
Mata Seyi tampak meneliti dari ujung kaki hingga kepala Pria yang berdiri membelakanginya di depan pintu apartement
"Nuguseyo?"Seyi hampir lupa menutup mulutnya saat pria itu membalikkan badannya dan membuka kacamatanya.dia sangat tampan,Tepukan di pundaknya mengembalikan kesadarannya yang sempat hilang karena pesona pria asing itu
"N..n.nuguseyo?"ulang Seyi dengan tergagap
Pria di hadapannya tampak menggaruk kepalanya,keningnya berkerut seolah sedang berpikir keras.ia yakin ia berada di alamat yang tepat tapi kenapa penghuninya lain,terakhir kali ia datang ke apartement ini penghuninya masih kakaknya,apa kakaknya sudah pindah.Gadis di depannya ini terus saja mengucapkan kalimat yang tidak ia pahami itu membuatnya kepalanya makin pusing
Seyi mendengus kesal merasa terabaikan,pria itu bukannya menjawab pertanyaannya malah sibuk dengan ponselnya.sebenarnya ia merasa tidak asing dengan wajah pria di depannya ini,hanya saja ia tidak bisa mengingat dengan pasti siapa pria ini dan dimana ia melihatnya
"Qing wen,Huang Zhilan zhu zai zheli?"
"Nde?"
"Zhilan jiejie zhu zai zheli?"ulang pria itu dengan nada lebih tinggi,ia mulai kesal karena Seyi tak kunjung paham yang di katakannya"wo shi ta de diedie"lanjutnya
"Wo de mingzi shi Huang Zhangwei"Zhangwei menepuk-nepuk dadanya pelan berharap Seyi mengerti maksudnya
Seyi membuang nafas frustasi,ia sama sekali tak paham yang di katakan pria asing ini,saat ini ia berharap Zhilan atau Xiuhuan ada di sini
"Zhilan..Huang Zhilan"Zhangwei menekankan nada suaranya pada tiap suku katanya
"Huang Zhilan?"Seyi balik bertanya,Zhangwei mengangguk bersemangat merasa mulai ada titik terang dari pembicaraan 2 manusia berbeda jenis,bahasa,dan bangsa itu.
Seyi berpikir sejenak"she was away,but she's back today"jawabnya ragu
"Oh..kau bisa berbahasa inggris,seharusnya kau menggunakannya sejak tadi jadi kita tidak perlu membuang waktu"Zhangwei mendorong Seyi pelan,memaksa masuk setelah yakin kakaknya masih menjadi pemilik apartement
"take it"Zhangwei menunjuk kopernya dengan dagunya lalu melenggang masuk dan duduk di sofa,sementara kakinya ia naikkan ke meja
Dengan susah payah Seyi menarik kopor dan ransel Zhangwei masuk"turunkan kakimu"perintah Seyi dalam bahasa korea
"Aku tidak mengerti ucapanmu"Zhangwei membalas dalam bahasa mandarin
Seyi menendang keras kaki Zhangwei hingga mengaduh kesakitan.ke-2 terus saling berteriak dalam bahasa ibu masing-masing
"Dasar pembantu kurang ajar"umpat Zhangwei begitu Seyi pergi
"Apa yang kau lakukan di sini"
Zhangwei mendongak merasa mengenal suara yang menegurnya,ia sudah merentangkan tangannya berdiri,bersiap memeluk sang kakak saat Zhilan memberikan kode untuk tetap di tempatnya

"Aku merindukanmu"
"Jadi ini sebabnya baba terus menelvonku"
"Eonni kau sudah kembali,dia..."
"Dia adikku"potong Zhilan cepat
__ADS_1
"A..adik?"Seyi menoleh cepat,memperhatikan wajah Zhangwei tangannya terulur mengambil sebuah foto berbingkai putih yang terletak tepat di sampingnya.Matanya bergantian menatap wajah yang ada di foto dan wajah Zhangwei untuk beberapa kali.sekarang ia sadar kenapa wajah Zhangwei tidak asing,ia bahkan melewati foto ini setiap hari pantas saja jika ia merasa pernah melihatnya.mungkin karena potongan rambut yang berbeda ia menjadi sulit mengenali adik Zhilan

"Kapan kau kembali ke beijing?"tanya Zhilan tanpa basa-basi
"Aku tidak akan kembali,aku akan kuliah di sini"
Zhilan menyipitkan matanya mencari keseriusan di wajah adiknya
"Aku serius"
"Cih...kau bahkan tidak bisa berbahasa korea dengan baik,bagaimana bisa kau memutuskan kuliah di sini"cibir Zhilan
---
Xiuhuan meletakkan ranselnya di atas sofa,matanya sibuk menjelajah apartement mencari si pemilik.tidak bertemu dengannya selama seminggu cukup membuat mood Xiuhuan hancur apalagi gadis itu tidak pernah sekalipun mengangkat telvon atau membalas pesannya
"Apa tidak ada pelukan untukku..."Xiuhuan merentangkan tangannya saat menemukan Zhilan sedang minum di dapur,berharap gadis itu akan memeluknya,ya hanya harapan karena gadis itu hanya menatap malas ke arahnya lalu berjalan melewatinya untuk duduk di sofa
"Kau tahu kemana Zhangwei Pergi.."Xiuhuan mengambil tempat di samping Zhilan dan merangkulnya ke pelukannya
"Melihat sikapmu sepertinya kau tidak tidur dengan wanita selama di beijing"Zhilan mendorong Xiuhuan menjauh
"Bisakah bersikap manis padaku sehari saja..."
"Aku tidak bisa bersikap manis pada brengsek yang...."
"Gege..."
"Kau...."Xiuhuan menatap Zhangwei yang baru datang lalu berganti pada Zhilan
"Tanyakan padanya..."Zhilan mengangkat bahunya
"Kau tidak memberitahu pada paman dan bibi jika kau di sini?"
"Kupikir jiejie sudah memberitahu mereka.."
"Tutup mulutmu,kau yang mengatakan sudah bicara pada baba dan mama"
Xiuhuan memejamkan matanya menambah tingkat kesabarannya,mendengar 2 bersaudara di depannya yang sibuk beradu mulut"aku yang akan memberitahu mereka"
"Selesai..."ucap Zhilan senang
"Apa yang kalian bicarakan?"Seyi yang sejak tadi berdiri di samping Zhangwei menyaksikan perbincangan yang sama sekali tak ia pahami akhirnya tidak tahan untuk tidak bertanya
Zhilan memandang Zhangwei dan Seyi bergantian"kau belajarlah bahasa korea,sekarang kau hidup di korea"Zhilan menunjuk Zhangwei"dan kau belajarlah bahasa mandarin,kau hidup di antara orang-orang cina jadi kau harus mempelajarinya"Zhilan ganti menunjuk Seyi,ia meneguk segelas air putih di tangannya hingga habis"aku bosan menjadi translater kalian"ucapnya kesal,ya selama seminggu ini dia harus menjadi penerjemah saat ke-2 anak itu saling tidak memahami apa yang satu sama lain katakan dan kebanyakan percakapan mereka berisi pertengkaran yang membuatnya benar-benar jengah
Xiuhuan tertawa kecil setelah Zhangwei dan Zhilan masuk kekamat masing-masing,ia menatap geli pada Seyi yang memberengutkan wajahnya"bagaimana rasanya hidup dengan Huang bersaudara?"
"Aku tidak ada masalah dengan Zhilan eonni,tapi adiknya benar-benar menyebalkan"
__ADS_1
Tawa Xiuhuan makin menjadi mendengar pernyataan Seyi"tapi dia tampan..."
Seyi mendengus kesal tapi tak menyangkal perkataan Xiuhuan
"Kau mau kemana?"
Pintu yang sudah setengah terbuka Zhilan tutup kembali,ia berbalik menghadap Xiuhuan"berhentilah bertanya aku akan kemana,dimana,dan dengan siapa.seolah kau ini kekasihku"
"Bisakah kau tidak membuat penghuni apartement ini khawatir?"
"Siapa?Seyi?Zhangwei?aku sudah dewasa gege..."
"Aku..."
Zhilan mendengus"berhentilah seolah kau peduli padaku,lagi pula kau bukan penghuni apartement ini"Zhilan keluar menutup pintu dengan keras hingga menimbulkan bunyi berdebam
Dang!!!seolah dia peduli,hey dirinya benar-benar perduli pada gadis itu.tidakkah gadis itu melihat kesungguhan pada dirinya setelah 20tahun lebih saling mengenal,atau citra dalam dirinya sudah benar-benar rusak di mata gadis itu.
Xiuhuan memijit pelipisnya,matanya masih memandang pintu.Xiuhuan tertawa kecil
"Apa yang kau tertawakan?"
"Entahlah..."
"Dia mengabaikanmu,semakin hari dia semakin kurang ajar padamu..."
Xiuhuan menautkan alisnya,tersenyum getir"terlihat jelas..."
"Jangan lupa,kau mempunyai andil besar untuk sikapnya yang seperti ini"ucap Zhangwei
Xiuhuan menatap Zhangwei yang sibuk dengan ponselnya,kalimatnya cukup menohok manager sang kakak
"Kau tidak pernah menyinggung soal itu.."
Zhangwei memasukkan ponselnya ke saku,fokusnya beralih ke manik mata Xiuhuan"aku hanya mengingatkan..."ucapnya serius
Ke-2nya terdiam untuk beberapa saat dalam posisi saling menatap
"Aku mengerti.."Xiuhuan membuka suaranya
"Aku hanya bercanda,kau terlalu serius"balas Zhangwei,sikap seriusnya hilang seketika kembali dengan sikap awalnya yang suka bermain-main
"Wooaaa..untuk sesaat aku merasa ada di tempat lain,aura di sekitar kalian berubah menjadi dingin dan mencekam.."Seyi yang sejak tadi diam-diam menyaksikan pembicaraan Xiuhuan dan Zhangwei berkomentar saat merasa suasana serius di ruangan itu memudar
"Apa yang dia katakan?"
"Pabo..."
Zhangwei berdiri menghampiri Seyi cepat,ia mendaratkan pukulan ringan di kepala gadis itu,ia mungkin belum bisa berbahasa korea tapi ia tahu betul sepatah kata yang di ucapkan Seyi tadi dan ia tahu itu di tujukan untuknya
"Silly girl..."gumam Zhangwei sambil berlari cepat masuk ke kamarnya
__ADS_1
"Kalian terus bertengkar di drama,kisah cinta selalu di mulai dengan pertengkarang"Xiuhuan mengambil ranselnya memutuskan pulang ke apartementnya