
Zhilan terus membolak-balikkan halaman buku di tangannya sambil sesekali melihat jam di tangannya juga sekitar

"Dia bilang akan menungguku di bawah?,dasar pembohong"gerutunya sambil beranjak berdiri
Mata Zhilan seketika membulat sempurna saat sosok yang ia tunggu datang bersama 2 orang lain yang tidak asing untuknya,dengan cepat ia berjongkok dan masuk ke kolong meja
"Apa yang ku lakukan?..kenapa aku harus panik?"ia bertanya pada dirinya sendiri,tapi dengan cepat juga ia menggelengkan kepalanya meyakinkan jika ia harus bersembunyi
Zhilan merangkak cepat keluar dari kolong meja menjauhi Xiuhuan dan 2 orang yang berjalan ke arah meja Zhilan,ia berdiri dan menoleh saat merasa jaraknya cukup jauh dari Xiuhuan ia menghembuskan nafasnya kasar mengeluarkan rasa kesalnya lalu kembali berjalan menjauh
"Dia sudah pergi,kurasa ia bosan menunggu"Xiuhuan mengedarkan pandangannya berusaha mencari sosok Zhilan
"Aku akan menelvonnya saja nanti"putus Yixing,sementara Kai di sebelahnya tampak mengerutkan keningnya tidak memahami 1 katapun dari perbincangan 2 pria berkewarganegaraan China di depannya
"Adikku sudah pergi"Yixing menjelaskan seolah memahami ekpresi Kai yang tampak bingung
Yixing melihat arloji di tangannya"aku harus pergi sekarang"ia menepuk pundak Xiuhuan lalu menyeret Kai kembali berjalan mengikutinya
"Apa adikmu cantik hyung?"tanya kai penasaran
Yixing menghentikan langkahnya nampak berpikir sebentar sebelum menjawab"tentu saja dia seorang model"
"Tapi kau tidak punya saudara hyung"protes Kai
"Dia teman sepupuku,aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri"Yixing berhenti lalu menatap Kai
"Apa?"Kai ikut menghentikan langkahnya saat ia sadar Yixing terus menatapnya
"Jangan bertanya lagi"Yixing menjitak cepat kepala Kai lalu kembali melangkahkan kakinya
---
Zhilan melipat tangannya menatap kesal pada Xiuhuan yang baru datang,ia menghindari tangan Xiuhuan yang terulur hendak mengacak rambutnya
"Jarak hotel dan tempat ini jauh,bukan salahku jika aku terlambat?"
"Terserah kau saja...bisa kita pergi sekarang?"
"Aku baru datang..."
"Itu salahmu kenapa datang terlambat"Zhilan berdiri Berjalan melewati Xiuhuan yang tidak percaya dengan sikap Zhilan kepadanya
Xiuhuan mengacak frustasi rambutnya"aku bisa duduk manis di belakang meja CEO dan aku lebih memilih menjadi manager model yang menyebalkan"
"Gege...."
Xiuhuan memutar matanya malas mendengar modelnya sudah berteriak memanggilnya
Zhilan menyerahkan paper bag putih di tangannya begitu ke-2 nya di dalam mobil
"Apa ini?"
Zhilan hanya mengendikkan bahunya lalu menatap ke luar memilih mengabaikan Xiuhuan yang sibuk membongkar paper bag di pangkuannya

Xiuhuan tersenyum saat menemukan sekotak Dango di paper bag ia beralih menatap Zhilan sambil mengacak rambut gadis itu lalu mulai memakan tiap tusuk dango di pangkuannya
"Gege.."
__ADS_1
"Hmmm...?"Xiuhuan menjawab sekenanya dengan mulut penuh
"Aku ingin pulang..."
Dengan susah payah Xiuhuan menelan sepotong dango tanpa mengunyahnya"kenapa tiba-tiba?"
"Aku rindu beijing..."
"Jangan mengada-ngada kau masih punya pekerjaan di sini"
Zhilan menoleh cepat pada Xiuhuan,memberikan tatapan protes pada managernya itu
Xiuhuan menyuapkan sepotong dango ke mulut Zhilan saat gadis itu hendak menyampaikan protesnya"Kau sendiri yang menyetujuinya"
"Gege...."Xiuhuan menggeleng lemah mengabaikan permohonan Zhilan ia kembali memasukkan sepotong dango ke mulut Zhilan saat gadis itu akan kembali merengek
---
"Kapan kita pulang?"
"Malam ini kita kembali ke Seoul"
"Seoul?"Zhilan menoleh merasa heran sekaligus kesal mendengar jawaban managernya itu"aku ingin pulang ke beijing"lanjutnya
"Tidak bisa,aku tidak mau di sibukkan dengan pembayaran penalty"
"Aku sanggup membayarnya"
"Tapi aku tidak mau di repotkan dengan urusan itu"
"Gege...."
"Berhentilah merajuk,bersikaplah profesional kau sendiri yang memutuskan menerima pekerjaan ini kau tidak bisa seenaknya membatalkanya"putus Xiuhuan dengan nada sedikit tinggi dan itu terdengar seperti bentakan di telinga Zhilan yang seketika menunduk
"Ck....kenapa dia membentakku"Zhilan berdecak kesal begitu Xiuhuan meninggalkannya"aku heran kenapa aku bisa meminta-nya untuk jadi managerku"
"Gege..."
"Hmmmm"Xiuhuan menjawab sekenanya tanpa memgalihkan fokus dari laptop dan kertas-kertas yang berserakan di atas meja
"Wang Xiuhuan"
"Shenme?"
"Ck.."Zhilan menutup cepat laptop Xiuhuan menata cepat semua kertas dokumen Xiuhuan menumpuknya jadi 1 dan menyingkirkannya ke sudut meja
Xiuhuan menarik nafas membendung rasa kesalnya,ia melirik sekilas jam di pergelangan tangannya lalu mencopot kaca mata yang bertengger di hidungnya
"5 minutes"
Zhilan menggeleng cepat"5 menit tidak akan cukup"
"Kalau begitu cepat,kau menyia-nyiakan 5 menitmu"
"Aku ingin kau jadi managerku"ucap Zhilan tanpa basa-basi
Xiuhuan sempat terdiam sebentar mengamati raut wajah Zhilan sebelum tawanya pecah,Zhilan mendengus kesal mendapati respon Xiuhuan yang di luar perkiraannya ia tahu Xiuhuan akan menolak tapi ia tidak menyangka jika ia akan mentertawakan permintaannya
"Kau lihat papan nama di depanmu itu"Xiuhuan menunjuk papan di depan Zhilan dengan dagunya matanya Jelas menampakkan kebanggaan
"Lalu.."tanpa melihat benda yang di maksudpun Zhilan sudah hafal dengan benda persegi panjang bertuliskan nama Xiuhuan di sertai jabatannya di kantor ini
__ADS_1
"Apa kau berpikir aku akan meninggalkan jabatanku yang sekarang untuk menjadi seorang manager model?"
"Tentu saja,kenapa tidak?.."
Xiuhuan tersenyum miring dengan tatapan mengejek,ia memainkan pena ditangannya"carilah orang lain"
"Gege....aku sudah terlalu sering berganti manager,mereka semua sama sekali tidak becus mengurusku"
"Kau mencari manager atau baby sitter?"
Zhilan menyatukan ke-2 tangannya dengan tatapan memohon"gege..."
"Waktumu habis..."Xiuhuan memakai kaca matanya,jarinya sudah kembali menari lincah di atas keyboard sambil sesekali memeriksa kertas-kertas yang sudah berserakan lagi
Zhilan membuang nafasnya keras-keras berusaha memperlihatkan betapa ia sangat kecewa"baiklah,maaf sudah menganggumu"
Zhilan berjalan gontai ia terus menunduk,ia berhenti sejenak tepat di depan pintu sebelum keluar"setidaknya ini bukan kali pertama aku kecewa"gumamnya pelan tapi cukup untuk bisa di dengar Xiuhuan hingga ia menghentikan pekerjaan dan memutar kursinya membelakangi Zhilan
Zhilan mengangkat kepalanya wajah kecewanya sudah hilang matanya kini tampak bercahaya senyum kemenangan mengembang di wajahnya ia menoleh sekilas ke arah Xiuhuan yang membelakanginya
"Apa yang kau pikirkan?"Xiuhuan membuyarkan lamunan Zhilan,ia menyodorkan sebotol air mineral
"A..apa?tidak ada"Zhilan meneguk cepat seluruh airhang ada di botolnya
"Melihat dari tingkah lakumu,kau berbohong"
Zhilan memberikan tatapan mengancamnya pada Xiuhuan,sementara si korban hanya tertawa sama sekali tidak merasa terintimidasi,baginya semua sikap dan sifat Zhilan selalu lucu sesekali ia akan merasa kesal tapi itu tidak akan berlangsung lama,tumbuh bersama membuatnya paham bagaimana harus menghadapi gadis di depannya ini
"Cepat selesaikan pekerjaanmu,maka kita juga akan cepat pulang"
---
Kai terus menatap pantulan dirinya di cermin,menelisik tiap inci dari tubuhnya yang bertelanjang dada ada raut frustasi yang terpancar di wajahnya
"Aaisshhh...."Kai mengacak rambutnya kesal"dia akan membunuhku..."desahnya semakin frustasi
Ia mengambil ponselnya saat ada notifikasi pesan masuk
Jangan terlambat
Kai melemparkan ponselnya ke ranjang,ia memejamkan matanya memijat pelipisnya dan menjatuhkan dirinya di ranjang
Pesan yang baru di terimanya membuatnya semakin frustasi.Soojung,gadisnya itu tiba-tiba mengajaknya bertemu itu akan menyenangkan jika Saja kissmark sialan itu sudah hilang dari leher dan dada bidangnya
Kai masih ingat betul beberapa bulan yang lalu gadis itu sempat marah besar,bahkan mendiamkan dan tidak mengacuhkannya hampir sebulan lebih,karena parfum,ya bau parfum wanita yang melekat di tubuh dan bajunya lebih tepatnya bau parfum kakaknya yang tertinggal saat kakaknya itu memeluknya ketika tiba di Seoul untuk mengunjunginya
"Wajahmu seperti orang yang akan di vonis hukuman mati"D.O tampak berdiri bersandar di pintu dengan tangan terlipat di dada,matanya tampak menyipit mengawasi tingkah aneh rekannya itu
"Sejak kapan kau di sana"Kai sama sekali tak berminat untuk bangun,ia memilih memandang langit-langit kamarnya di banding berhadapan dengan tatapan menghakimi D.O
"Cukup lama untuk melihat seorang Kai terus menatap dirinya sendiri di cermin dengan wajah menyedihkan"
"Benarkah?"
"Hmmm,ku rasa aku juga tahu alasannya"
Kai mengangkat sedikit kepalanya berusaha melihat D.O,ia hanya berdecak kesal saat melihat jari D.O menunjuk ke arahnya dan seperti dugaannya,disertai dengan tatapan menghakimi
"Pergilah hyung,kau hanya membuatku makin kesal"
"Hubunganmu dan soojung akan berakhir"D.O menatap geli sementara tangannya menggambar garis lurus di depan lehernya
__ADS_1
Kai beranjak bangun"Aaaiissshhhh...setidaknya kau bisa diam"ia mendorong cepat D.O lalu menutup pintu dan menguncinya
"Berjuanglah Jongin-ah"teriak D.O di ikuti tawanya