
Kai sudah berdiri di depan pintu bercat putih itu selama kurang lebih 20 menit,dia bisa masuk kapan saja mengingat ia tahu dengan pasti password apartement kekasihnya itu Dia hanya merasa cemas jantungnya terus berdetak tak menentu,ia merasa bersalah pada kekasihnya itu tentu saja rasa takutnya lebih besar dari rasa bersalahnya
Ia menarik nafasnya dalam,menetralkan raut wajah juga degup jantungnya sebelum memutuskan masuk
"Ku kira kau tidak akan masuk"Krystal nampak sudah berdiri sambil menyandarkan badannya di dinding saat Kai masuk tangannya terlipat di dada semakin menambah aura dingin dari gadis itu
Ke-2 alis Kai terangkat,ia tak mengerti maksud ucapan kekasihnya itu
"Berapa lama kau berdiri di sana?"
"A...ah..itu"kai menggaruk kepalanya
"aku membawa pesananmu"lanjutnya sambil mengangkat kantong plastik di tangannya berusaha mengalihkan topik,ia berjalan melewati Krystal menuju dapur minimalis apartement itu
Krystal berdecak merasa kesal,tak satupun pertanyaannya di jawab oleh Kai.Ia sudah berdiri di sana menunggu Kai masuk sejak pria itu baru tiba di depan pintu
"Aku sangat merindukanmu"Krystal memeluk Kai dari belakang menghirup bebas aroma tubuh yang menguar dari kekasihnya,ia sudah melupakan sikap Kai yang di anggapnya aneh juga rasa kesalnya beberapa saat lalu,rasa rindunya sudah cukup untuk membuatnya lupa segalanya
Kai berbalik membalas pelukan Krystal,ia mencium puncak kepala gadis cantik itu cukup lama
"Apa kau sangat merindukanku eum?"Kai memegang dagu Krystal sambil tersenyum menggoda
"Forget it.."
Kai menarik tangan Krystal cepat ke dalam pelukannya saat gadis itu berbalik pergi"aku lebih merindukanmu"
"Kau tidak terlihat merindukanku..."
"Kalau begitu aku menyembunyikannya dengan sangat baik"
Krystal menegadahkan kepalanya menatap wajah pria yang sangat di cintainya itu
"Aku tahu aku sangat tampan.."dengan nada percaya diri Kai mengucapkan pernyataannya menyadari Krystal sedang menatapnya
"Ka...."Kai memotong cepat kalimat Krystal dengan ciuman kilatnya
"Ap..."Kai kembali mengecup bibir Krystal
Krystal mundur selangkah"Kau ini sangat percaya diri"Krystal mengatakan kalimatnya dalam satu tarikan nafas mengantisipasi Kai akan kembali mencuri ciuman kilat darinya
"Kau ini sangat lucu..."Kai mencondongkan badannya mempersempit jarak wajahnya,ia mengamati wajah yang sudah sekitar seminggu ini tidak ia temui secara langsung"kau bertambah cantik..."
"Nde?"
"Aku sangat,sangat merindukanmu Jung Sojung.."Kai memeluk Krystal erat melepaskan rasa rindunya,semua perasaan takut,bersalah dan khawatirnya lenyap seketika saat ia memeluk gadis itu,yang ia ingat saat ini hanyalah ia menginginkan menghabiskan malam ini bersama kekasihnya itu
__ADS_1
---
"Dia sudah bertunangan..."
"Ba...."
"Kau tidak lihat,dia memakai cincin di jari manisnya,gadis di sampingnya juga terus menggandeng tangan pria itu sejak tadi"Xiuhuan memotong kalimat Zhilan,ia tahu pasti apa yang di pikirkan gadis itu
Zhilan menatap tak percaya pada Xiuhuan,pria itu menutup matanya sejak Take off tapi pria itu seolah melihat semuanya dan memiliki mata di mana saja,apapun yang di lakukan Zhilan ia akan tahu termasuk kegiatannya bermain-main dengan pria yang duduk di jauh di depan mereka saat ini,Pria itu terus saja menengok dan tersenyum pada Zhilan
"Bertunangan atau belum bukan urusanku"
"Kau akan merusak hubungan mereka"
"Pria itu yang terus menatapku,lagi pula apa urusanmu?"
"Ck...."Xiuhuan membuka matanya memegang dagu Zhilan memaksa gadis itu menatapnya"dia pria brengsek jauhi dia"
Zhilan menampik tangan Xiuhuan"aku tahu bukankah kau juga sama brengseknya..."Zhilan memberi jeda pada kalimatnya"kau bahkan bercinta dengan gadis lain saat kau sudah bertunangan,tapi pria itu hanya tersenyum padaku..."
"Zh..."
"Dan kau bukan hanya bercinta dengan 1 gadis,kalau dia brengsek lalu kau ini apa?"potong Zhilan cepat
"Aaahhhh...kau tahu gege,aku merasa kasihan pada mantan tunanganmu itu"tutup Zhilan sambil memakai headphonenya lalu menutup matanya,ia tak berniat melanjutkan perdebatannya lagi pula keinginannya untuk sedikit bermain-main dengan pria tampan yang terus menatapnya itu sudah hilang
Xiuhuan menatap tajam saat pria yang mereka bicarakan kembali menoleh pada Zhilan
"Aku sudah tidak berminat bermain-main dengannya,jadi berhentilah menatapnya dengan seperti itu"ucap Zhilan tanpa membuka matanya,ia tahu betul sifat managernya itu jadi tanpa membuka matanya pun ia bisa menebak apa yang akan di lakukan Xiuhuan"dan...."
"Aku tidak akan menatapmu,aku akan melanjutkan tidurku"Xiuhuan memotong cepat
"Kau bisa membaca pikiranku gege?"Zhilan membuka matanya menatap kagum pada Xiuhuan
"Kemana perginya gadis dengan mulut yang kejam tadi"
Zhilan mengendikkan bahunya,lalu menambah volume suara di headphonenya,Xiuhuan selalu berhasil membuatnya kesal dengan sindiran halus juga berbagai nasihatnya pada Zhilan sedang dirinya sendiri juga perlu memperbaiki dirinya sendiri.tapi Zhilan juga sadar jika managernya itu memang benar-benar menjaganya dengan sangat baik
"Aku hanya terlalu mengenalmu..."gumamku Xiuhuan pelan sambil menutup matanya
"Menyenangkan bisa kembali ke rumah"ucap Zhilan lega ketika pesawat yang ia tumpangi landing
Xiuhuan menatap tak percaya pada Zhilan,otaknya masih belum bisa mengerti apa yang di pikirkan gadis itu,saat di jepang dan Seoul ia terus mengatakan rindu dengan Beijing,ketika belum genap sehari di Beijing gadis itu terus merengek ingin kembali ke korea,dan baru beberapa jam yang lalu ia mendengar gadis ini terus mengumpat menyesali penerbangannya ke Seoul,dan sekarang gadis itu dengan langkah bersemangat dan senyum yang lebar mengatakan dia senang bisa kembali ke rumah
---
__ADS_1
"Jangan tersenyum kepadanya dan berhentilah menatapnya"perintah Zhilan
"Apa kau cemburu?"Xiuhuan tersenyum miring menggoda Zhilan
"Kau bercanda?"Zhilan menoleh menatap remeh pada gadis yang sejak mereka tiba di restorant terus saja mencuri pandang pada Xiuhuan,itu membuatnya muak"kau bisa menemukan gadis seperti dia di Gangnam"
"Tapi aku menginginkan dia"Xiuhuan sama sekali tidak memutus kontak matanya dengan gadis di meja seberang
"Aku bisa lebih baik darinya jika kau hanya ingin bersenang-senang"Zhilan menyuapkan sepotong Daging ke mulutnya dengan santai sama sekali tidak terganggu dengan tatapan kaget Xiuhuan
Xiuhuan menyentil kening Zhilan,kebiasaan sejak kecil yang bahkan masih terbawa hingga kini.Ia tersenyum girang saat Zhilan menatapnya dengan wajah cemberut yang sangat menggemaskan
"Berhentilah melakukan itu gege"
Xiuhuan menggeleng cepat,ia mencubit gemas pipi Zhilan
"Gege...."
Xiuhuan memasukkan sepotong Dimsum ke mulut Zhilan lalu mengacak puncak kepala Zhilan
"Tutup mulutmu dan berhentilah mengatakan hal tidak masuk akal"
"Kau...masih berkencan dengan kasir minimarket itu?"
Tangan Xiuhuan berhenti sebelum makanannya berhasil mencapai mulutnya,ia sedikit kaget Zhilan tahu dirinya berkencan dengan seseorang
"Tidak perlu sekaget itu gege,aku selalu tahu apa yang kau lakukan"Zhilan mengedipkan sebelah matanya pada Xiuhuan"aku cemburu"lanjutnya tanpa menatap Xiuhuan
"Shenme?"Xiuhuan meletakkan sumpitnya dan menatap fokus pada Zhilan
"Kenapa kau seserius itu?aku hanya bercanda"
Xiuhuan mendengus kesal ia memasukan 2 potong Dimsum sekaligus ke dalam mulutnya,rasanya akan ada kupu-kupu yang keluar dari dadanya saat Zhilan mengatakan ia cemburu,Xiuhuan tersenyum mengejek,senyuman yang di tujukan untuk dirinya sendiri ia merutuki dirinya sendiri yang masih berharap pada gadis cantik di depannya ini setelah semua sikap buruknya dulu
"Aku benci jika kau berkencan"Zhilan memberi jeda"Maksudku jika kau berkencan itu artinya kau bahagia,dan sepertinya gadis minimarket itu gadis baik-baik jadi aku semakin tidak suka"Zhilan melanjutkan kembali melihat Xiuhuan berpikir keras
"Kau seharusnya ikut bahagia jika aku bahagia"sahut Xiuhuan
"Mana bisa aku ikut bahagia jika aku saja tidak bahagia?"
"Itu egois"
"Kau tahukan sebagian diriku membencimu,jadi untuk melihatmu bahagia itu sulit bagiku,aku ingin kau menderita gege,untukku kau tidak pantas bahagia"Zhilan tersenyum di akhir kalimatnya"aku duluan"pamit Zhilan
"Gadis ini...."desah Xiuhuan frustasi,ia menenggak habis segelas jus di mejanya ia benar-benar kesulitan memahami jalan pikiran gadis itu sekarang,terkadang ia akan jadi gadis manis,manja tapi terkadang ia akan menjadi gadis dengan mulut yang tajam yang berbicara tanpa melakukan filter pada tiap kalimatnya"apa yang dia pelajari selama di london?"
__ADS_1