannya saat Zhilan tersenyum mendengar gumamannya,kurang cepat tangan Zhilan berhasil menahan tangannya agar tetap berada di posisi sebelumnya


Kai mengalihkan pandangannya saat mata Zhilan terbuka memandangnya dengan sayu


"Kai-ssi,terimakasih"ucap Zhilan dengan suara yang sedikit serak yang justru terdengar sexy dan menggoda bagi Kai,ia beralih menatap Zhilan mengangguk dan tersenyum tangan Zhilan sudah tidak menahannya ia kembali mengelus wajah cantik itu


"Aku harus pergi"Kai menarik tangannya


"No"zhilan menjawab cepat"kenapa terburu-buru,kita bisa bersenang-senang"Zhilan dengan cepat bangun dan duduk berhadapan dengan Kai


Kai menatap tak mengerti pada Zhilan


"Kau pasti sudah tahu aku tertarik padamu sejak pertama kali kita bertemu,dan kau....,kurasa merasakan hal yang sama"


"Nde?"


"Setidaknya untuk malam ini saja...Kai-ssi"Zhilan memperlambat suaranya saat menyebut nama Kai ia menundukkan kepalanya sedikit khawatir akan mendapat penolakan dari pria tampan di hadapannya itu


Hening,untuk beberapa saat ke-2nya terdiam,Kai mencari keseriusan dari gerak-gerik Zhilan atas ucapannya tadi sementara Zhilan terlalu takut lebih tepatnya malu jika Kai menolaknya ini akan jadi penolakan pertama atas dirinya dan harga dirinya akan sangat terluka jika ini terjadi


Kai memegang dagu Zhilan,mengangkatnya perlahan agar ia dapat melihat mata gadis itu,ia memamerkan smirknya menyadari keseriusan gadis itu


"Kau tahu aku sudah punya kekasih?"


"Aku tidak meminta menjadi kekasihmu,anggap saja ini rasa terimakasihku bukankah pada akhirnya kau dan aku akan sama-sama menikmatinya"Zhilan mengalungkan ke-2 tangannya ke leher Kai merasa tidak ada penolakan dari pria itu


Kai tersenyum,tangannya bergerak mengelus pipi Zhilan ia mendaratkan kecupan-kecupan singkat di bibir Zhilan sebelum akhirnya melumatnya dengan perlahan,menggigit bibir atas dan bawahnya bergantian ia menghentikan aktifitasnya itu saat pasokan oksigennya di rasa menipis


Di usapnya perlahan bibir Zhilan dengan jempolnya membersihkan sisa saliva yang tertinggal di sana ia menatap lekat mata sayu Zhilan lalu kembali mendaratkan ciuman lembut di kening,mata dan hidung Zhilan secara perlahan seolah jika ia melakukannya dengan sedikit kasar ia akan merusaknya,ia merebahkan tubuh Zhilan dengan posisi dimana ia tepat **** tubuh Zhilan


---


Zhilan menggapai ponselnya yang tergeletak di meja berniat melihat jam saat ia terbangun dan melihat Kai tengah memakai kemejanya


"Kau mau pergi sekarang?"Kai hanya menoleh dan tersenyum menanggapi pertanyaan Zhilan,ia berjalan ke arah Zhilan yang tengah bersandar di dashboard ranjangnya Kai memberikan kecupan lembut yang cukup lama di kening Zhilan sebelum tangannya meraih topi dan maskernya lalu berjalan ke arah pintu meninggalkan Zhilan


"Aaahhh...ini sudah cukup membuktikan cintamu pada kekasihmu tidak sekuat itu Kai-ssi"ucap Zhilan sambil merebahkan badannya sebelum kembali ke alam mimpinya


---


"Kau dari mana saja,kau menghilang setelah konser selesai"tanya D.O saat Kai baru saja akan merebahkan badannya

__ADS_1


"Kau belum tidur hyung?"Kai bertanya balik membatalkan niatnya untuk berbaring


"Aku terbangun karena kau,dari mana saja kau?"


"Berjalan-jalan"


D.O menyipitkan matanya,ia bangkit lalu menyalakan lampu matanya semakin menyipit sementara tangannya bergerak cepat menurunkan kerah kemeja Kai


"Ck....dan kau mendapatkan tanda itu saat berjalan-jalan"ucap D.O sarkastik


Kening Kai tampak berkerut tidak memahami ucapan hyung-nya itu,ia memilih bangkit dan mencari cermin


"Aaiiisshhh..."Kai mendesis Frustasi saat melihat beberapa kissmark terbentuk di leher dan dadanya


"kapan dia melakukannya,kenapa aku tidak sadar"lanjut Kai pelan tapi D.O masih bisa menangkapnya dengan jelas


"Yak..sejak kapan kau senang bermain-main dengan gadis"


Kai memandang D.O dengan pandangan memohonnya untuk berhenti berkomentar


"Apa kau lupa kau sudah punya kekasih,apa dia belum cukup sampai kau mencari gadis lain"D.O terus saja mengeluarkan pertanyaan yang bersifat menghakimi


"Hyung"rajuk Kai


"Jangan katakan kau baru saja tidur dan bercinta dengan gadis itu"


"Melihat tingkahmu,kau memang tidur dengannya...kau berselingkuh dari krystal"


"Matikan lampunya hyung"perintah Kai


"Iiissshhh anak ini"desis D.O tapi tetap melakukan perintah Kai


---


"Bisakah kau membuka pintunya"Zhilan menjauhkan ponsel dari telinganya melihat id pemanggil di layar ponselnya lalu menekan tombol end


"Mengganggu"gerutunya sambil bangun dari ranjangnya memastikan selimutnya melilit seluruh tubuhnya dengan baik


Xiuhuan langsung berjalan masuk saat pintu di depannya terbuka tidak mempedulikan Zhilan yang tampak kesal karena merasa terganggu


"Kenapa berhenti tiba-tiba"omel Zhilan saat ia menabrak punggung Xiuhuan yang berhenti mendadak


"Kau benar-benar membawa pria ke kamar ini"ucap Xiuhuan datar,tapi itu justru membuat Zhilan merasa terintimidasi ia merasa aura di sekitarnya menjadi lebih dingin


"Gege..."


"Berhentilah melakukan hal bodoh Zhilan"kata Xiuhuan dengan nada yang sarat akan perintah

__ADS_1


"Apa kau juga akan berhenti berkencan dengan para jalang itu"balas Zhilan berani


Xiuhuan memejamkan matanya memaksa dirinya agar tak terpancing emosi dan berdebat dengan Zhilan itu akan percuma gadis ini tidak akan mengalah dan itu hanya membuang-buang tenaganya Zhilan bukan lagi gadis manis penurut seperti 3tahun yang lalu,ia berbalik mencengkeram ke-2 bahu Zhilan dengan kencang


"Aku bilang,berhentilah berkencan dengan pria brengsek,carilah pria baik-baik"Xiuhuan melepaskan cengkraman tangannya saat setetes cairan bening jatuh di tangannya


"Maaf"lanjutnya cepat saat menyadari tindakannya tadi menyakiti Zhilan


"Sudah sangat terlambat mengatakan itu sekarang gege"Zhilan berusaha menormalkan suaranya agar tidak bergetar


"Bukankah kau seharusnya menyalahkan pria brengsek yang membuatku jadi seperti ini"Zhilan melanjutkan dengan santai setelah berhasil mengontrol suaranya juga tangisnya yang hampir pecah,ia tersenyum mengejek melihat Xiuhuan hanya diam tidak bisa membalas pernyataannya


"Setidaknya...berkencanlah dengan pria yang benar-benar mencintaimu,jadi aku tidak akan khawatir"Xiuhuan mengucapkannya dengan nada yang sangat lemah


Zhilan tersenyum kecut mendengar kalimat Xiuhuan,ia memalingkan wajahnya menolak bertatap muka dengan managernya ada rasa tak nyaman jika perdebatan mereka sudah sampai di topik ini


"Yixing gege juga menginap di hotel ini"Xiuhuan mengalihkan topik pembicaraan sadar jika suasana mereka sedikit memanas


"Benarkah?ahh...kurasa dia sedang sibuk...."ucap Zhilan kecewa,rautnya berubah menjadi antusias saat menyadari sesuatu


"tunggu..itu berarti"Zhilan menggantung kalimatnya matanya melebar dan bersinar sementara tangannya menutup mulutnya menahannya agar tidak berteriak


"Apa?"


"Si tampan itu juga ada disini...apa aku harus menemui Yixing gege"


Xiuhuan menatap kesal tahu betul maksud ucapan Zhilan,ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan matanya berhenti pada benda berwarna hitam yang tergeletak di lantai ia memungut dan mengamatinya lalu beralih menatap Zhilan


"Ini milik si brengsek yang bersamamu semalam?"Xiuhuan bertanya ketus


Zhilan mengedipkan matanya beberapa kali mencoba mengenali syal yang di pegang Xiuhuan sebelum beranjak memeluknya lalu mengambil cepat syal ditangan Xiuhuan,ia memeluk syal itu erat seolah sedang memeluk si pemilik


"Bukan urusanmu.."Zhilan menggoyang-goyangkan jari telunjuknya tepat di depan wajah Xiuhuan bermaksud menggodanya


"Siapa si brengsek itu?"


"Dia tidak brengsek"Zhilan menunjukkan raut kesalnya


"Tapi dia tampan dan sangat sexy"lanjut Zhilan ia menutup matanya dan tersenyum mengingat kejadian semalam,menurutnya Kai adalah pria paling sexy yang pernah di temuinya setelah sekian lama.pesonanya benar-benar menarik Zhilan sejak pertemuan pertama mereka


"Ck...cepatlah bersiap aku tunggu di lobi"


"Aku akan mendapatkannya"gumam Zhilan sambil menutup pintu kamar mandinya


Xiuhuan menundukkan kepalanya tersenyum getir menangkap dengan jelas gumaman Zhilan,ia tidak tahu pria mana yang di maksud Zhilan yang dia tahu setiap pria yang mendekati Zhilan adalah pria brengsek yang tidak cukup baik untuk Zhilan


"Kau sudah menemukan pengganti Zhilan.."Xiuhuan mengusap wajahnya kasar ia beralih menatap syal yang sudah berpindah ke atas meja seolah dengan menatapnya ia akan tahu siapa pemiliknya.ia hanya tidak ingin Zhilan-nya kembali terjebak pada pria brengsek yang akan kembali menghancurkan gadis itu.Zhilan sudah pernah hancur sekali ia tidak ingin itu terulang kembali.

__ADS_1


__ADS_2