
"Apa yang kau lakukan?"Zhilan mengoleskan selai coklat pada roti gandum ditangannya
"Menyiapkan sarapan"jawab Seyi singkat sambil meletakkan semangkuk sup d atas meja
"Kau mau kemana?"Zhilan memandang Seyi masih dengan pandangan tak sukanya
"Sekolah,aku bisa tertinggal Bis jika tidak berangkat sekarang"
Zhilan menarik paksa tas yang sudah di punggung Seyi meletakkan dengan kasar ke kursi"aku tidak suka sarapan sendiri"
Zhilan menyapukan pandangan ke seluruh meja makan,sudut bibirnya tanpa sadar terangkat melihat meja penuh dengan makanan dimulai nasi,kimchi,sup bahkan dimsum.ini pertama kalinya,biasanya hanya akan ada buah,segelas jus dan roti karena ia bukan orang yang suka merepotkan dirinya sendiri meskipun pada nyatanya ia sangat suka memasak
"Kenapa kau tersenyum?"Zhilan memandang tajam,Seyi hanya menggeleng cepat"jangan salah sangka,aku masih tidak menyukaimu lagi pula siapa yang tahu jika makanan ini tidak beracun"
Seyi menarik nafasnya pelan,Xiuhuan benar Zhilan memang tidak punya filter pada mulutnya.jika Xiuhuan belum memperingatkannya ia mungkin akan sedikit kaget walaupun ucapan Zhilan tidak lebih pedas dari ucapan bosnya.
"Kau tersinggung?"Zhilan melirik Seyi
"Tidak"
"Bagus,kau tidak boleh tersinggung jika tuan rumah yang mengatakannya"Zhilan tersenyum pada Seyi lalu kembali masuk ke kamarnya,ia kembali dalam 5 menit dengan tas coklat di tangannya,ia masih mengenakan kaos putih yang sama saat ia masuk ke kamarnya,kaos dengan potongan menggantung di atas pusarnya memperlihatkan perut datarnya ia hanya mengganti hot pants-nya dengan celana denim panjang di sertai ankle strap hitam menambah kesan jenjang kakinya

Seyi terus memandang punggung Zhilan mengikuti langkah kaki jenjang di depannya.jujur saja ia bingung dengan kepribadian gadis di depannya itu dia baru saja mengatakan tidak menyukai dirinya,tapi beberapa detik kemudian ia tersenyum tulus dan mengatakan akan mengantarnya ke sekolah.ia juga bisa melihat tatapan Zhilan pada Xiuhuan yang berubah-ubah entah itu marah,kecewa atau sedih,ia hanya merasa gadis di depannya ini sedang bersandiwara untuk menutupi sesuatu
Zhilan mendengus kesal ia berbalik cepat menyadari Seyi tertinggal jauh di belakang dan berdiri diam larut salam pikirannya,tangannya terulur menyeret gadis itu untuk berjalan mengikutinya,memaksa kesadaran gadis itu kembali
"Kau sudah sadar?"
"Aa...aah ya"Seyi menjawab tergagap
---
"Sebenarnya apa yang kau cari?"
Zhilan mengendikkan bahu tanpa melihat si pemberi pertanyaan yang baru kembali dari toilet.ia terus menscrol ponsel di tangannya walaupun hal yang di inginkannya sudah ia dapatkan beberapa menit yang lalu
"Kau tidak pergi gege?"
"Kau mengusirku?"sebuah ucapan dengan nada tak percaya terlontar,bagaimana tidak gadis itu tadi pagi terus menelvon Lay untuk menemuinya bahkan memaksa dan sekarang belum ada setengah jam ia di sini Zhilan dengan enteng bertanya apa dia tidak akan pergi.Lay menarik nafasnya dalam bagaimanapun kesabaran berlebih di perlukan untuk menghadapi gadis ini terlebih sejak kepulangannya dari london 3tahun lalu.
__ADS_1
"Aku hanya bercanda"Zhilan menggeser ponsel ditangannya kembali ke si empunya
"Apa yang kau cari?"
"Apa?"
"Iya apa?"
"Apa-nya?"
"Zhilan"
"Ada foto gadis cantik di sana,apa dia kekasihmu?kau tidak mengenalkannya padaku"Zhilan bertanya antusias,tentu saja ia tidak akan memberitahu apa yang dia cari meskipun itu pada kakak kesayangannya ini.
"Hmmmm"Lay menjawab malas,ia tahu betul Zhilan sedang mengalihkan topik pembicaraan
"Dimana Xiuhuan"
Zhilan menaikkan bahunya,ia sedang malas membahas Xiuhuan saat ini,mendengar namanya saja membuat mood-nya tiba-tiba turun drastis.senyumnya merekah saat sebuah notifikasi Kakao muncul di layar ponselnya
"Kau benar-benar tidak ada jadwal gege?"
Lay memaksakan senyum kakunya menutupi rasa kesalnya meskipun Zhilan sama sekali tidak memperhatikannya,gadis itu bertanya padanya dengan pandangan tertuju pada ponselnya,Lay menutup matanya menahan untuk tidak menaikkan nada suaranya
"Secepat itu"sesal Zhilan,ia memasang muka sedih yang di buat-buat sebenarnya itu sedikit mengesalkan sekaligus imut
Lay mengacak puncak kepala Zhilan"jangan berpura-pura sedih,kau sudah mengusir gege-mu ini secara halus"
"Zai jian"sahut Zhilan cepat
Lay berdecak kesal kehilangan kalimat ia hanya membuka mulutnya tanpa mampu bersuara,gadis di depannya ini benar-benar berubah bukan berubah menjadi buruk,jahat atau semacamnya hanya saja ia menjadi lebih bebas,tidak pernah serius dan menganggap semua hal adalah permainan yang berada di bawah kendalinya,dan tentu saja sifatnya yang bisa berubah dalam hitungan detik,sangat tidak terduga.
Lay masih terus menggerutu sepanjang jalan,Zhilan memaksanya keluar dari dorm yang nyaman dan kurang dari 1 jam pertemuan mereka ia di usir,baiklah ia yang memilih pergi tapi gadis itu bahkan dengan senyum merekah mengucapkan sampai jumpa di iringi mata yang bersinar dan lambaian tangan yang teramat bersemangat
"Eh..."Lay tampak menyipitkan matanya merasa mengenali seorang yang baru keluar dari Taxi di seberang jalan,sia-sia dia tidak berhasil mengingatnya,ia mengendikkan bahunya menyerah dengan ingatannya yang lemah dan memilih masuk ke taxi,kembali ke dorm yang nyaman.
---
"Kau sudah lama"
Zhilan menggeleng"aku sengaja datang lebih awal,aku tidak mau terlambat"
__ADS_1
"Tepat waktu"
"Begitulah"
"Dari mana kau tahu nomor ponselku"
"It's secret"Zhilan menempelkan jari telunjuknya di bibirnya,terlihat menggoda bagi lawan bicaranya,ah tidak Zhilan memang selalu dengan sengaja menggoda pria di depannya ini,pria yang menurutnya tampan dan sexy
"Jadi....,kita bertemu lagi"
"Hhmmm,dan seperti janjimu pertemuan kita kali ini tidak akan berlangsung singkat"
Kai tertawa,ingatan gadis di depannya ini bagus,lagi pula hari ini dia bebas jadwal ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang tidak datang setiap hari,lupakan Krystal kekasihnya itu kini tengah jauh dari korea
Kai menatap bingung saat Zhilan mendorong sebuah paper bag coklat ke depannya"Apa ini?"
"Hadiah..."
"Nde?"
"Buka saja jika penasaran"
"Aaahh..."Kai tersenyum mendapat syal hitam miliknya yang tertinggal di hotel beberapa minggu yang lalu"aku hampir melupakan syal ini"lanjut Kai sambil mengalungkan syal itu ke lehernya
"Apa kau juga melupakan aku?"
"Bagaimana mungkin aku melupakanmu?"ya itu mustahil bahkan Kai tidak bisa melupakan Zhilan,aah ini sedikit berlebihan hanya saja Zhilan memang benar-benar meninggalkan kesan yang dalam pada dirinya.ia bahkan menyesal tidak sempat meminta nomor ponsel gadis itu tempo hari
"Jadi...."
"Jadi?"
Zhilan memutar matanya"apa kita akan duduk disini menunggu sampai restorant ini tutup?"
"Apa yang bisa kita lakukan selain duduk di sini"
"Kita bisa menghabiskan waktu bersama"
"Apa kau sedang mengajakku berkencan?"
"Bukankah kita memang sedang berkencan?"ucap Zhilan percaya diri
__ADS_1
Salah satu sudut bibir Kai terangkat tersenyum miring,mendengar tingkat kepercayaan diri Zhilan yang tinggi,semakin lama dia berbicara dengan model cantik itu makin besar rasa penasarannya pada gadis ini,tidak dia tidak menyukainya,Kai hanya sekedar tertarik dan merasa penasaran,dan lagi ia tahu betul gadis yang duduk di depannya ini sangat tertarik dengan dirinya,ia bahkan tak segan-segan menunjukkannya secara gamblang pada Kai.