
"Dimana jiejie?"
Seyi yang baru saja duduk menatap bingung pada Zhangwei yang sibuk menatap ponselnya
"Aaisshh..."******* kesal lolos dari bibir Zhangwei,ia meletakkan ponselnya lalu fokus menatap Seyi
"Dimana Zhilan?bukankah seharusnya kau bersamanya?"
Seyi mengedipkan matanya beberapa kali,berusaha mengumpulkan suaranya yang tiba-tiba saja menghilang entah kemana.Suasana disekitarnya tiba-tiba menjadi sedikit tidak nyaman,aah dan aura Zhangwei,Seyi merasa ini bukan Zhangwei yang biasanya,Pria di depannya itu kini menatap fokus kepadanya,aura dingin seolah memancar dari tubuh tegapnya,ini pertama kalinya Seyi melihatnya terlihat begitu serius.
"Seyi..."
"A..aku tidak tahu, saat aku ke ruang ganti eonni sudah tidak ada"
Zhangwei mengacak rambutnya kasar,lalu mengangguk-ngangguk pelan
"Wae?"
Tak menjawab pertanyaan gadis cute didepannya,Zhangwei kembali fokus pada ponselnya
"Aaiissshh anak itu..."desah Zhangwei frustasi,menyerah berusaha fokus pada game di ponselnya,ia berdiri cepat ke arah kamarnya lalu keluar lagi dengan coat dan kunci mobil di tangannya
"Ada apa dengan semua orang hari ini"gumam Seyi kesal"mereka semua berubah menjadi aneh dalam sehari"
...---...
"Apa yang kau lakukan"
"Minum"Zhilan menjawab singkat tanpa memandang lawan bicaranya yang baru datang,ia sibuk menuangkan soju ke gelas kecil di depannya
"Apa yang terjadi?"
"Apa?"
"Kau baik-baik saja"
__ADS_1
Zhilan mengangguk pelan tanpa menghentikan kegiatannya dan tetap tanpa menatap lawan bicaranya
"Yak.."teriakan kesal bergema saat botol di tangan Zhikan kini berpindah tangan
"Harga diriku terluka jika kau mengabaikanku seperti ini"
"Jinja?"senyum ejekan tercetak di wajah Zhilan.Bukankah pria di depannya ini hanya akan datang kepadanya saat ia tidak merasa puas dengan kekasihnya,ia bahkan tidak paham dengan jenis hubungan macam apa yang mereka jalani,mereka jelas bukan sepasang kekasih,partner ****,itu juga bukan
"Kau tidak baik-baik saja"simpul Kai
"Apa yang kau lakukan di sini?"
Sebelah alis Kai terangkat"ini apartementku"
"Kau benar,tidak seharusnya aku di sini"Zhilan berdiri cepat mengambil tasnya yang tergeletak di lantai
"Tinggallah sebentar.."Kai menarik tangan Zhilan tepat saat gadis itu berjalan melewatinya,mengunci tubuh gadis cantik itu dalam pangkuan dan dekapannya
"Kau bertengkar dengan kekasihmu...........,lagi"Zhilan bisa merasakan anggukan lemah dari kepala Kai yang kini bersandar di bahunya
"Aku?"sebuah anggukan lagi"aku baik-baik saja"
"Zhilan-ah...aku tahu kau tidak baik-baik saja"
"Lalu?"
"Katakan padaku apa yang terjadi"
"Aku tidak ingin bertemu lagi denganmu"
Kai mengangkat kepalanya cepat,mendorong tubuh Zhilan pelan memberi celah antara dirinya dengan Zhilan agar ia bisa melihat wajah si gadis,mencari keseriusan dari perkataan gadia itu.Datar tak ada ekpresi apapun di sana
"Wae?"
"Aku bosan denganmu..."
__ADS_1
Untuk sesaat ruangan itu menjadi sunyi,Kai kembali mencari kebenaran dari ucapan gadis di depannya itu.Otaknya,tidak sejujurnya hatinya yang tidak bisa menerima jika gadis ini bosan dengan dirinya,apa yang kurang dari dirinya,bukankah semua ia berikan,bahkan waktu dengan kekasihnya pun terkadang ia relakan agar ia bisa bersama Zhilan.Masih sama,wajah cantik itu masih saja tak menunjukkan ekpresi apapun.
Zhilan menyentuh pipi Kai pelan"kenapa kau diam?"
"Kau serius?"
Zhilan mengedipkan matanya beberapa kali,sebelum memberikan sebuah kecupan singkat di bibir Kai yang justru membuat Kai semakin bingung
"Zhil..."ucapan Kai terpotong saat Zhilan kembali mencuri ciuman singkatnya
"Kenapa kau begitu serius Kai-ssi,aku hanya bercanda"kikik Zhilan,senyumnya melebar mendengar dengusan kesal Kai.Ia bangkit dari pangkuan Kai dan kembali meneguk soju langsung dari botolnya
...---...
Zhilan memaksa kesadarannya kembali saat ponsel di seberang ranjangnya tak berhenti berdering,Ia menengok ke si pemilik yang tampak tertidur nyenyak tanpa ada gangguan sedikitpun
"Siapa yang menelvon di jam..."Zhilan menaikkan sebelah alisnya melihat id pemanggil yang tercetak di layar
"Sojung?"pandangannya beralih sebentar pada Kai yang masih tak bergeming dari posisi awalnya
"Hao.."Zhilan menjawab pelan,lalu mematikan panggilan telefon sepihak,tak memberi waktu lawan bicaranya bertanya
^^^"Siapa kau?^^^
Tak butuh waktu lama,sebuah pesan masuk secara beruntun
^^^"Dimana Jong in-ie?"^^^
^^^"Berikan ponselnya padanya"^^^
"I,er,S.."hitungannya belum genap saat ponsel di tangannya kembali berdering
"Benar-benar pencemburu..."ucap Zhilan pelan,sementara tangannya sibuk menghapus pesan-pesan yang baru masuk
...---...
__ADS_1